
Shinta menangis terharu, beberapa tahun silam ia di vonis mandul tak bisa memiliki anak. Namun, keajaiban Tuhan membuat diri nya kini melahir kan tiga anak, Shinta merasa menjadi wanita yang sangat beruntung. Memiliki suami dan anak sambung yang menyayangi diri nya. Terutama Syifa, Syifa adalah alasan Shinta menikah dengan musuh nya di sewaktu bangku SMA.
Revan menghapus air mata Shinta yang berlinang membasahi pipi nya, Revan berjanji akan menjaga isteri dan anak-anak nya. Pintu ruangan Shinta terbuka, terlihat kedua orang tua mereka masuk ke dalam ruangan untuk memberikan selamat.
Perawat pun masuk ke dalam ruangan memberikan bayi nya sebentar, semua orang merasa sangat bahagia. Namun, tak berani menyentuh bayi nya.
"Mau di beri nama siapa anak kita?" tanya Shinta pada Revan, karena ia belum memikirkan nama yang cocok untuk anak mereka.
"Rayhan." jawab Revan, mendengar ucapan Revan membuat Shinta tercengang, itu adalah nama mantan kekasih nya dahulu. Shinta yang tak mengerti maksud dari suami nya pun memasang wajah yang tidak senang.
"Sayang, dengar kan dahulu maksud ku." namun bukan mendengar penjelasan dari suami nya, Shinta memutus kan untuk tak menggubris ucapan Revan. Bukan ia tak bahagia, namun nama itu akan membuat Shinta semakin merasa bersalah.
__ADS_1
Ke dua orang tua Revan pun merasa sangat keberatan. Terutama Tommy.
"Tolong kalian dengar lah aku dulu!"
Semua terdiam, tak mengeluar kan suara sedikit pun. Revan menoleh pada Shinta, menggenggam jemari istri nya.
"Rayhan adalah sejarah kehidupan mu di masa kelam, dia juga begitu sangat mencintai dan memberikan pengorbanan yang begitu luar biasa untuk mu. Jika bukan karena diri nya, mungkin kita tak akan bisa bersama saat ini. Aku hanya anak kita mencintai mu sedalam Rayhan mencintai mu."
"Itu nggak masuk akal, Van!" kesal Shinta.
"Aku lagi nggak mau berdebat sama kamu! Lebih baik kamu keluar aja, aku ingin istirahat sama anakku!"
__ADS_1
"Kamu harus dengerin aku dulu, Sayang. Aku tahu, terkadang di setiap malam kamu selalu mengingat kenangan mu bersama Rayhan. Kamu merindukan nya, tak sedikit waktu kamu menangis karena merasa bersalah pada nya." Shinta menatap suami nya dengan penuh kekecewaan.
"Aku nggak paham sama yang ada di pikiran mu!"
"Sudah! Tata baru saja melahir kan, kenapa kalian harus ribut? Kapan bahagia nya jika hal sepele saja kalian selalu permasalah kan? Kalian udah menjadi orang tua dari empat anak! Kenapa sifat kalian tidak pernah berubah?" tanya Syafa yang tak mengerti dengan watak anak dan menantu nya.
"Mama setuju dengan apa yang mertua kamu bilang, lebih baik biar kan Tata istirahat, kita akan membahas ini nanti! Sudah jangan bertengkar, apalagi di hadapan anak kalian! Umur anak kalian belum ada sehari, namun sudah melihat kedua orang tua nya berdebat! Ayo, kita sebaik nya keluar dan biar kan Tata istirahat sejenak." ajak mama Lili, Revan dan yang lain nya pun keluar ruangan, setelah kepergian yang lain nya. Shinta menangis, ia begitu tak mengerti dengan apa yang suami nya pikir kan.
"Aku nggak mau masalalu ku menghantui kehidupan kita di masa depan, apalagi untuk anak-anak kita! Tapi, kenapa kamu nggak ngerti sih." gumam Shinta terisak.
**********
__ADS_1
Terimakasih untuk para readers setia ku, aku sangat menyayangi dan menghargai kalian♥️dan untuk para readers julit dan tau nya hanya mengatur saja. Ini hanya lah dunia dongeng saja, tolong jangan baper. Yang nggak suka bisa pergi meninggal kan cerita ini, author update untuk para readers setia yang menunggu. Bukan para readers yang julit tau nya hanya komentar-komentar yang menyakitkan hati.
Jika nggak suka, setidak nya bisa hargai dan gak usah baca. Kalian nggak sadar, komentar kalian sering sekali buat author merasa down dan takut untuk menulis. Jika kalian merasa kurang puas, dan terlalu banyak mengatur kenapa nggak kalian saja yang menjadi author? biar tau bagaimana sulit nya menjadi kami para author yang nggak pernah di hargain oleh readers julit!