Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2- Pamit


__ADS_3

Shinta menyusun barang-barang milik nya juga anak-anak. Besok ia akan kembali ke rumah Revan. Lusa mertua nya juga akan sampai ke rumah mereka. Seperti biasa, Revan membantu isteri nya untuk berkemas.


"Sayang, setelah ini kita akan memakai baby sister ya? sayang tolong lah jangan keras kepala. Kamu tak akan bisa mengurus mereka semua. Pasti sangat kwalahan, Kay juga sudah menikah dan memiliki keluarga baru." bujuk Revan. Shinta pun berhenti mengemas pakaian, lalu berfikir sejenak.


"Akan ku pikir kan nanti. Sekarang kita susun lah barang-barang dahulu, biar besok tidak bingung."


"Mengapa kau sangat keras kepala?" kesal Revan. Revan pun keluar dari kamar, ia menuju kamar anak nya dengan wajah yang tidak bersahabat.


"Papa." heboh Alana. Sifat Alana sangat menurun oleh Ibu nya yang tidak bisa diam dan selalu banyak pertanyaan membuat orang pusing. Alana mendekati papa nya dan meminta gendong. Sedang kan Alan terlihat sedang membantu Kakak nya mengemas barang mereka.


"Alana tadi membantu kakak, Pa." adu Alana pada Revan, Alan yang mendengar ucapan saudara kembar nya itu hanya melirik dengan tajam


"Lihat papa! Alan begitu tidak cuka pada ku." cemberut Alana, Revan pun membelai wajah mungil anak nya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin Alan tidak suka pada mu. Kalian adalah saudara kembar."


"Tidak papa, Alan tidak cuka Alana. Dia benci dengan Alana." Alan hanya cuek dan fokus membantu kakak perempuan nya.


"Kakak, apa kita tinggal di lumah papa?" tanya Alan kepada Syifa


"Iya, Dek. Lusa nenek Lili dan kakek akan pulang. Jadi, kita akan kembali kerumah papa."


"Apakah kakek dan nenek akan baik cepelti nenek yang di sini?"


"Papa kita kelual saja, belmain dengan kakek dan nenek Syafa." ajak Alana, Revan pun mengiyakan permintaan Alana. Revan berjalan menuju ruang keluarga terlihat Kaynara dan Rangga membawa koper mereka dan sedang berbincang dengan yang lain nya di bawah.


"Kalian akan pergi sekarang?" tanya Revan berjalan mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


"Iya, Kak. Rangga ingin mengenal kan ku pada saudara nya yang selama ini telah hilang. Adik nya sudah kembali bersama dengan diri nya. Dan kita akan tinggal bersama." ucap Kay


"Ibu akan merindu kan kamu, Nak." ucap Syafa sedih, walau Kay bukan anak kandung nya dan baru beberapa bulan belakangan ini bersama mereka. Namun, Syafa begitu sangat menyayangi nya.


"Tolong, jangan berbicara seperti itu. Bu! Rangga akan sering mengajak Kay bermain ke sini. Bahkan menginap bila perlu." ucap Rangga menghibur ibu mertua nya.


"Benar ya?" jawab Syafa memegang ucapan menantu baru nya.


*******


Shinta menangis di dalam kamar, karena terlalu kesal Revan membanting pintu kamar.


"Apa aku terlalu egois?" ucap nya. Sudah lama Revan tidak pernah membentak diri nya apalagi membanting pintu sekeras itu, Shinta pun merenung dan memutus kan untuk mengalah. Ia tak ingin selalu bertengkar dan membuat suami nya marah. Semenjak menjadi seorang ibu, Shinta lebih banyak mengalah pada keluarga nya. Hormon saat kehamilan membuat diri nya lebih sensitif dan kekanak-kanakan.

__ADS_1


"Aku harus menemui nya." Shinta mengusap air mata nya dan berlalu meninggal kan kamar.


__ADS_2