Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kejutan


__ADS_3

Suasana begitu sangat hening dan senyap. Shinta menemani Syifa hingga anak nya tertidur dengan lelap. Sesekali, Syifa masih terisak di dalam tidur nya. Shinta begitu sangat sedih. Ia pun menetes kan air mata nya. Shinta berbaring di sebelah sang anak. Membelai rambut Syifa dengan lembut.


Baby sister yang merawat si baby masuk ke dalam kamar Syifa memberitahu jika bayi nya sedang haus. Shinta menghapus air mata nya, lalu bangkit dengan perlahan, mendekati sang baby sister untuk menggendong bayi nya.


"Mama sampai lupa dengan kamu, Sayang. Haus ya anak mama?"


"Makasih ya, Boleh pergi."


"Baik, Nyonya."


Ketika baby sister itu ingin pergi, Shinta memanggil nya kembali, ia berpesan kepada baby sister untuk tidur di kamar si kembar Alan dan Alana.


"Tolong jaga mereka, ya? Malam ini saya mau tidur di kamar Syifa. Dan tolong bilang kepada Tuan. Untuk tidak menemui saya."


"Baik, Nyonya. Saya pamit dulu." Shinta pun tersenyum ramah kepada pengasuh anak nya. Pengasuh itu segera keluar kamar.


Dengan segera, Shinta menyusui anak nya. Dan meletakkan bayi nya itu di sebelah Syifa yang sudah tertidur lelap. Masih terdengar sesekali isakan tangis Syifa.


"Pasti kamu ngerasa sangat sedih banget ya, Sayang. Karena ucapan papa mu yang begitu menyakit kan. Mama juga nggak ngerti dengan apa yang papa mu pikir kan. Sering kali, ia bertindak sesuka hati nya tanpa memikirkan perasaan kita." gumam Shinta yang masih larut dalam sedih nya. Shinta pun melamun, Ia memikir kan sikap kedua anak kembar nya yang beberapa hari ini begitu sangat berubah. Seringkali bertengkar bahkan sampai nekat menyakiti satu sama lain.


Sebagai saudara apalagi kembar, tidak seharus nya mereka saling bertengkar. Jika, hanya bertengkar kecil, itu hal yang biasa. Tapi, ini mereka sudah sampai menyakiti satu sama lain padahal masih sangat kecil. Bagaimana jika sudah dewasa, Shinta bahkan tak sanggup untuk memikir kan nya.


Keesokan pagi nya.


Revan masuk ke dalam kamar Syifa dengan marah-marah, ia memarahi Shinta yang tak tidur di kamar mereka.

__ADS_1


Bahkan, Revan kembali memarahi Syifa, membuat Syifa menangis sejadi-jadi nya. Shinta memanggil Pengasuh untuk membawa pergi dan mengurus bayi mereka dahulu. Setelah pengasuh membawa pergi bayi mereka. Shinta pun bangkit, menantang suami nya dengan emosi yang memuncak.


"Apa-apan sih Van! Ini itu masih pagi, kita juga baru pada bangun. Kamu udah marah-marah aja!"


"Makin lama, kamu makin nggak waras! Heran aku, dia ini anak kita bukan musuh kamu! Kenapa sih?" tanya Shinta dengan kesal, namun Revan tak menggubris isteri nya dan menggenggam tangan Syifa dengan kuat.


"Papa sakit, Hiks." Syifa hanya bisa menangis, Revan menarik tangan Syifa keluar dari kamar. Shinta mengejar suami dan anak nya.


"Papa, kalau Syifa salah. Maafin, lepasin pa! Sakit! Hiks." ujar Syifa yang memohon ampun pada sang papa.


"Kamu mau bawa Syifa kemana? Hey!" Shinta mengejar suami nya ke belakang halaman rumah.


Kejutan!


Teriak semua orang yang sudah ada di belakang halaman rumah mereka, Shinta dan Syifa tercengang. Begitu banyak balon, dan hiasan yang sangat indah. Seluruh keluarga juga mengumpul.


Happy birthday, Sayangđź’—


"Selamat ulang tahun anak papa." Revan segera memeluk Puteri Sulung nya dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Selamat ulang tahun kakak. Hole" heboh kedua saudara kembar itu, Syifa melihat kedua adiknya yang akur seperti biasa. Shinta juga masih bingung.


"Kakak, maafin Alana dan Alan ya? Kita cuman becanda aja kemalin. Kami mau ngeljai kakak sepelti yang ada di YouTube itu. Apa nama nya Pa?" tanya Alana.


"Prank, Sayang."

__ADS_1


"Iya itu, Pelang."


"Bukan, Pelang sayang. Tapi, Prank."


"Sama aja papa!"


"Iya, terserah anak papa deh." ujar Revan kepada Alana.


"Kalian ini, Ya! Ngerjainnya kebangetan tau nggak! Kakak kalian menangis semalaman karena kalian."


"MAAF."


Syifa memeluk kedua adik kembar nya.


"Kalian jangan seperti itu lagi ya? Kakak nggak bisa melihat adik-adik kakak bertengkar."


"Kakak, kita memang seling beltengkal. Dan, Alan juga suka sebal dengan Alana. Tapi, kami ini saudala, Alan nggak mungkin benci pada Alana."


"Begitu juga dengan Alana kak, Alana begitu sangat sayang dengan kakak, Alan dan juga adik."


"Anak-anak mama ini nakal rupanya ya!" Shinta mencewer telinga kedua anak kembar nya.


"Haha, ampun mama. Ampun." ucap Alana.


"Mama ini semua ide nya Papa dan Alana. Alan hanya mengikuti saja." Alan pun membela diri.

__ADS_1


Semua nya tertawa dengan bahagia. Syifa berpikir jika keluarga nya sudah hancur, ternyata itu hanyalah sebuah Prank dari papa dan adik-adik nya saja.


__ADS_2