Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Semua akan baik-baik aja


__ADS_3

Perut Shinta terasa sangat sakit


"Aw" iya meringis memegang perutnya yang buncit, dahi nya bercucuran keringat. Shinta mengambil ponselnya dengan tangan yang bergemetar


"Sayang, tolong" Teriaknya lalu menghempaskan ponsel, Shinta berusaha memanggil para pelayan yang ada di rumah nya


"Nyonya" Teriak salah satu pelayan, dahi nya terus bercucuran keringat, ia merasakan sakit yang luar biasa. Supir dan pelayan membawa Shinta ke rumah sakit


******


Sesampai di rumah sakit, para perawat membawa Shinta ke ruangan UGD


"Seperti nya nona mau melahirkan" ucap salah satu perawat. Tapi bukan kah ini masih akhir bulan, seharusnya ia melahirkan di bulan depan.


"Tolong panggil kan suami nya" Perintah dokter, perawat pun keluar ruangan.


"Suami pasien" panggil perawat. Namun Revan belum juga sampai


"Tuan kami sedang dalam perjalanan" ucap sang pelayan.


"Itu tuan" tunjuk supir, mereka melihat ke arah Revan yang sedang tergesa-gesa berlari yang di ikuti oleh David sektaris pribadi Revan sekaligus sahabatnya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan isteri saya" tanya Revan kepada salah satu perawat


"Anda suami pasien?"


"Iya, saya suaminya! Di mana isteri saya" Tanya nya dengan panik


"Dokter memanggil anda"


********


Di dalam ruangan Revan melihat isterinya yang meringis kesakitan, ia menghampiri Shinta dan memegang erat tangan isterinya lalu mengecup dahi Shinta yang penuh dengan keringat


"Sayang sebentar ya" Revan mengecup dahi Shinta lagu, lalu ia mengikuti dokter tersebut. Dokter pun menjelaskan bahwa Shinta harus di operasi


"Apapun lakukan demi keselamatan isteri saya" Revan langsung menandatangi surat tersebut, setelah Revan menandatangi surat itu dokter langsung mengambil tindakan


********


Revan mondar mandir di luar ruangan, sebelumnya Revan sudah menghubungi orang tua Shinta dan juga kedua orang tua nya, Lili saat ini sedang di dalam perjalanan. Sedangkan Gunawan tidak bisa di hubungi. Revan tiada hentinya berdoa untuk keselamatan sang isteri


Caca dan Arvan pun datang membawa Syifa, sudah beberapa hari belakangan ini Syifa begitu dekat dengan Caca, ia juga lebih sering bersama Caca

__ADS_1


"Papa" ucap Syifa yang langsung memeluk Revan


"Mama kenapa" tanya nya dengan wajah yang sedih


"Mama tidak apa-apa sayang" Revan mencoba menenangkan Puterinya, Syifa menangis khawatir akan kondisi sang mama


"Sayang" panggil Caca kepada Syifa, Syifa pun menoleh. Caca langsung memeluk sang Puteri


"Mama Shinta akan baik-baik aja sayang, Syifa jangan khawatir ya. Sebentar lagi adek Syifa akan lahir" Syifa mengangguk.


********


Kondisi Syafa semakin melemah, Gunawan tiada henti nya memohon kepada Tuhan untuk kesembuhan sang isteri. Gunawan ingin sekali memberitahu Shinta namun Syafa selalu melarang. Ia menangis melihat wajah pucat sang isteri


"Sayang, kamu harus sembuh. Sebentar lagi kita akan punya cucu" ucap Gunawan, menggenggam erat tangan Syafa. Syafa pun tersenyum kepada suaminya.


"Kebahag-iiaan ku saat i-ini melihat senyumanmu mas dan juga kebahagiaan Puteri kita" ucapnya terbata bata dengan suara terlemah nya. Bibir Syafa begitu pucat dengan tersenyum tulus


"Sayang lekas lah sembuh" pinta Gunawan. Ia langsung memeluk isterinya dan menangis di dalam pelukan sang isteri


"Maaf kan ayah nak" ucap Gunawan dalam hati, ia sangat menyesal tidak memberitahu Puteri nya akan kesehatan sang istri, bagaimana pun Shinta berhak mengetahui kesehatan sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2