Ibu Sambung

Ibu Sambung
Hari Pernikahan


__ADS_3

Hati Syifa begitu sangat hancur, bukan ia tak memahami duka Ibu kandung nya. Namun, Syifa tak mengerti mengapa Caca tak pernah memikirkan perasaan nya walau hanya sebentar.


Dua hari berlalu.


Hari ini adalah hari pernikahan Krystal bersama Raffa. Shinta dan keluarga pun bersiap untuk pergi undangan. Shinta, Syifa dan Alana pun memakai gaun yang seragam. Sedang kan, Alan. Memakai jas seperti ayah nya. Keluarga mereka terlihat sangat bahagia. Syifa pun sudah melupakan rasa sakit akan di tinggal pergi oleh Caca.


"Anak mama sangat cantik." puji Shinta pada Syifa yang seperti ratu kebangsaan. Syifa pun merasa malu dengan pujian mama nya. Revan, Shinta, Syifa, kedua orang tua Revan juga si kembar Alan dan Alana pergi ke pesta Krystal.


Sesampai di sana, kedua orang tua Revan berbicara kepada kedua orang tua Queen.

__ADS_1


Queen dan keluarga menyambut hangat mereka, Queen juga bermain dengan si kembar Alan dan Alana, terlihat si kembar begitu menyukai si cantik Queen. Revan dan Shinta mendekati kedua pengantin dan mengucap kan selamat.


"Terimakasih banyak, Kak." ucap Krystal pada Revan dan Shinta. Queen menanyakan keberadaan Caca yang tak hadir. Shinta menjelas kan segala nya pada Queen, Queen pun mengangguk mengerti. Wanita itu memahami apa yang Caca rasakan saat ini, mungkin menenangkan fikiran jauh lebih baik saat ini untuk Caca.


"Wah, Kalian sangat tampan dan cantik sekali." puji Krystal yang melihat si kembar Alan dan Alana.


"Iya dong, Tante. Kan mama dan Papa ku juga can-cantik dan Ganteng." ujar Alana. Krystal dan yang lain nya hanya tertawa. Alana begitu sangat bawel, seperti ibu nya dahulu. Melihat tingkah Alana, Revan selalu teringat dengan kisah masalalu diri nya bersama sang isteri. Di mana dahulu mereka selalu bertengkar dan Shinta yang tak pernah berhenti bicara.


Syifa menikmati makanan yang ada di pesta, ia juga menjaga adik nya. Queen masih sibuk bermain dengan si kembar. Revan mengajak isteri nya untuk berdansa di depan semua orang. Awal nya Shinta menolak karena malu. Namun, Revan memaksa. Yang lain pun bersorak dan meminta kedua nya untuk berdansa romantis.

__ADS_1


Pria ini, terkadang sifat nya begitu kaku. Namun, terkadang ia tak memperdulikan walau banyak orang lain. Pria aneh, tapi aku sangat mencintai mu ~ Batin Shinta.


Revan menatap mata isteri nya, mengarah kan tangan Shinta untuk menggalang kan tangan isteri nya ke leher. Semua orang begitu bersorak dengan heboh nya. Terutama, Alana yang paling sibuk melihat Mama dan Papa nya yang berdansa.


"Alan, Ayo ke sana!" ajak Alana pada saudara kembar nya.


"Untuk apa?" jawab Alan dengan singkat


"Kau ini! Tentu saja untuk beldansa sepelti mama dan Papa."

__ADS_1


"Aku tak mau! Kau saja sana, Aku masih walas dan tahu malu. Aku tidak sepelti mu!" ketus Alan, membuat Alana merasa geram dan ingin mengajak saudara kembar nya untuk bertengkar. Namun, Syifa melerai. Syifa pun mengajak Alana ke tengah untuk dansa bersama. Seperti Mama dan Papa nya. Awalnya Alana menolak, karena Syifa jauh lebih tinggi dari nya. Namun, karena bujuk rayu dari sang kakak Alana pun mau berdansa bersama. Alan yang tak tertarik dengan dansa tersebut memutus kan untuk menikmati hidangan yang di temani oleh Queen.


__ADS_2