Ibu Sambung

Ibu Sambung
Alana Menangis?


__ADS_3

Revan berharap agar kedepannya Shinta bisa kembali pulih seperti dulu, ia pun mengecup kening Shinta berulangkali.


"Aku mencintaimu."


ucapan Revan membuat Shinta menangis dengan terisak, ia mengeratkan pelukan mereka


"Aku juga mencintaimu, aku membutuhkan mu."


"Aku juga membutuhkan mu, bukan hanya aku tapi semua yang ada di rumah ini membutuhkan mu, Sayang. Kembalilah menjadi wanita yang lemah lembut seperti dulu." pinta Revan kepada istrinya, ia ingin istrinya kembali seperti dulu.


Shinta mengangguk, ia berjanji akan kembali seperti dulu. Namun ia butuh waktu untuk memulihkan lukanya, luka karena kehilangan anaknya


"Sayang, memang Al meninggal karena diracuni oleh orang lain. Namun jika Tuhan tidak berkenan, Al pasti akan tetap bersama kita. Tuhan menyayangi Al melebihi kita, ia ingin Al disisinya. Jangan menyalahkan orang, kepergian Al itu karena kehendak dari yang maha kuasa. Kita tidak sanggup untuk menghentikan itu semua."


Shinta mengangguk, ia tau jika kepergian Al juga karena kuasa dari Tuhan.


Shinta pun kembali meminta maaf kepada para pelayan di rumahnya.


Para pelayan itu memaafkan Shinta, mereka juga meminta maaf karena sudah membuat Shinta kecewa.

__ADS_1


"Kami juga salah nyonya, kami salah karena sudah lalai menjaga baby Al." gumam salah satu pelayan.


"Jangan meminta maaf, aku yang salah."


Shinta pun memeluk pelayan satu-persatu, meminta maaf dengan setulus hati.


Raisa mendekati Shinta, ia meminta kepada Shinta untuk pergi ke rumah sakit.


"Ma, Raisa ingin pergi ke rumah sakit. Raisa ingin melihat Mami dan Daddy!"


Shinta pun mengangguk membawa Raisa kerumah sakit agar Raisa merasa lega setelah melihat kedua orang tuanya.


"Aku akan membawa Raisa ke rumah sakit." ucap Shinta kepada suaminya namun Revan menolak.


Shinta terdiam sejenak, menoleh ke arah Raisa.


"Mama jangan khawatir, tidak apa-apa kalau om Revan yang mengantar Raisa ke rumah sakit."


"Baik lah sayang, kamu hati-hati ya?" Shinta mencium Raisa, ia tau jika Raisa akan aman bersama suaminya Revan.

__ADS_1


"Mama!"


panggil Alana yang berlari ke arah mamanya, Shinta menggendong Alana.


"Iya sayang, kenapa?" tanya Shinta kepada anaknya dengan hangat, ia memeluk Alana.


Wajah si kembar dengan baby Al juga sangat mirip.


Melihat Alana ia pun menangis, seakan merindukan Al.


Revan tau saat ini hati istrinya masih saja rapuh, ia memegang bahu istrinya


Revan tau itu bukan waktu yang sebentar untuk Shinta bisa pilih, Revan ikut menangis Shinta menoleh ke arah suaminya yang menangis.


"Jangan menangis!" pinta Shinta kepada suaminya, hatinya merasa bersalah.


Alana menghapus air mata mamanya, ia mengatakan untuk mama dan papanya tidak menangis


"Mama, Papa. Jangan menangis! Alana sayang kalian." Alana merengek, Shinta memeluk anaknya

__ADS_1


Tommy dan Lily yang baru pulang dari rumah sakit pun berjalan ke arah anak dan menantunya.


"Sayang, kamu lihat! Kesedihanmu membuat keluarga mu juga menderita. Papa tau apa yang kamu rasakan, bukan hanya kamu yang terluka. Tapi kita juga, nak kamu lihat! Anakmu bukan hanya Al. Ada Syifa, dan si kembar. Mereka membutuhkan mu, mau sampai kapan kamu terus merasa sedih?" ujar Tommy, ia tidak bermaksud menyalahkan menantunya namun Tommy juga tidak bisa melihat Shinta yang terus-menerus seperti ini.


__ADS_2