Ibu Sambung

Ibu Sambung
Mengobrol Bersama


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan kamar untuk Reyhan. Shinta dan Caca kembali ke ruangan keluarga. "Ibu kamar nya sudah siap. Rey sudah bisa di bawa ke kamar, Bu." ujar Shinta kepada ibu nya.


Ibu Syafa tidak lupa mengucapkan terimakasih banyak kepada anak nya. "Terimakasih banyak, sayang. Kalian sungguh kakak-kakak yang baik."


Ini Syafa merasakan bagaimana rasa nya menjadi ibu dari seorang putera dan Puteri.


Ia memiliki anak laki-laki dan juga perempuan, selama ini Syafa hanya memiliki anak perempuan dan menantu laki-laki saja.


Syafa mengajak Rey untuk ke kamar beristirahat.


Rey mulai luluh dengan ibu Syafa dan menuruti permintaan nya.


Ibu syafa merasa sangat senang "Bagus sekali, sayang. Kamu membuat Ibu senang." gumam ibu Syafa.


Ayah dan Ibu membawa Rey ke dalam kamar, Rey membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Rey masih banyak diam dan sesekali ia akan histeris. Namun, perlahan ia mulai mengenal ayah dan ibu.


"Rey, sayang. Kamu tidur ya nak. Ibu dan Ayah akan keluar. Jika Rey membutuh kan sesuatu Rey bisa memanggil ibu atau kakak-kakak yang ada di luar. Rey tidak perlu takut ya sayang. Mereka bukan orang jahat." Rey mengangguk mengerti.


Syafa mengelus rambut Rey dengan lembut, Rey menatap mata Syafa lalu tersenyum


Syafa semakin bahagia melihat Rey yang mulai tersenyum. Ia yakin perlahan-lahan Rey akan seperti anak-anak normal lain nya.


"Rey, sayang. Ibu pergi dulu ya." setelah mengecup kening Rey, Syafa beranjak pergi namun Rey memegang jemari ibu nya..


"Jangan pergi." Syafa memandang suami nya. Rey sudah mulai mau bicara, ternyata Rey bisa bicara nomal seperti yang lainnya.


"Iya, sayang. Ibu tidak akan pergi." Syafa kembali duduk di samping Rey, Rey langsung memeluk ibu nya.


"Sayang." ujar Syafa yang mengeratkan pelukan nya. Ia mengelus rambut anak nya dengan perlahan.


Syafa ingin Rey merasakan kasih sayang tulus dari keluarga nya.


"Mama." panggil Rey, mungkin ia merindukan mama nya cinta.


Syafa mengatakan jika mereka akan membawa mama nya ke sini. Rey menggeleng. "Rey tidak mau."


"Kenapa, sayang?"


"Rey nggak mau di sana lagi."


"Iya nak, Rey akan di sini tinggal bersama ibu, ayah dan kakak-kakak lain nya."


Rey mengangguk, ia pun ingin mengenal keluarga yang lain nya perlahan. Namun, Rey masih trauma dengan orang asing.


Sebenar nya Rey anak yang pintar dan baik. Ia juga normal, Rey di besarkan oleh nenek dari papa nya.


Flashback!


.Rey hidup bahagia dengan nenek nya berdua, nenek nya juga selalu memanjakan Rey. Namun, enam bulan terakhir nenek nya telah tiada.


Rey juga baru tahu jika dia memiliki seorang mama. Rey tinggal bersama cinta selama enam bulan ini.


Rey tidak terbiasa dengan mama dan keluarga baru nya. Apalagi, Rey selalu mendapatkan perlakuan kasar oleh ayah tiri nya. Rey selalu di aniaya oleh ayah tiri nya. Hingga Rey trauma dan mental nya menjadi terganggu.


Cinta yang tak tahan dengan perlakuan kasar Alvin pun memutuskan untuk pergi dari rumah nya dan bercerai dengan Alvin.


Namun, Alvin mengatakan jika cinta ingin bercerai maka cinta kehilangan hak asuh untuk anak-anak mereka.


