Ibu Sambung

Ibu Sambung
Menyayangi


__ADS_3

Syifa terdiam, mengatur nafas nya perlahan. Ia pun memahami apa yang sang mama katakan. Namun, Syifa tidak bisa membiarkan mama Caca nya terus-terusan menderita.


"Ma, Syifa memahami apa yang mama katakan. Jika ini bukan karena Syifa melihat sendiri. Syifa tidak akan ikut campur ma, lagipula. Raisa dan Syifa juga sudah mengetahui siapa diri Raisa sebenar nya." Shinta terkejut mendengar pernyataan sang dari Syifa.


"Apa yang Syifa katakan nak?"


"Iya, Ma. Kami sudah mengetahui segala nya. Daddy memberitahu ku terlebih dahulu, lalu Syifa menyuruh Daddy untuk memberitahu segala nya pada Raisa. Raisa juga berhak mengetahui segala nya kan ma? Sebab itu Syifa mendukung Daddy untuk menjelaskan segala nya kepada Raisa."


Syifa pun menghentikan pembicaraan nya sebentar. Shinta yang penasaran pun kembali bertanya kepada Syifa apa yang terjadi.


"Lalu?"


"Awal nya Daddy sulit untuk memberitahu Raisa, Daddy takut jika Raisa tidak bisa menerima segala nya. Namun, semua nya berbeda." Syifa pun menjelaskan semua yang telah terjadi.


Shinta merasa senang, jika akhir nya Raisa sudah mengetahui segala nya dan bisa menerima ini semua dengan lapang dada. Tanpa harus membenci ke dua orang tua nya.


"Bagus dong, Sayang. Berarti mama Caca tidak akan merasa sendirian lagi. Ada Raisa di sana yang bisa menemani dan membantu Mama Caca untuk mengurus baby Khanza."


"Iya, Ma. Tapi,"


Syifa terdiam, Shinta memegang bahu sang anak. Menanya apa yang membuat anak nya masih merasa gelisah. Padahal, semua nya sudah membaik.


"Sayang, kenapa Syifa merasa cemas? Bukan kah semua nya sudah berjalan sesuai yang kamu mau? Daddy Arvan juga sudah memberitahu segala nya kepada Raisa. Dan Raisa juga sudah menerima nya?"


"Iya Mama, namun." Syifa kembali menceritakan bagaimana keadaan Caca yang menangis di dalam gudang.


"Ma. Hubungan mama Caca dan Daddy begitu tidak membaik dan itu begitu terlihat jelas. Syifa dan Raisa ingin mengembalikan hubungan mereka seperti dulu, tapi kami tidak tahu sebab nya mengapa Daddy dan mama Caca seperti itu. Syifa yakin, mama mengetahui segala nya." ujar Syifa yang meminta penjelasan kepada sang mama.

__ADS_1


Shinta terdiam sejenak, mendengar penjelasan anak nya tadi. Membuat nya berfikir untuk memberitahu segala nya dengan Syifa. Ia berharap jika Syifa dan Raisa bisa membuat hubungan Arvan dan Caca semakin membaik.


"Sebenar nya."


"Sayang, kenapa kalian ada di sini? Bukan kah tadi kalian bilang mau ke kamar si kembar? Tadi aku ke sana, mereka bilang jika kalian tidak datang ke sana." ujar Revan yang tiba-tiba datang dan masuk, mendekati ke dua nya..


Hal itu tentu saja, membuat Syifa mau pun Shinta begitu kaget, mereka berharap jika Revan tidak mendengar pembicaraan mereka tadi.


"Papa, kenapa papa ke sini?"


"Iya, Nak. Ini sudah sangat malam. Katanya kamu akan menginap di rumah mama Caca, papa berfikir untuk mengantar kamu sekarang. Biar tidak terlalu larut sampai sana, kasihan Mama Caca yang menunggu terlalu lama."


Syifa menoleh ke arah ibu sambung nya, ia bingung harus menjawab apa. Syifa belum mendapatkan jawaban apapun dari sang mama.


