
Suami Jennika menggenggam tangan nya dengan geram, ia begitu sakit hati saat mengingat istri nya yang sudah berselingkuh dan membunuh anak yang ia harapkan.
Rival tersenyum sinis, seakan rencana jahat ada di benak nya.
"Cari lah dia, dan balas kan setiap rasa sakit mu. Jangan bunuh dia, namun jadi kan dia mayat hidup. Buat dia menderita, sampai dia tidak ada alasan untuk hidup. Balas rasa sakit anakmu, balas kematian anak mu!"
"Gue akan cari Lo wanita ******!" teriak suami Jennika, ia bersumpah akan menemukan keberadaan Jennika di mana pun Jennika berada, bahkan ia akan mencari ke lobang semut sekalipun.
Rival tertawa puas di dalam hati nya, ia juga tidak mau melepaskan Jennika semudah itu..Jennika harus menerima rasa sakit yang rival rasakan.
Jennika sudah menghancurkan mimpi dan dunia yang sudah rival buat. Kini saat nya, Rival melakukan hal yang sama. Tidak akan ia biarkan Jennika hidup dengan tenang, walau hanya di dalam mimpi sekali pun. Rasa cinta yang Rival rasakan berubah menjadi benci. Dan ia akan menyebarkan kebencian di dalam diri suami Jennika. Dengan itu, menghukum dan menyiksa Jennika akan lebih mudah.
"Bro, gue harus pergi. Tapi ingat pesan gue, jangan biarkan wanita itu lepas begitu aja jika Lo menyayangi anak Lo yang udah mati karena perbuatan nya!"
__ADS_1
"Pasti, gue enggak akan ngelepas nya. Dia akan merasakan rasa sakit yang gue alami karena kehilangan anak."
"Sabar bro, gue mengerti apa yang Lo rasakan. Jangan sedih bro! Gue akan dukung Lo."
"Makasih, Lo memang sahabat terbaik gue." suami Jennika memeluk rival, yang ia anggap sebagai sahabat baik nya..
Tanpa ia ketahui, Rival adalah iblis yang menyamar sebagai sahabat. Andai suami Jennika mengetahui kebusukan sahabat nya itu, ia akan menyesal seumur hidup nya.
Tanpa Jennika tau, kesalahan nya berdampak fatal bagi dia dan rumah tangga nya.
******
Jennika sudah tertidur pulas, ia kini sudah lebih membaik. Shinta membelai rambut Jennika dan menatap sahabat nya yang terlelap. Bagaikan di sambar petir bagi Shinta mengetahui kehidupan kelam sahabat nya itu.
__ADS_1
Padahal Jennika dahulu adalah wanita yang sangat ceria, bahkan manja. Kini, kondisi Jennika begitu sangat jauh berbeda.
Shinta masih memikirkan tentang Dokter Rival yang menghubungi nya.
Tidak mungkin ini kebetulan saja! Pasti ada sesuatu. Dan apakah semua ini ada hubungan nya dengan dokter Rival?
Shinta mengingat ucapan suami nya dan janji nya kepada Revan untuk tidak melakukan sesuatu hal tanpa seizin dan tanpa pengetahuan Revan.
Shinta akan membicarakan semua ini terlebih dahulu kepada suami nya. Ia pun bangkit, meninggalkan Jennika sendirian di dalam kamar, agar Jennika bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun, Shinta mengunci pintu kamar nya dari luar. Ia tidak bermaksud untuk mengurung Jennika namun ia mengunci karena banyak sekali alasan.
Shinta juga berencana akan memindahkan kamar Jennika di belakang, karena pemandangan di sana lebih bagus Jennika lihat hanya dari jendela kamar.
Dan orang-orang yang datang tidak akan mengetahui keberadaan Jennika. Namun, Shinta harus membicarakan semua nya kepada Revan tentang keganjalan hati nya kepada dokter Rival.
__ADS_1