Cinta sangat menyayangi ke dua anak nya dari pernikahan ke dua nya. Namun, ia juga tidak bisa membiarkan Rey terus-terusan di aniaya oleh Alvin.


Alvin melampiaskan setiap rasa sakit hati nya kepada Rey. Apalagi wajah Rey sangat mirip oleh ayah nya.


Hal itu semakin membuat luka di hati Alvin meradang. Ia tidak menerima dengan pengkhianatan yang di lakukan oleh isteri nyaa.


Selama ini ia mempercayai cinta namun cinta tega mengkhianati nya bahkan menyembunyikan anak dari hasil perselingkuhan nya itu.


Berulang kali cinta meminta maaf kepada suami nya namun rasa sakit hati itu begitu besar.


Alvin tenggelam dalam kekecewaan dan api kemarahan.Alvin memperlakukan Rey dengan sangat sadis.


Cinta yang selalu menolong anak nya juga akan mendapatkan penyiksaan yang sama.


Berulang kali cinta ingin kabur bersama anak-anak nya. Namun anak-anak nya begitu dekat dan menyayangi papa mereka Alvin.


Anak-anak tidak pernah mau pergi tanpa Alvin. Hal itu yang selalu membuat cinta ketahuan jika ingin kabur dari rumah.


Alvin tidak akan mengampuni cinta bahkan ia melampiaskan kemarahan nya kepada Rey.


Suatu ketika, Alvin pernah mencambuk Rey dengan besi yang sengaja di panas kan. Cinta tidak sanggup lagi, ia segera membawa Rey pergi dari rumah itu. Ia mengatakan kepada suami nya akan membuang Rey ke panti asuhan..


Namun, bagaimana pun cinta adalah seorang ibu dia tidak akan tenang jika meletakkan anak nya di panti asuhan apalagi kondisi Rey yang sangat menyedihkan.


Cinta teringat dengan Shinta, ia pun mencari tahu keberadaan Shinta


Bagi nya saat ini, Shinta adalah penyelamat untuk kehidupan anak nya Rey.


Beberapa hari orang suruhan cinta mendapatkan alamat rumah orang tua Shinta..

__ADS_1


Bahkan, mereka memantau keadaan rumah orang tua Shinta apakah benar itu rumah orang tua Shinta atau bukan


Orang yang memantau rumah ibu Syafa beberapa waktu yang lalu adalah orang suruhan cinta. Setelah memastikan ini benar rumah orang tua Shinta. Cinta langsung datang untuk menitipkan Rey kepada keluarga Shinta.


Walau ia tahu jika diri nya akan di cap sebagai ibu yang buruk. Cinta tidak perduli, bagi nya saat ini adalah perlindungan untuk anak nya. Mental Rey juga terganggu karena berbulan-bulan ini selalu di siksa oleh suami nya.


Cinta menangis di jalan, ia tidak sanggup harus meninggalkan Rey namun diri nya jauh lebih tidak sanggup jika melihat Rey selalu di aniaya.


Itu pilihan yang sangat sulit bagi nya. Cinta juga tidak mungkin meninggalkan anak-anak nya yang lain hanya karena Rey.


Cinta melakukan ini semua demi kebaikan Rey, walau cara nya di anggap salah orang lain. Cinta sungguh tidak perduli.


Saat cinta datang ke rumah Shinta, tidak ada siapapun di sana. Cinta harus merasakan kecewa lagi, ia memutuskan membawa anak nya untuk menginap di hotel


Begitu banyak panggilan masuk dari Alvin. Jika cinta membawa Rey pulang pasti Alvin akan memukuli nya lagi. Namun, ia juga tidak bisa meninggalkan anak nya sendiri di hotel. Cinta tidak akan pernah merasa tenang sedikit pun.


Ia memutuskan untuk mematikan ponsel nya, dan memilih menjaga Rey di hotel. Cinta tahu jika anak-anak nya yang lain ada baby sister yang menjaga nya.


Untuk mempermudah cinta melepaskan Rey, ia tidak memperlihatkan kasih sayang nya kepada Rey. Selama di hotel cinta bersikap tidak perduli dengan Rey namun pada kenyataan nya dia sangat peduli dan menyayangi anak nya itu.


