
"Sudah, jangan khawatir. Dia akan baik-baik saja, Shinta menantu mama yang sangat kuat. Percayalah, dia akan baik-baik saja." Lili menghapus air mata nya sendiri, mencoba menenangkan anak nya walau dari telepon.
"Anak-anak juga baik baik-baik saja, Tadi Syifa mencari kalian, mama nggak mau dia khawatir jadi mama berbohong padanya jika kalian pergi keluar ada urusan."
"Nenek berbohong?"
Lili terkejut mendengar suara cucu nya Syifa, Perlahan menoleh ke belakang. Terlihat Syifa yang berdiri dengan tatapan tajamnya, Syifa mendekati neneknya. Matanya sudah berkaca-kaca
"Nenek, Kenapa nenek berbohong? Kata kan nek, mama dan papa kemana?" suara Syifa semakin meninggi, Lili hanya terdiam dan membisu.
Revan yang mendengar teriakan anaknya dari telepon, mencoba untuk memanggil ibu nya namun tidak ada sahutan. Panggilan pun segera terputus, Revan semakin tak karuan rasanya.
__ADS_1
******
Di sisi lain, Syifa mencoba terus menanyakan hal yang sebenarnya kepada sang nenek. Teriakan nya membuat Tommy menghampiri mereka.
"Syifa!" bentak Tommy yang tak terima dengan sikap tidak sopan Syifa, Lili mencoba menenangkan suami nya.
"Sudah, Dia nggak salah. Jangan marahin dia!" ujar Lili, namun lagi-lagi Tommy terbawa oleh emosi nya.
"Syifa bertanya kemana mama dan papa, kenapa nenek nggak jujur aja dari tadi? Kenapa nggak ada yang mau bilang sama Syifa? Apa kakek dan nenek nggak tau gimana khawatir nya Syifa memikirkan keadaan mama? Tadi dokter datang, lalu sekarang mama dan papa nggak ada. Apa kesalahan Syifa?" Syifa yang tak tahan meluapkan kemarahannya dengan terisak. Lili memeluk cucu nya untuk menenangkan cucu nya
Deg!
__ADS_1
Syifa menjatuhkan tubuh nya ke lantai, hati nya merasa sangat sedih mendengar ucapan kakek nya. Lili menyuruh Syifa untuk bangkit namun Syifa hanya termenung saja menangis.
"Itu alasan kenapa nenek nggak mau ngasih tau kamu kemana kedua orang tua mu, Sayang percayalah nenek dan kakek nggak akan kenapa-kenapa. Kamu jangan seperti ini."
"Nek, apakah mama akan ba-baik saja?"
"Iya, Sayang. Mama akan baik-baik saja, jangan menangis. Kalau Syifa lemah, bagaimana Syifa menjaga adik-adik Syifa?"
Syifa menghapus air mata nya, membuang nafasnya perlahan. Ia berdoa jika mama nya akan segera sembuh, Syifa juga meminta sang kakek untuk mengantar kan diri nya kerumah sakit. Namun, Lili menjelaskan jika ini bukan waktu yang tepat. Sebaiknya mereka menunggu di rumah dan menunggu kabar dari Revan. Syifa hanya bisa menurut, dirinya merasa bersalah karena tadi bersikap tidak baik dan berteriak kepada neneknya. Syifa menangis dan meminta maaf kepada sang nenek. Menyesali perbuatannya, Lili pun memaafkan cucu nya dan memaklumi sikap spontan dari sang cucu. Karena ia tahu, jika cucu nya sangat khawatir dengan keadaan sang menantu. Apalagi diri nya sempat berbohong kepada Syifa tentang keberadaan anak dan menantu nya.
Lili menyuruh Syifa untuk pergi ke kamar dan istirahat saja sambil menunggu kabar dari papa nya. Syifa mengangguk dan menuruti perintah dari nenek nya. Ia segera beranjak pergi dari situ dan masuk ke kamar nya.
__ADS_1
*******
Yuk terus dukung dengan cara like, komen dan berikan vote nya kakak-kakak. Salam sayang dari Sangrainily untuk kalian semua 💗