
"Kau sudah berbicara apa yang ingin kau katakan nona, sekarang giliran ku. Jika kau berharap jawaban dari setiap pertanyaan mu, kau tidak akan mendapat kan nya. Masalah tentang hidup ku, kau tidak perlu memikir kan nya. Pikir kan saja diri mu dan janin yang ada di kandungan mu, aku permisi." Rangga pun meninggal kan Kaynara di ruangan nya. Bahkan ia sendiri tidak tahu mengapa ia mau mengorbankan kehidupan nya demi menolong wanita yang sebelum nya tidak pernah dia kenal. Rangga sendiri tidak tahu apa alasan nya, yang ia tau saat ini adalah ia ingin menjaga Kaynara dan Janin yang ada di dalam kandungan Kaynara.
Kaynara terdiam, ia sudah pasrah akan kehidupan nya di masa depan. Tak masalah bagi nya hidup tanpa cinta yang penting anak yang ada di kandungan nya memiliki Ayah.
"Aku harus berterimakasih pada nya, apapun alasan yang ia miliki seharus nya aku tak perlu bertanya, aku hanya perlu bersyukur karena ada seseorang yang rela memberikan nama nya pada anak ku kelak." Kaynara mengelus perut rata nya. Ia merasa sangat pusing, Kaynara beranjak dari ranjang rumah sakit dan mencoba berjalan ke luar ruangan untuk memanggil perawat namun ia tak mampu menyeimbangi tubuh nya sendiri untuk berjalan akhir nya ia pun terjatuh.
Brukk!
Rangga yang mendengar suara dari dalam pun langsung berlari untuk melihat keadaan di dalam.
"Nona," Rangga langsung menghampiri dan menggendong Kaynara, ia membawa tubuh kaynara ke atas ranjang rumah sakit.
"Kau perlu sesuatu?"
"Tidak, terimakasih."
__ADS_1
"Lalu kenapa kau bisa sampai jatuh?"
"Tadi kepala ku terasa sangat sakit, aku ingin memanggil perawat untuk meminta obat pereda sakit kepala."
"Tunggu di sini ya, aku akan memanggil perawat untuk mu."
"Baik lah." Rangga pun keluar ruangan untuk memanggil perawat. Rangga datang bersama perawat untuk memeriksa keadaan Kaynara.
"Tolong lebih di perhatikan lagi kondisi isteri anda, Tuan. Jangan terlalu banyak pikiran. Tensi isteri anda sangat rendah."
"Kau istirahat lah, aku akan keluar."
"Tunggu!" Rangga menghentikan langkah nya, ia menoleh menghadap Kaynara
"Iya?"
__ADS_1
"Bi-bisa kah kita menjadi teman?" ucap Kaynara dengan gugup nya. Rangga tersenyum
"Kita sebentar lagi akan menikah, mengapa kau gugup?"
"Ay-emhm. Ayo kita kenalan?" Kaynara menyengir dan mengulur kan tangan nya. Sejujur nya Kaynara merasa sangat gugup dan gemetar
"Kan aku sudah tau nama mu, dan kau juga sudah tau nama ku dari mereka kan? mengapa harus berkenalan?" tanya Rangga bingung
"Kita saling mengetahui nama satu sama lain dari mereka, bukan kenal secara langsung. Dengar lah! sebentar lagi kita akan menikah, walau tak ada rasa cinta di antara kita setidak nya kita bisa menjadi seorang teman kan? dan membesar kan anak ku bersama-sama."
"Anak kita! dengar lah nona. Aku ingin menikahi mu, anak mu adalah anak ku juga. Dia anak kita bedua jadi jangan bicara bahwa dia adalah anak mu saja." Kaynara merasa sangat terharu mendengar ucapan dari Rangga. Rasanya ia ingin menangis.
"Masih ada ternyata pria baik di dunia ini." batin Kaynara. Ia tersenyum pada Rangga.
"Terimakasih ya! kau sudah mau menerima anak ini, maksudnya anak ku, eh anak kita berdua." ucap Kaynara dengan bingung. Rangga hanya tersenyum melihat tingkah Kaynara. Ia merasa sangat gemas melihat wajah lucu kaynara jika sedang gugup
__ADS_1