Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Merindu kan


__ADS_3

Shinta memaksa kan senyuman nya kepada Queen yang sedang berdiri di ruang tamu. Queen juga tersenyum pada Shinta dengan setulus hati.


"Hai, kenapa kembali ke sini lagi? apa ada sesuatu yang penting?" masih dengan senyuman yang berkembang, namun tidak sepenuh hati. Memang, Queen tidak mempunyai salah. Namun, begitu lah seorang wanita akan memusuhi wanita lain jika kehidupan nya terusik oleh wanita yang ada di masa lalu suami nya.


"Maaf, Shinta. Ponsel ku seperti nya ketinggalan di sini. Makanya, aku kembali lagi. Maaf kan aku ya, jika aku menganggu."


"Oh tidak kok, mana mungkin mengganggu." Shinta menekan kan nada bicara nya. Memaksa kan senyuman yang lebar. Queen menoleh ke meja, terlihat ada dua ponsel di situ. Shinta pun melihat ponsel milik nya, mendekati meja dan mengambi kedua ponsel.


"Ini ponsel mu." Shinta mendekati Queen dan memberi kan ponsel kepada Queen.


"Terimakasih, aku pamit ya?"


"Baik lah, hati-hati ya?" Queen pun tersenyum pada Shinta dan segera pergi.


Hust...! pergi lah, pergi yang jauh dan jangan kembali lagi..!


Shinta segera menduduk kan tubuh nya di sofa. Menghubungi Caca.


*******


Caca yang sedang bersantai pun menerima telepon dari Shinta, ia mengerut kan dahi nya.

__ADS_1


"Apa ada hal sesuatu terjadi lagi?" Caca langsung mengangkat telepon dari Shinta.


Iya Ta, kenapa? ~ Caca


Aku sangat bete tau nggak ~ Shinta


Bete kenapa? ~ Caca


Tadi ada teman lama Revan dia baru kembali dari India ~ Shinta


Apa? wanita pelakor itu kembali? ~ Caca


Mendengar suara panik Caca, membuat Shinta semakin yakin dan tak menentu.


*Pelakor bagaimana? ~ Shinta


Dia itu sewaktu aku masih menjadi isteri Revan, selalu saja menggoda Revan, bahkan kami sering bertengkar hanya karena aku cemburu dan Revan membela diri nya ~ Caca


Apa? ta-tapi dia kesini mengantar undangan bukan menggoda. Bahkan dia juga begitu baik dan polos ~ Shinta


Dia selalu memasang wajah polos nya, lagi pula itu pasti alasan dia saja agar bisa kembali ke kehidupan Revan, Saudara nya yang baik. Aku dekat dengan saudara nya, aku juga senang jika saudara nya menikah~ Caca*

__ADS_1


*Ca, aku akan menghubungi mu kembali nanti, ya. Aku tutup dulu ponsel nya~ Shinta


Baik lah~ Caca


Bye ~ Shinta


Bye! ~ Caca*


Shinta pun segera memati kan ponsel nya, Mendengar ucapan Caca, Shinta menjadi lebih cemas.


*******


Ke esokan hari nya, Shinta beserta suami dan anak-anak nya sedang berbahagia menyambut kedatangan kedua orang tua Revan. Terlihat mobil yang menjemput kedua orang tua Revan ke bandara memasuki halaman rumah. Terlihat mama Lili dan suami nya turun ke dalam mobil.


"Mama." Shinta mendekat dan memeluk Ibu mertua nya.


"Tata sangat merindu kan mama." ucap nya dengan manja.


"Mama juga sangat merindukan kamu." Mama Lili membalas pelukan hangat dari menantu nya. Mata Lili terarah pada ketiga cucu nya. Mama Lili melepas kan pelukan Shinta dan mendekati ketiga cucu nya.


"Nenek." teriak Syifa dan si kembar Alan dan Alana. Mata Lili berkaca-kaca penuh haru.

__ADS_1


"Cucu nenek sudah pada besar." memeluk ke tiga cucu nya dengan erat. Mencium satu-satu cucu nya. Alana tertawa geli karena nenek mencium nya dengan sedikit kuat.


__ADS_2