
Sesampai di rumah, Shinta mencari keberadaan Puteri nya yang sedang bermain di halaman belakang
"Main apa" Shinta mendekat kearah Syifa. Syifa menoleh dan langsung memeluk Shinta
"Mama mau ikut?" Syifa mengalungkan kedua tangannya di leher Shinta dan mencium pipi Shinta dengan manja, Shinta pun membalas pelukan Puterinya. Ia mencium kedua pipi Syifa. Revan menghampiri mereka berdua, Shinta tak ingin menunjukkan sikap sikap kecewanya kepada sang anak.
"Ayo Pa, kita main sama mama juga" ajak Syifa. Sebenernya Shinta enggan untuk melihat Revan, namun ia tak mau egois dan membuat Syifa sedih. Bagaimana pun sebagai seorang ibu, ia harus bisa menetralkan perasaannya. Anak tidak bersalah, jangan korban kan anak demi keegoisan masing-masing.
"Ayo" jawab Shinta berusaha untuk semangat, Revan yang melihat wajah Shinta mengetahui bahwa Shinta belum benar benar memaafkannya. Mereka ber tiga pun bermain lari-larian dan saling tangkap, senyum dan tawa Shinta begitu ikhlas untuk Syifa. Demi sang Puteri ia melupakan segala rasa sakitnya, sedangkan Revan yang melihat senyum tulus isterinya semakin merasa bersalah
__ADS_1
*******
Hari demi hari telah berlalu, beberapa bulan ini mereka laluin kehidupan dengan baik baik saja tanpa adanya gangguan dari Caca dan juga Elsa. Kehamilan Shinta semakin membesar, usia kehamilannya memasukkin 7 bulan. Revan menjaga Shinta dengan sangat baik, ia telah bersumpah pada dirinya bahwa ia tak akan membuat isterinya kecewa lagi.
Caca memutuskan pindah ke London bersama suaminya, sedangkan Elsa menghargai keputusan sang Puteri dan tak bisa berkutik lagi.
Revan mengelus dan mencium perut isterinya yang buncit
"Papa sana, Syifa mau ketemu adik" ucapnya. Revan pun mengalah, Syifa mengelus dan mencium perut Shinta seperti yang di lakukan Revan tadi
__ADS_1
"Dedek kecil jangan nakal ya. Nanti kakak hukum kalau nakal sama mama" Celoteh nya, Revan dan Shinta pun hanya tertawa.
"Ma, Syifa mau dedek kembar" ucapnya semangat. Shinta dan Revan pun saling pandang. Shinta khawatir Syifa akan kecewa jika itu tidak sesuai dengan harapan sang anak
************
Di London, Caca memandangi bingkai photo milik Puterinya. Sudah 5 bulan ia berada di Negeri orang, ia memilih pergi yang jauh dari kehidupan putrinya bukan karena tak menyayangi sang anak. Namun Caca merasa ini yang terbaik, ia tak mau mengganggu kebahagiaan orang lain. Puterinya sudah memiliki seorang malaikat yang menyayangi dan menjaganya setulus hati. Orang itu adalah Shinta, kasih sayang Shinta yang begitu besar kepada Puteri nya membuat Caca merasa tenang dan bahagia. Caca membalikkan tubuhnya karena merasakan sebuah tangan yang memegang perutnya dari belakang. Caca tersenyum
"Kangen sama Syifa?" ucap Arvan dengan lembut, beberapa bulan ini hubungan Caca dan Arvan semakin membaik, Caca sudah mulai membuka hati untuk suami nya dan Arvan yang sebelum nya memang begitu mencintai Caca merasa sangat bahagia dan memperlakukan Caca jauh lebih lembut, ia memperlakukan Caca layaknya seorang ratu. Tidak ada lagi kekerasan, setiap hari Arvan selalu membuat Caca merasa menjadi wanita yang paling istimewa.
__ADS_1
"Kalau kangen kita akan pulang ke Indonesia dan bertemu dengan Syifa" ucap Arvan memberikan penawaran, namun Caca menggeleng. Bukan ia tak mau menemui Puterinya! Ia juga sangat merindukan Puterinya namun ia takut kehadirannya membuat Shinta menjadi salah paham lagi.