
"Jangan peluk aku! jangan! aku tidak pantas di peluk, aku hanya lah manusia kotor!" ucapan Kaynara semakin membuat hati Shinta dan Caca merasa sangat sakit dan teriris. Mereka semakin mengerat kan pelukkan terhadap Kaynara.
"Lepas!" pinta Kaynara dengan tegas. Kaynara berusaha melepas kan diri nya dari pelukkan Shinta dan Caca.
"Kamu bukan wanita kotor,"
"Kamu sepupu aku, udah tugas aku buat menjaga dan melindungi kamu, Kay."
"Aku enggak butuh siapa pun!" tegas Kaynara, ia berhasil melepas kan diri nya dari pelukkan Shinta dan Caca.
"Aku mohon, ikut lah dengan ku." air mata Caca berlinang, ia semakin merasa sangat bersalah. Namun, Caca berusaha keras untuk membujuk Kaynara. Ia percaya, bahwa Kaynara adalah gadis yang baik. Begitu juga dengan shinta.
__ADS_1
"Kenapa kau sangat keras kepala?" kesal Kaynara. Ia melihat ketulusan dari mata kedua wanita yang ada di hadapannya. Kaynara tahu, Shinta dan Caca adalah wanita yang baik. Namun, melihat Caca mengingat kan tentang perlakuan buruk Elsa kepada dirinya dan juga keluarga nya.
"Jika kau tak ingin tinggal bersama Caca. Ikut lah bersamaku," pinta Shinta.
"Tidak! kau bukan siapa-siapa ku," Kaynara tak ingin keberadaan nya akan membuat masalah untuk Shinta dan keluarga nya.
"Kau tidak ada pilihan lain! ikut dengan ku atau tinggal bersama Caca!" tegas Shinta.
"Siapa kalian yang berani mengatur kehidupan ku!"
"Baik lah, aku akan tinggal bersamamu," Kaynara menunjuk ke arah Shinta. Walau pun Caca sedih karena sepupu nya belum bisa menerima diri nya. Setidaknya Caca sangat lega. Sebab, Kaynara berada di tempat yang aman bersama Shinta. Ia percaya Shinta akan menyayangi dan melindungi kaynara seperti adik nya sendiri.
__ADS_1
"Baik lah, aku harap suatu saat nanti. Kau mau ikut bersama ku," ucap Caca. Tanpa melihat ke arah Caca, Kaynara langsung berjalan melewati Caca dan Shinta.
"Jangan khawatir, aku akan menjaga nya. Dan membuat Kaynara untuk mengerti dan tidak akan melibat kan diri mu lagi," ucap Shinta yang berusaha menghibur Caca.
"Tapi,"
"Kaynara hanya butuh waktu, Ca," sambung Revan dan Arvan pun menyetujui ucapan Revan.
"Aku rasa, apa yang Revan ucap kan benar, Sayang."
"Kamu jangan khawatir dan sedih lagi ya." Arvan memeluk dan mencium kening Caca.
__ADS_1
"Kalau begitu, kami pamit pulang dulu ya. Kamu jangan sedih ya. Ca," pamit shinta. Shinta dan Revan pun mengikuti Kaynara dari belakang.
Arvan mengajak Caca untuk kembali kerumah, namun Caca ingin menjenguk Elsa terlebih dahulu yang sedang kritis tidak sadar kan diri. Arvan pun menghargai keinginan isteri nya walau sebenarnya Arvan tidak ingin Caca berurusan lagi dengan Elsa tetapi arvan sadar, bahwa hubungan antara ibu dan anak tidak bisa di pisah kan. Arvan berharap saat Elsa sadar nanti. Ibu mertua nya itu akan sadar dengan semua kesalahan nya dan mau berubah dengan tulus.