Ibu Sambung

Ibu Sambung
Kesedihan Revan


__ADS_3

Setelah selesai mengantarkan ayah mertua nya pulang, Revan langsung berpamitan untuk pulang.


"Pa, maaf Revan langsung pulang ya? Soalnya papa tau kan jika di rumah sakit hanya ada Shinta dan Krystal tidak ada lelaki."


"Iya, nak..Tolong jaga anak ayah ya?" Gunawan mempercayakan anak nya kepada sang menantu, Revan pun berjanji kepada Gunawan akan menjaga Shinta sebaik mungkin.


Revan menyalami ayah mertua nya sebelum Gunawan keluar dari mobil, setelah menyalami ayah mertua nya..


Gunawan langsung turun dari mobil, ia pun memberikan pesan kepada menantu nya agar hati-hati dan tidak mengebut di jalan.


Revan berpamitan untuk segera pulang..


Gunawan masuk ke dalam rumah, Syafa sudah menunggu di ruang tamu.


"Mas, mengapa larut sekali pulang nya?"

__ADS_1


Gunawan tidak menjawab, ia langsung pergi masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.


*******


Revan tidak langsung ke rumah sakit, ia ingin kembali ke rumah. Ia pun ingin segera mencari petunjuk.


Namun, ia mengingat pesan Arvan. Untuk menjaga Shinta saja jangan meninggalkan nya..Revan pun mengurungkan niat nya, ia segera melajukan mobil nya ke rumah sakit.


Revan pun berhenti sebentar di jalan, untuk membelikan makanan untuk Krystal dan juga istri nya.


Setelah selesai membeli beberapa makanan, Revan kembali melajukan mobil nya sampai di lah ia di parkiran rumah sakit.


"Raffa." panggil nya saat sudah di depan pintu kamar Shinta, Raffa berdiri. Memberikan salam kepada Revan.


"Tadi aku membawakan makanan untuk Krystal karena kehamilan nya dia tidak bisa menahan lapar. Bawaan nya juga mau makan, tapi aku melihat tidak ada lelaki yang menjaga mereka. Sebab itu aku menunggu di sini karena tidak mau istri mu terganggu istirahat nya.".

__ADS_1


"Terimakasih ya, tadi aku pergi mengantar papa mertua ku pulang ke rumah. Aku juga tidak tenang meninggalkan mereka berlama-lama. Aku percaya jika Krystal bisa menjaga Shinta. Namun aku khawatir jika ada orang jahat yang mencoba mencelakai mereka." ujar Revan kepada Raffa.


Raffa pun setuju dengan ucapan Revan. Lagipula terlalu berbahaya membiarkan wanita hanya berdua.


"Karena kau sudah datang, aku sebaik nya pulang." ucap Raffa. Namun Revan menolak.


"Biarkan para wanita di dalam, bisakah kau menemani ku minum kopi dan menjaga di luar? Aku bisa sendiri, namun jika ada kau akan lebih baik. Istri mu juga sedang hamil besar. Bagaimana jika nanti perut nya sakit, dan bersamaan Shinta ngedrop kan sangat merepotkan bagi ku."


Raffa tertawa, ia pun dengan senang hati menemani Revan menjaga Shinta dan Krystal di dalam walau hanya dari luar.


"Jika kau tidak keberatan aku sangat senang, tadi nya aku ingin memberikan penasaran itu kepada mu. Namun, kau itu manusia yang susah di tebak. Seringkali kau menolak dengan halus mau pun kasar."


Revan terdiam, ia tau jika sikap nya seringkali menyebalkan..Namun, saat ini ia juga membutuhkan teman mengobrol. Agar kesedihan nya bisa hilang walau hanya sebentar.


"Aku juga turut berduka cita atas meninggalnya anak bungsu kalian. Semoga kalian tabah dan diberikan kekuatan."

__ADS_1


Revan mengangguk, ia mengatakan akan memberikan beberapa makanan itu untuk Shinta dan Krystal yang berada di dalam. Raffa pun mengiyakan nya.


Ia tidak tega melihat Revan, walau Revan tidak mengatakan apapun tapi jelas sekali di mata nya penuh dengan kehilangan dan kesedihan.


__ADS_2