Setiap malam, saat Rey tertidur. Cinta menangis memeluk anak nya. Ia tidak pernah merawat Rey namun cinta selalu datang ke rumah nenek Rey setiap hari untuk melihat anak nya.


Rey memang tidak tahu jika cinta adalah mama nya karena nenek nya selalu mengatakan jika cinta adalah teman dari almarhum ke dua orang tua nya.


Mereka memang sengaja tidak memberitahu Rey karena cinta sudah mempunyai kehidupan baru dengan suami nya.


Ibu dari sahabat nya itu tidak mau merusak kebahagiaan cinta. Selama ini cinta sudah banyak menderita dan menghabiskan waktu nya untuk menemani Reyhan yang sekarat.


Walau tanpa sengaja ke dua nya melakukan hal yang tdiak baik hingga membuat cinta hamil. Namun Reyhan hanya mencintai Shinta. Ia hanya menganggap cinta sebagai seorang teman saja.


Cinta membuang waktu berharga nya hanya demi orang yang tidak pernah mencintai nya.


Sebab itu, ibu dari sahabat nya itu meminta kepada cinta untuk tidak memberitahu masalah ini kepada siapapun.


Cinta harus melanjutkan kehidupan nya yang bahagia dengan suami nya Alvin.


Alvin juga baru mengetahui rahasia sebesar ini saat ibu dari sahabat nya tiada.


Tidak ada yang menjaga cucu nya lagi, ia menitipkan cucu nya kepada cinta karena cinta adalah ibu kandung dari Rayhan.


Sontak pernyataan itu membuat Alvin tidak percaya, bagaikan di sambar petir rasanya sangat dasyat.


Mungkin, jika dari awal cinta berkata jujur sebelum mereka menikah Alvin akan menerima segala nya dengan lapang dada.


"Bagaimana aku bisa memberitahu mu, saat itu kita sudah menikah."


ucapan cinta membuat Alvin semakin marah, ternyata kejadian itu terjadi saat mereka sudah menikah.


Saat cinta datang untuk ke dua kalinya kerumah ke dua orang tua Shinta. Shinta ada di rumah, cinta merasa sangat lega. Ia akhir nya bisa bertemu dengan Shinta.


Awal nya Cinta merasa khawatir karena Shinta sempat menolak nya namun orang tua Shinta sangat baik. Mereka yang menerima Rey. Cinta semakin tidak perlu khawatir karena cinta tahu dari sahabat nya dulu..Jika orang tua Shinta begitu lembut dan penyayang.


Flashback end.


Rey masih menggenggam jemari ibu Syafa. Ia tidak ingin ibu Syafa pergi kemana-mana.


"Mas sebaiknya mas keluar saja duluan. Biar saya di sini yang menjaga Rey. Mas tahu kan terkadang Rey sering histeris jika melihat laki-laki."


"Iya, mengapa ketakutan nya kepada kami sekuat itu?" Syafa menggeleng, ia pun tidak mengerti mengapa hal itu terjadi. Namun, Syafa berharap jika nanti Rey akan sembuh.


"Setelah kita membawa nya ke dokter untuk di periksa kita akan tahu apa yang sebenar nya terjadi."


Ayah Gunawan mengangguk. Ia juga tidak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


ketika mereka membawa Rey ke rumah sakit mereka akan mengetahui penyakit yang dialami oleh Rey.


Gunawan pun mengatakan kepada isteri nya jika ia akan menyusul yang lain di luar. Ibu Syafa mengangguk, ayah Gunawan mengecup kening isteri nya dengan lembut.


Ayah gunawan memang lah pria idaman, ia selalu memperlakukan wanita nya dengan lembut dan kasih sayang.


aku


"Mas mencintai mu, Sayang."


Ibu Syafa pun membalas ucapan suami nya dengan wajah yang memerah malu. Sungguh, ibu Syafa terlihat sangat cantik jika tersipu malu seperti itu "Saya juga sangat mencintai mu mas."


Gunawan memang tidak salah memilih isteri yang berhati malaikat.