"Ini masih jam delapan. Sebentar lagi mengantar nya ya? Aku masih ingin mengobrol dengan Syifa." ujar Shinta yang membujuk suami nya.


"Tidak pa! Baik lah, Syifa akan bersiap dulu. Papa menunggu di luar saja." ujar Syifa, Revan pun mengangguk dan segera ke luar dari kamar mereka.


"Ma, bagaimana?" ujar Syifa yang sedih, Shinta pun menenangkan anak nya.


"Sayang, kamu jangan khawatir ya? Begini Saja. Mama akan menjelaskan segala nya pada kamu melalui WhatsApp ya? Jadi, Syifa bisa membaca nya di dalam mobil atau sampai di rumah Syifa."


Syifa tersenyum, ia segera mengangguk dan memeluk Shinta dengan erat.


"Terimakasih banyak mama, Syifa begitu sangat menyayangi mama." ujar nya, Shinta mengelus rambut Syifa dengan penuh cinta.


"Sama-sama, Sayang. Mama akan selalu mendukung apapun yang Syifa lakukan jika itu demi kebaikan. Mama percaya kan semua nya kepada Syifa. Dan Mama berharap, jika rencana kalian akan berhasil."

__ADS_1


"Iya, Ma."


Syifa dan Shinta saling melepaskan pelukan satu sama lain, ke dua nya pun keluar menemui Mama Syifa dan Ayah Gunawan untuk Syifa berpamitan kepada kakek dan nenek nya.


"Oma berharap kamu bisa menginap di sini, Sayang." ujar Syafa yang sedikit bersedih, Syifa pun menghibur nenek nya dan mengatakan jika lain kali ia akan menginap di rumah sang nenek. Walau tanpa adanya ke dua orang tua nya.


Syafa pun memegang janji cucu nya itu. Setelah berpamitan, Syifa masuk ke dalam mobil. Revan tak mencurigai anak nya sama sekali.


Ia segera melajukan pegal mobil nya menuju rumah Caca.


*******


Raisa yang merasa bosan pun menunggu kedatangan sang kakak. Ia berharap, Jika Syifa membawa informasi yang ingin mereka ketahui.


"Sayang, kamu belum tidur?" ujar Caca yang masuk ke dalam kamar Raisa, Raisa menoleh kepada sang ibu. Lalu tersenyum.


"Mami, Raisa sedang menunggu kak Syifa. Dan Raisa juga belum terbiasa dengan rumah ini, Mi. Makanya, Raisa tidak bisa tidur." ujar nya. Caca pun memaklumi anak nya itu, selama ini Raisa hanya hidup di panti asuhan juga di asrama saja.


Selalu banyak teman yang menemani nya, tidak seperti di sini. Hanya ada kesendirian dan kesepian. Apalagi, rumah mereka cukup besar dan luas.


"Sebentar lagi kakak Syifa akan datang, tadi mami sudah menghubungi nya. Ia mengatakan jika diri nya sudah di dalam perjalanan, sayang. Kamu juga harus terbiasa tanpa kakak Syifa ya? Bagaimana pun, kakak Syifa tidak tinggal bersama mami dan Daddy. Kak Syifa sudah terbiasa dengan keluarga nya di sana, dan mama Shinta juga tidak terbiasa tanpa kakak mu. Kamu mengerti kan nak?" ujar Caca yang memberikan penjelasan kepada Raisa.


Bukan karena Caca tidak ingin Syifa tinggal bersama diri nya, ia juga menginginkan hal itu. Namun, ia tahu. Jika Syifa tidak akan terbiasa tinggal bersama mereka.


Sedari bayi, Syifa selalu bersama papa nya. Caca juga nggak mau, hal ini membuat hubungan antara keluarga menjadi tidak baik.


Raisa pun mengerti, padahal ia selalu ingin bersama Syifa dan di dekat Syifa. Raisa begitu sangat menyayangi Syifa bahkan jauh sebelum ia tahu jika mereka berdua memiliki hubungan sebagai kakak beradik.

__ADS_1


__ADS_2