
"Aku ingin kau memakai kostum badut itu dan berjoget di sini." ucap Shinta.
"Tidak! aku tidak ingin, sudah jangan meminta yang aneh²! dulu sewaktu kau hamil si kembar Al dan Alana kau meminta ku memakai kostum badut dan berjoget di rumah aku sudah melakukan nya. Sekarang kau meminta ku untuk memakai nya dan lebih parah kau menyuruh ku untuk berjoget di depan umum. Aku tidak mau!"
"Tapi ini kemauan anak mu juga, bukan ingin ku. Apa kau ingin anak mu nanti terus terusan ngences (ileran) hanya karena kau tidak mau menuruti kemauan nya. Kau sungguh ayah yang sangat kejam," Shinta membuat drama dengan menangis.
"Huhuhu, sabar ya. Sayang. Papa mu memang pria yang sangat kejam nak," ucap nya dengan mengelus perut nya yang masih rata. Caca dan Arvan menahan tawa mereka.
"Sudah lah jangan drama! aku tau ini bukan kemauan dari anak ku yang ada di dalam perut, tapi kau sengaja untuk membalas ku karena aku tadi memarahi mu di rumah sakit kan?"
__ADS_1
"Tidak! ini memang kemauan anak mu."
"Lihat lah nak, papa mu sudah tidak ingin menuruti kemauan mu, ia juga menuduh mama huhuhuhu," Shinta ber drama agar Revan luluh
"Dasar ratu drama, baik lah aku akan memakai kostum itu dan berjoget di depan umum. Tapi ingat, aku melakukan ini untuk anak ku yang ada di perut mu."
"Terserah, ayo cepat lah pakai kostum itu dan berjoget lah dengan lincah. Ayo, Ayo cepat!" Shinta menyuruh suami nya untuk segera memakai kostum badut tersebut.
"Kebahagiaan apalagi yang aku butuh kan selain melihat tawa kebahagiaan di wajah mu dan anak-anak kita." batin Revan yang memandangi isteri nya. Revan memang lah lelaki yang sangat dingin dan terkadang ia suka berbicara kasar. Namun, di dalam hatinya ia sangat menyayangi dan mencintai syifa dan anak-anak nya. Revan membuat mereka merasa istimewa dengan cara nya sendiri. Ia tidak seperti Arvan yang lemah lembut menghadapi isteri nya. Namun Revan tak kalah bucin nya jika sudah menyangkut tentang Shinta.
__ADS_1
"Aku berhasil hihi." bisik Shinta pada Caca. Shinta dan Caca pun tertawa lepas. Arvan pun tertawa melihat tingkah konyol Revan.
"Walau ia sangat galak, namun ia sangat menyayangi Tata dan rela melakukan apa saja demi Tata," batin Arvan dalam hati.
"Terimakasih, Tuhan. Kau sudah memberikan ku suami terhebat di dunia ini. Bersama nya aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung. Aku mencintai nya, Tuhan. Tolong jangan hapus dan renggut kebahagiaan ku bersama keluarga kecil ku." Harapan Shinta dalam hati. Begitu juga dengan Caca, ia bersyukur memiliki suami yang penuh lembut dan sangat sabar seperti Arvan.
*******
Sangra update 2 bab untuk menemani malam minggu kalian di rumah ya kak. Adegan ini hanya untuk hiburan di malam minggu aja ya kak, ingat ini hanyalah dunia novel kehaluan author saja. Jangan pada emosi karena Shinta mengerjai Revan.
__ADS_1
Pendukung pasangan Revan-Shinta, Arvan-Caca, Rangga-Kaynara mana nih suara nya?
Yuk dukung ketiga pasangan ini dengan cara like, komen , dan berikan vote poin nya. Jangan lupa di favorit agar enggak ketinggalan di setiap update nya ya kak. Salam sayang dari sangrainily🥰