Walau bukan dia yang melahirkan Caca, Kay dan juga Rey namun isteri nya memperlakukan mereka seperti ia memperlakukan anak kandung mereka sendiri tanpa membeda-bedakan antara anak kandung dan juga anak angkat.


"Saya seperti ini juga karena mas. Jika suami saya galak dan sangat kejam, mungkin ia tidak akan mengizinkan saya untuk berbuat kebaikan. Tapi suami ku jauh lebih baik dari ku, ia selalu mendukung ku apapun yang tejadi."


"Karena suami dan isteri harus saling melengkapi satu sama lain, mendukung dan menerima dan mencintai segala kekurangan dan kelebihan pasangan nya." ibu Syafa tersenyum menatap mata suami nya.


Wanita beruntung ketika mendapatkan pria yang benar-benar memperlakukan nya sebagai seorang ratu.


Dan ibu syafa salah satu wanita beruntung itu.


Ayah Gunawan kembali mengecup kening nya lalu berlalu pergi meninggalkan anak dan isteri nya.

__ADS_1


******


Melihat ayah nya yang berjalan mendekati mereka, Shinta bangkit dan mendekati ayah nya.


"Yah, bagaimana keadaan Rey?"


"Rey sudah tidur namun seperti nya ia tidak ingin di tinggal atau jauh dari ibu kalian. Ia menggenggam jemari tangan ibu kalian dan tidak membiarkan ibu pergi."


Shinta dan Caca begitu senang mendengar nya..Lagipula siapa yang tidak merasa nyaman jika di dekat ibu Syafa.


Caca yang sudah begitu dewasa saja sangat merasa tenang dan nyaman jika berada di dekat ibu Syafa apalagi anak sekecil Rey.


Umur nya yang masih sangat kecil dan membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu.


"Tata yakin jika bersama ayah dan ibu. Rey tidak akan merasakan kekurangan apapun, apalagi kasih sayang yang ibu dan ayah berikan dengan banyak dan melimpah." ujar Shinta yang memuji ke dua orang tua nya.


"Jangan terlalu memuji ayah dan ibu secara berlebihan kami masih terus harus belajar banyak untuk menjadi orang tua yang baik untuk kalian semuanya." Shinta mendekati ayah nya. Ia pun memeluk ayah nya dengan erat "Ibu dan Ayah sudah memberikan yang terbaik untuk kami. Iyakan ca?" Shinta mengajak Caca untuk mendekat. Caca pun mendekat.


Ayah gunawan memeluk ke dua putri nya dengan erat. "Anak-anak ayah yang cantik." gumam ayah Gunawan.


Caca mengingat Brian papa nya. Andai saja, papa nya seperti ayah gunawan pasti Caca akan sangat senang.


Semenjak menikah, papa nya tidak pernah lagi bertanya kabar anak nya bahkan tidak perduli lagi dengan nya. Caca sudah berkali-kali mencoba menghubungi sang papa namun tidak pernah ada respons bahkan pesan nya juga tidak pernah di balas.


Seperti nya Brian memang benar-benar sudah melupakan nya. "Papa sudah memiliki keluarga baru, isteri nya juga baru melahirkan sebab itu papa tidak perduli lagi padaku. Bahkan aku tidak tahu bagaimana kabar papa sekarang dan di mana papa berada. Apakah papa baik-baik saja atau tidak. Apakah mama masih menganggap ku sebagai Puteri atau tidak."


Kini Caca hanya memiliki keluarga kecil nya dan juga keluarga Shinta.


Caca tidak tahu jika tidak ada keluarga Shinta mungkin Caca akan terus merasa kesepian.


Ayah gunawan membelai ke dua rambut anak-anak nya.


"Kalian sudah dewasa sekarang, Ayah sangat senang melihat kalian akur seperti ini. Tetap lah seperti ini anak-anak ku." pesan ayah kepada Caca dan Syifa.


Caca dan Syifa berjanji kepada ayah mereka jika mereka akan terus kompak seperti ini..


