
Syafa sangat senang karena kedatangan anak, menantu dan cucu-cucu nya.
"Cucu nenek." Syafa mengelus pipi syifa dengan lembut.
"Mau kemana kalian bawa koper begini?" tanya Gunawan bingung, Shinta dan Revan belum memberitahu Ibu dan Ayah nya karena Shinta berfikir berpamitan secara langsung itu lebih baik.
"Kami akan berlibur kakek." jawab Syifa dengan penuh semangat.
"Berlibur?"
"Mengapa tidak memberitahu sebelum nya?"
"Kita memilih untuk memberitahu Ibu dan Ayah secara langsung." Syafa mengambil ahli Alana dan Gunawan menggendong Alan.
"Kalian akan berlibur kemana?"
__ADS_1
"Ke Bali, Bu. Sudah lama kami tidak berlibur membawa Syifa."
"Tetapi, kasihan Alan dan Alana yang terlalu kecil begini, Sayang. Mereka masih sangat rentan sekali." ucap Syafa. Ia tak mau jika Alan dan Alana menjadi sakit karena kelelahan.
"Tapi bu."
"Sudah, ayo masuk dulu!" Gunawan terlebih dulu masuk ke dalam rumah membawa Alan yang di ikuti oleh isteri dan anak mantunya. Shinta menggenggam jemari tangan Syifa dan membawa nya masuk ke dalam rumah. Mereka semua duduk di ruang keluarga. Baby Alan dan Alana tidak rewel bahkan mereka sangat senang jika berada di rumah Kakek, nenek nya.
"Mereka masih terlalu kecil untuk berlibur, Sayang. Apalagi saat ini kamu sedang mengandung." ucap Syafa khawatir. Mengurus tiga anak sekaligus bukan lah hal yang mudah apalagi di tambah saat ini Shinta sedang mengandung di usia kehamilan yang sangat muda.
"Tata ingin menghabis kan waktu bersama anak-anak, Tata. Bu!" ucap Shinta dengan wajah sedih.
"Tata tidak percaya dengan siapapun, Yah. Selaian keluarga kita, Tata ingin mengurus anak-anak tata sendirian."
"Tapi kamu perlu bantuan orang lain. Kedua anak mu masih balita, dan Syifa juga butuh perhatian mu apalagi kau sedang mengandung di usia kehamilan yang sangat muda. Ibu tidak ingin mengambil resiko!"
__ADS_1
"Tetapi, ada Revan Bu yang akan membantu, Tata."
"Tidak, Sayang! ketiga anak mu perlu pengawasan yang sangat khusus. Jika nanti di sana kau mual atau pusing bagaimana Revan bisa mengurus mu apalagi ketiga anak mu?" Shinta pun memikir kan ucapan Ibu nya. Namun, ia juga tidak bisa mengecewakan Syifa dengan membatal kan liburan ini. Syifa sudah sangat senang dengan rencana liburan ini.
"Jika kalian ingin berlibur, biar Baby Alan dan Alana tinggal di sini bersama Ayah dan Ibu. Kalian harus memikir kan kondisi Alan dan Alana. Mereka belum cukup kuat untuk perjalanan yang jauh." Revan pun merasa setuju dengan perkataan mertua nya. Shinta merasa sangat sedih jika harus berlibur tanpa ketiga anak-anak nya.
"Tata!" panggil Gunawan, Shinta pun menoleh ke arah sang Ayah
"Kalian bisa menghabis kan waktu berlibur bersama Syifa. Ia tak akan merasa kesepian." Syafa mengerti dilema yang di hadapin oleh putri nya. Shinta bukan lah Ibu yang bisa tenang jauh dari ketiga anak-anak nya.
"Sayang, yang di katakan oleh Mama dan Papa ada benar nya." Revan mencoba me-yakinkan Isteri nya.
"Jika kita tidak jadi berlibur tidak apa-apa kok. Ma, Pa." ucap Syifa yang tersenyum mencoba menutupi rasa sedih nya.
********
__ADS_1
Maaf ya kak semalam sangra enggak update, dan ini juga update nya sedikit banget. Sangra punya kehidupan di dunia nyata. Mohon di mengerti ya kak. Tolong jangan di bully akutuh karena update cuman sedikit :(
Jangan lupa like, komen dan berikan vote poin untuk dukungan kalian ya❤