Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Menunggu


__ADS_3

Sesampai di rumah, Kaynara di sambut dengan penuh bahagia oleh semua orang. Shinta, Syafa dan yang lainnya sudah berdiri di depan pintu halaman rumah menyambut Kay.


"Ibu." dengan suara berat Kaynara memanggil memeluk Syafa dengan erat. Syafa pun membalas pelukan Kay.


"Sudah nak. Tidak apa, semua sudah berlalu." Syafa mencoba menenang kan Kaynara. Syafa melepas kan pelukkan mereka lalu mencium kening Kaynara dengan penuh kasih sayang. Kaynara menoleh ke arah Gunawan lalu menghampiri Ayah angkat nya itu.


"Ayah." dengan cepat Gunawan pun memeluk Kaynara.


"Semua akan baik-baik saja. Sudah ya!" Gunawan melepas kan pelukan mereka, Kaynara pun mengangguk. Gunawan mengelus kepala Kaynara dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Apa kau tidak ingin memeluk kakak mu ini?" ucap Shinta yang menggerutu tak jelas. Kaynara tersenyum dan berjalan melalui Gunawan untuk memeluk Shinta.


"Maaf."


"Sudah lah, tidak usah di ingat yang sudah lalu biar lah berlalu." Kaynara mengerat kan peluk kan mereka berdua. Ia menerima kehangatan yang di berikan oleh keluarga kedua nya ini setelah bertahun tahun tinggal sebatang kara. Kini ia tidak merasa sendirian lagi.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ajak Gunawan. Shinta dan Kaynara pun saling melepas kan pelukan satu sama lain. Syafa mengajak semua orang untuk ke ruang makan dan makan bersama. Shinta dan Syafa membuat kan makanan kesukaan Kaynara. Setelah selesai makan, Gunawan mengajak semua orang untuk ke ruang keluarga dan membahas tanggal pernikahan untuk Kaynara dan Rangga.


"Ayah dan yang lain nya pergi lah dulu. Biar Shinta membersih kan ini semua." ucap Shinta.


"Biar Syifa membantu mama ya?"


"Tidak, Sayang! kamu pergi lah bersama mama Caca dan yang lain nya."


"Iya, Sayang. Kamu pergi lah! biar mama yang akan membantu mama Shinta."


"Baik ma." Syifa dan yang lain nya pun pergi meninggal kan Caca dan Shinta berdua di ruang makan. Tadi nya Syafa dan Kaynara ingin membantu. Namun, mereka menolak.


"Ca?"


"Apa? jangan menolak ku untuk membantu mu!"

__ADS_1


"Hey! mengapa kau yang galak? Harus nya aku yang galak bukan?"


"Iy-ya terserah ku!"


"Sudah lah lebih baik kau bersama yang lain nya di depan! Biar aku mengerjakan ini sendiri."


"Aku tidak mau! jika kau ingin pergi, kau saja yang pergi!"


"Baik lah, terserah kau saja." ucap Shinta yang malas berdebat. Caca pun tersenyum menang.


"Begitu dong." jawab nya penuh semangat, Shinta melihat Caca dengan jengah. Kehamilan mereka membuat mereka seperti anak-anak. Hal kecil juga sering menjadi perdebatan untuk mereka. Tetapi bukan berarti mereka tidak saling menyayangi. Kalau di lihat-lihat. Hubungan mereka itu sangat lucu, walau pernah mencintai dan hidup dengan lelaki yang sama tidak membuat mereka membenci bahkan mereka seperti saudara.


Shinta dan Caca membersih kan meja makan dan mencuci piring kotor dengan kompak, kadang sifat jail mereka memberikan busa ke wajah dan menyiprat sedikit air ke wajah. Seperti anak kecil yang sedang bermain air dan sabun. Mereka berdua tertawa bahagia dan menikmati keusilan satu sama lain.


********

__ADS_1


Di ruang keluarga, semua sudah menunggu mereka cukup lama. Tidak mungkin membahas tanpa kehadiran Shinta dan Caca.


"Biar Ibu melihat mereka." pamit Syafa, ia pun beranjak dari tempat duduk nya untuk melihat kedua anak nya itu sedang apa hingga sudah cukup lama tak kunjung datang


__ADS_2