"Ayah mengajari kami untuk selalu menyelesaikan masalah dengan tenang. sampai kapanpun kami akan mengingat nasehat Ayah itu dan kami akan menghadapi masalah dengan kepala yang tenang tanpa adanya emosi Kami tidak akan membiarkan ayah dan ibu bersedih atas ulah kami, kata berjanji akan selalu membuat ayah dan ibu bangga kalian akan selalu mengingat anak-anak kalian sebagai keluarga yang begitu akur dan akrab bahkan keluarga orang lain akan merasa iri melihat keharmonisan keluarga kita." itu lah yang Shinta ucap kan kepada ayah nya."


"Tetap lah seperti ini terus anak-anakku."


"Iya, ayah."


Syifa dan Caca melepaskan pelukan mereka. Mereka meminta ayah mereka untuk duduk di sofa.


Mereka pun berkumpul dan mengobrol bersama.


********


Syafa memandangi wajah Rey yang tertidur dengan pulas, Ibu Safa pun tersenyum sendiri melihat wajah imut dari Rey.


betapa bahagianya Ibu Syafa hari ini telah dipertemukan oleh anak sebaik Rey. Walau ia mengalami trauma yang besar namun Rey bukanlah anak yang membangkang. Bahkan ia begitu menuruti ucapannya dan juga suaminya.


Ibu Syafa membayangkan sewaktu ia dan suaminya menjadi pengantin baru. Mereka sangat ingin memiliki anak lelaki namun Tuhan mempercayakan mereka anak perempuan yaitu Shinta, namun sekarang ia diberikan anak lelaki yang begitu tampan dan juga baik seperti rey.


Tuhan memang begitu adil kepada setiap umatnya. Tidak masalah jika bukan diri nya yang melahirkan Rey. Ibu Syafa sudah menyayangi Rey sejak pandangan pertama saat ibu kandungnya Rey yang bernama cinta ingin meninggalkannya di sini dan menitipkan nya kepada Shinta


ia mengira jika anaknya yang akan merawat Rey. Namun ternyata Shinta tidak ingin merawat Rey mungkin karena diri nya mirip sekali dengan mantan kekasihnya Shinta. Mungkin anaknya itu tidak mau hal ini menjadi masalah untuk rumah tangganya nanti


********


Shinta yang merasa mengantuk mengajak suami nya untuk tidur di kamar. Revan pun menuruti ucapan isteri nya.


Ia meminta izin kepada ayah Gunawan untuk masuk kamar terlebih dahulu. Ayah gunawan pun mengangguk, ia juga meminta kepada Caca dan Arvan untuk ikut istirahat.


"Kalian juga tidur lah, ayah juga ingin kembali ke kamar."


"Iya, ayah."


Semua nya masuk ke dalam kamar masing-masing ayah Gunawan ingin menunggu isteri nya namun ia tidak yakin jika Rey membiarkan isteri nya untuk pergi dari kamar.


Ayah Gunawan pun mengalah dan masuk ke dalam kamar nya sendiri.


Ibu syafa ingin ke luar dari kamar Rey. Namun Rey tidak melepaskan genggaman nya dengan ibu Syafa.


Ibu Syafa pun tidak mau membuat Rey terbangun. Rey sudah lebih tenang, ia tidak mau melihat Rey histeris.


Akhirnya ibu Syafa pun tidur di samping Rey.


Ia membelai rambut Rey dengan perlahan, menyayangi kan lagu tidur untuk Rey.


Perlahan ibu Syafa pun tertidur di samping anak nya itu.


"Aku senang sekali jika Rey bisa lebih dekat dengan ibu dan bisa menerima ibu." ujar Shinta..


Revan pun setuju dengan ucapan istri nya. "Iya, sayang. Jika Rey terbiasa dengan ibu dia pasti akan lebih mudah di atasi. Tidak seperti tadi. Namun, sebaik nya anak-anak jangan dulu dekat dengan nya ya. Aku nggak mau jika anak-anakku terluka. Aku akan kehilangan kendali nanti nya."


Shinta meyakinkan suami nya jika Rey tidak akan melakukan apapun kepada anak-anak


.

__ADS_1


Rey seperti tadi karena ia pun merasa takut dengan orang asing, Rey juga belum mengenal mereka. Wajar saja jika Rey bersikap seperti itu."


__ADS_2