Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Mimpi buruk


__ADS_3

"Syifa anakku dan harus bersamaku! Lagi pula kau sudah memiliki anak lagi, jadi biarkan Syifa bersamaku ibu kandungnya" Caca mengambil Syifa dari genggaman Shinta, Shinta berusaha untuk mempertahankan Syifa namun Caca dan ibunya terlebih dahulu membawa Syifa pergi.


"Mama tolong Syifa, Syifa mau sama mama" Teriak Syifa meminta tolong


"Jangan bawa anakku pergi" Shinta menangis dan mengejar mobil Caca yang melaju cepat menjauh dari dirinya. Shinta tersungkur dan berusaha bangkit untuk mengejar Syifa.


"Jangan bawa anakku pergi"


"Jangan bawa dia, dia anakku" Revan berusaha membangunkan isterinya yang berteriak mengatakan "Jangan membawa anakku pergi"


"Sayang bangun, kamu kenapa" Shinta pun terbangun dan langsung berlari keluar kamar menuju kamar Syifa dengan langkah yang cepat dan gemetar


"Sayang kau mau kemana" Revan turun dari ranjang dan mengejar isterinya.


********


Revan masuk kedalam kamar Puterinya dan melihat isterinya menangis sambil memeluk Syifa yang sedang tertidur. Revan melangkahkan kakinya perlahan mendekati isteri dan anaknya. Shinta melihat kearah Revan dengan air mata yang membasahi pipinya

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Revan yang berusaha menenangkan isterinya. Shinta pun menggeleng dan menghapus air matanya.


"Sebaiknya kita kembali ke kamar, kasihan Syifa nanti terbangun" Ajak Revan yang disetujui oleh Shinta, Shinta mengecup kening Puterinya dan berlalu keluar kamar. Didalam kamar mereka, Revan memberikan segelas air minum untuk isterinya. Shinta pun meneguk minuman itu sampai habis, Revan mengelap dahi isterinya yang bercucuran keringat.


"Aku mimpi buruk" Ucapnya dengan nada gemetar


"Mimpi apa?"


"Aku bermimpi Caca dan ibunya mengambil Syifa dari pelukkan ku, mereka membawa Syifa jauh dari ku. Itu tidak akan terjadi kan Van? Syifa tidak akan jauh dari ku kan?" Ucapnya, airmatanya sudah mengenang lagi. Ia memegang tangan Revan dan ingin memastikan jika itu tidak akan pernah terjadi. Revan mengusap pipi Shinta dan menghapus air mata isterinya.


"Sudah, sekarang kamu tidur lagi ya" Shinta pun mengangguk dan berbaring ketempat tidur. Revan menyelimuti tubuh istri nya dengan selimut.


"Selamat tertidur" Revan mencium kening Shinta dan memeluk isterinya sampai Shinta kembali tertidur dengan pulas. Melihat Shinta yang sudah tertidur pulas, Revan masuk ke dalam kamar mandi untuk cuci muka dan kembali ke kamarnya.


Revan duduk di sofa dekat ranjang mereka, ia mengambil ponsel miliknya di atas meja dekat Sofa. Ia ingin menghubungi Caca namun diurungkan niatnya karena melihat waktu sudah pukul 2 pagi. Tidak enak jika harus menganggu waktu istirahat orang lain, Revan pun meletakkan kembali ponselnya dan memandang isterinya yang sedang tertidur di kasur, ia pun tersenyum menikmati pemandangan yang ada di depannya, Shinta tertidur pulas seperti anak bayi.


*********

__ADS_1


Keesokan paginya, Shinta terbangun dan menggeliatkan tubuhnya. Ia melihat kearah jendela yang sudah terbuka


"Pasti Revan yang membuka jendela" Gumamnya dalam hati, namun kemana suaminya itu. Ia melihat tidak ada siapapun di kamarnya, bahkan Shinta mencari ke kamar mandi pun tidak ada siapa-siapa.


"Kemana dia?" Shinta mengikat asal rambutnya yang tinggi dan turun dari tempat tidur. Ia mencari Revan keluar kamar dan tidak menemui suaminya, Shinta pun menuju kamar Syifa Puterinya ternyata Revan sedang ada di kamar Syifa dan sedang menyisir rambut Puteri mereka. Shinta pun masuk kedalam kamar Syifa


"Eh mama udah bangun" Revan menoleh kearah Shinta namun tangannya masih bergerak menyisir rambut panjang Puteri nya. Shinta pun tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekat kearah Revan dan Syifa.


"Ma, Papa memandikan Syifa dan mengurus Syifa dengan baik" Adu Syifa kepada Shinta.


"Oh ya? kenapa enggak tunggu mama bangun, lagipula ini masih jam 6 pagi"


"Iya, Syifa dan papa mau jalan pagi Ma. Dan kami enggak mau mengganggu tidur mama dan adik kecil" Ucap Syifa dengan gemasnya. Shinta mengelus rambut dan mencium Puterinya.


"Selesai" Teriak Revan dengan semangat. Begitu kebanggan bagi dirinya bisa mengurus Puteri nya seorang diri.


"Sekarang waktunya kita sarapan" Ajak Revan, Shinta dan Syifa pun mengangguk semangat, mereka bertiga berjalan menuju ruang makan untuk sarapan

__ADS_1


__ADS_2