
Revan yang sedikit malu pun hanya menyengir saja kepada anak-anak nya lalu berbalik badan dan segera menghampiri sang isteri yang sedang tertidur dengan pulas.
Revan berbaring di samping isteri nya dengan penuh manja, ia pun membelai rambut isteri nya dengan lembut, Shinta menggerang dengan suara lembut nya.
"Kau sangat cantik jika tertidur." ujar Revan yang memandangi wajah isteri nya dengan penuh cinta, tangan nya mulai usil di tubuh sang isteri.
Shinta membuka mata nya perlahan, ia pun menolak suami nya dengan lembut.
"Jangan sekarang,"
"Mengapa tidak sekarang?" tanya Revan yang sedikit merengut, ia sangat merindukan isteri nya.
"Anak-anak masih sangat kecil, aku tidak siap jika harus memiliki anak lagi." gumam Shinta, bahkan membayangkan rasa nikmat ketika hamil dan melahirkan saja membuat nya merinding.
Revan memikirkan ucapan isteri nya, ia langsung bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar tanpa mengucapkan satu kata pun.
Shinta men-duduk kan tubuh nya, menatap sang suami yang berlalu pergi meninggalkan kamar. Tak lama kemudian, Revan kembali.
__ADS_1
"Aku pikir, kau marah makanya keluar." ujar Shinta menatap suami nya.
Revan terkekeh, bagaimana bisa Shinta berfikiran seperti itu.
"Tidak! Aku hanya memikirkan ucapan mu saja, dan aku keluar untuk mengambil pengaman untuk kita."
Wajah Shinta memerah melihat benda yang di pegang oleh suami nya.
"Ini berasa tau, sayang." ujar Revan dengan sangat manis, wajah Shinta semakin memerah.
Kini tak ada lagi alasan untuk menolak ajakan sang suami.
"Ta-tapi, dari mana kau mendapatkan nya?" tanya Shinta kepada sang suami, karena semenjak mereka menikah. Revan tidak pernah memakai pengaman seperti itu, Shinta juga baru melihat nya untuk pertama kali secara langsung.
Ia sering melihat itu di pajang di supermarket namun ia mengira bahwa itu adalah permen berasa.
"Kau tahu mengapa aku menikahi mu?" tanya Revan dengan wajah serius nya.
__ADS_1
Shinta menggeleng dengan wajah polos nya. Tanpa aba-aba Revan langsung menindih tubuh isteri dan berbisik
"Karena kau wanita yang sangat lucu dan polos."
Shinta masih terdiam, ia tahu jika diri nya sangat lucu, tapi ia juga tidak bodoh. Pernikahan mereka juga karena anak sambung nya Syifa.
Ia juga masih mengingat bagaimana dulu Revan begitu galak dan cuek pada nya. Shinta menjauh dari sang suami.
"Kau berbohong!" bentak nya dengan kesal, jika di ingat-ingat bagaimana awal pernikahan mereka memang sangat pahit. Perlakuan ketus Revan sering membuat Shinta terluka.
"Sudah jangan di permasalahkan lagi, yang penting sekarang aku mencintai mu." Revan membujuk isteri nya dengan penuh manja, ia pun mengambil tindakan lebih lanjut. Karena junior nya sudah tidak sabar sedari tadi.
Belaian demi belaian membuat Shinta terlena dan melupakan pertanyaan nya dari mana suami nya bisa mendapatkan pengaman itu dengan waktu yang sebentar.
Jika membeli ke supermarket, itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan jika di dalam rumah, mereka tidak pernah membeli itu atau memakai itu. Ini baru pertama kali nya, namun Revan berhasil membuang isteri nya terbuai dan melupakan semua itu semua.
Walau Revan memasuki berkepala empat namun jiwa muda nya masih ada. Bahkan ia seperti ABG Jika sudah di ranjang.
__ADS_1