
"Apa aku bisa melihat anak kita?" Tanya Shinta penuh harap
"Sayang, kata dokter si kembar sedang melakukan perawatan terlebih dahulu, mungkin besok si kembar bisa kita lihat" Shinta pun mengerti, ia memeluk Syifa dengan penuh kasih sayang
"Mama dan Papa baru sampai?"
"Iya sayang, kami baru saja sampai" jawab Lili
"Ma, sebaiknya mama dan papa pulang dulu istirahat lah. Kalian sudah melakukan perjalanan yang jauh" Pinta Revan, Lili dan Tommy pun menyetujui nya dan berpamitan untuk pulang kerumah, sedang kan Syifa Revan tetap ingin di rumah sakit menjaga Shinta
*****
Keesokan hari nya, 2 perawat membawa si kembar menggunakan box bayi. Pagi pagi sekali Lili dan Tommy sudah berada di rumah sakit, mereka pun tak sabar melihat cucu kembar mereka
"Lucu sekali" Heboh Syifa, yang ada di ruangan pun begitu gemas melihat si kembar
"Mau di kasih nama siapa mereka?" Tanya Tommy dengan lembut dan menatap bahagia ke dua cucu nya
"Alan Mahardika Pratama dan Alana Pertiwi" Ucap Revan
"Bagaimana sayang apa kau setuju?" Tanya Revan kepada Shinta
__ADS_1
"Alan dan Alana, nama yang bagus. Aku suka" ucapnya
"Hallo dedek Alan, dedek Alana" sapa Syifa, si kembar pun tersenyum kecil, seolah mengerti. Mereka semua begitu gemas melihat tingkah si kembar
"Sayang, mengapa Ayah dan Ibu belum datang?" Shinta begitu sangat merindukan kedua orang tua nya
"Kami di sini sayang" ucap Syafa, Shinta pun tersenyum mengembang. Shinta langsung memeluk tubuh sang ibu ketika Syafa sudah mendekat
"Ibu, Tata kangen" ucapnya manja
"Lihat lah bu, ini cucu ibu" Syafa pun melihat ke arah bayi kembar yang sedang tersenyum ke arah nya
"Siapa nama nya nak" Tanya Gunawan
"Alan dan Alana Yah" jawab Shinta dengan semangat
"Nama yang bagus"
"Bagaimana keadaan mu sekarang nak?"
"Sudah membaik Bu, Yah. Tata merindukan kalian" ucap Shinta dengan manja, walau ia sudah menjadi ibu tak membuat dirinya berhenti bersikap manja jika bersama kedua orang tua nya apalagi sudah beberapa bulan ini tidak bertemu.
__ADS_1
"Ayah dan Ibu kemana saja" jawabnya dengan manyun. Gunawan melihat ke arah sang isteri, sebenarnya kondisi Syafa belum membaik. Namun Syafa memaksa untuk bertemu dengan anak dan cucunya, Syafa pun meminta kepada Gunawan agar bersikap seperti tidak ada kejadian apa-apa.
"Ibu, mengapa wajah ibu sedikit pucat" tanya Shinta yang membuat semua orang mengambil perhatian ke Syafa
"Iya ma, wajah mama pucat" timpal Revan
"Mungkin Ibu hanya kelelahan saja di jalan nak, kalian gak usah khawatir ya" Syafa mencoba membuat menantu dan anak nya mengerti. Syafa pun menoleh ke Syifa dan memeluk cucu pertama nya
"Cucu grandma, grandma kangen banget sama kamu" Syafa mengecup pipi Syifa dengan gemas
"Syifa juga kangen sama nenek" ucap Syifa, si kembar menangis membuat semua orang menoleh ke arah nya
"Cucu grandma yang kembar ini juga mau di peluk ya nak" ucap Shinta, si kembar Alan dan Alana pun berhenti menangis dan tersenyum menggeliatkan tubuhnya membuat mereka merasa gemas
Si kembar Alan dan Alana
**********
Hai kak itu sangrainily kasih visual untuk si kembar Alan dan Alana ya kak, ini hanya ilustrasi dari author saja. Jika tidak sesuai dengan harapan kakak kakak bisa di Bayangi sendiri gimana visual untuk si kembar Alan dan Alana ya kak. Mohon dukungan dengan cara like, komen, vote dan berikan rate 5 ya kak agar sangrainily semangat terus up setiap hari. Salam sayang dari sangrainily untuk kalian 🥰
__ADS_1