
"Sudah! jangan ada lagi air mata. Ayo, kita ke kamar si kembar!" ajak Shinta. Caca dan Kaynara pun mengikuti Shinta.
Di dalam kamar si kembar ada Revan dan Arvan yang bermain dengan baby Alan dan Alana. Kedua pria itu menoleh ke arah mereka.
"Kami ingin bermain dengan baby Al dan Alana," ucap Shinta.
"Kalian para wanita pergi lah, kami sedang asyik bermain bermain dengan baby Al dan Alana," ucap Revan.
"Iya benar," Arvan pun menyetujui ucapan Revan. Caca melihat suami nya yang tersenyum bahagia bermain dengan si kembar, ia menetes kan air mata
"Andai aku bisa memberikan anak pada nya, mungkin Arvan tak akan merasa kesepian. Ia sangat bahagia sekali bermain dengan anak kecil." batin Caca. Shinta menoleh ke arah Caca yang sedang menetes kan air mata dengan tatapan yang kosong. Caca menghapus air mata nya dan melihat ke arah Shinta ketika tangan Shinta memegang bahu nya. Caca tersenyum
"Ayo kita ke kamar syifa," ajak Shinta. Caca pun mengangguk, Kaynara yang melihat ketulusan di mata ke dua wanita yang ada di hadapan nya.
"Mereka saling menyayangi," batin Kaynara. Ia semakin merasa bersalah, tidak seharus nya ia dulu memusuhi Caca atas apa yang sudah Elsa lakukan.
"Kay, ayo!" Shinta memecah kan lamunan kaynara.
__ADS_1
"Eh, iya." ia pun mengikuti Shinta dan Caca. Shinta membuka pintu kamar Syifa, mereka pun masuk ke dalam.
"Mama," teriak Syifa kegirangan, ia berlari mendekat ke arah Shinta dan Caca namun langkah nya terhenti ketika melihat Kaynara yang ada di belakang Shinta dan Caca. Syifa merasa sangat takut. Ia memaling kan tubuh nya
"Sayang, kenapa?" tanya Caca.
"Sayang, sini. Tante kaynara tidak akan memarahi mu lagi," Shinta mendekat ke arah Syifa dan memberikan sentuhan hangat pada Puteri nya. Ia mengecup dan memeluk Syifa.
"Jangan takut, Sayang!"
"Syifa tidak suka ma pada tante itu, dia jahat," ucap nya dengan nada gemetar. Shinta melepaskan pelukan nya dari Syifa.
"Bagus! percaya pada mama bahwa tante Kaynara bukan lah orang jahat," Syifa melihat ke arah kaynara dengan menelan ludah nya . Dahi Syifa bercucuran keringat. Ia masih ingat, bagaimana sebelum nya wanita yang ada di hadapan itu bersikap sangat galak memarahinnya, membuat Syifa sangat takut.
"Hai," sapa Kaynara.
"Sayang, tidak apa-apa," kali ini Caca mencoba menjelaskan pada Syifa.
__ADS_1
"Tante kaynara ini adalah sepupu mama. Ia sangat baik dan pasti akan menyayangi mu," Caca membelai rambut Syifa yang panjang. Kaynara mendekat pada Syifa dan berjongkok untuk Menyeimbaingi tubuh Syifa.
"Maaf," Kaynara meletakkan jari di telinga nya sendiri.
"Maaf kan tante ya, Sayang,"
"Kenapa tante men jewer kuping tante," tanya nya dengan polos
"Karena tante sudah bersalah dan menyakiti hati mu,"
"Tante tidak akan melepaskan jari tante di telinga sampai kamu mau memaafkan kenakalan tante," Syifa menjauh kan tangan Kaynara dari kuping.
"Sudah, Tante!"
"Syifa memaafkan tante,"
"Terimakasih, Sayang." Kaynara memeluk Syifa. Ia menyadari walau Caca dan Syifa adalah keturunan dari wanita iblis Elsa. Namun, hati Syifa dan Caca sangat lembut dan penuh kasih sayang. Kaynara melepas kan pelukkannya dari Syifa.
__ADS_1
"Apa kamu mau berteman dengan Tante?" Syifa pun mengangguk. Ia meletakkan jari kelingking nya tepat di depan Kaynara, Kaynara pun tersenyum dan meletakkan jari kelingking nya bersatu di jari kelingking Syifa.
"Teman," ucap Kaynara. Mereka pun tertawa bahagia