Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kepulangan Caca 2


__ADS_3

Shinta merapihkan rambut Syifa dan memakaikan bedak serta minyak telon ke badan Puteri nya


"Anak mama udah cantik, wangi lagi" Puji Shinta, Syifa pun tersipu malu


"Ayo nak kita keluar" ajak Shinta, ia bangkit dengan perlahan memegang perutnya yang semakin hari semakin membesar, setelah berdiri ia menggenggam jemari Syifa dan membawanya untuk ke luar kamar.


Shinta menghapus dahi nya yang bercucuran keringat, belakangan hari ini Shinta mudah sekali merasa lelah walau melakukan aktivitas yang sebentar dan ringan. Revan sering menyuruhnya untuk jangan mengerjakan apapun dan membiarkan urusan Syifa di urus oleh pelayan namun Shinta tak mau dan bersih keras untuk mengurus Puterinya dengan tangannya sendiri. Bukan nya Shinta tak mempercayai para pelayan yang sudah lama bekerja di rumah nya namun ia hanya ingin melihat pertumbuhan anak anaknya di dalam pengawasannya sendiri, Shinta mengajak Syifa ke meja makan dan menyuapi putrinya tersebut. Syifa begitu sangat bahagia, semenjak kehadiran Shinta membuat nya merasakan kasih sayang sosok ibu yang sebenarnya. Selama ini Syifa tumbuh dalam asuhan pelayan dan juga neneknya, walau Lili begitu sangat menyayangi Syifa namun Syifa masih merindukan sosok seorang ibu yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan.


"Mama, apa setelah dedek bayi lahir mama enggak akan sayang lagi sama Syifa?" Pertanyaan Syifa membuat Shinta tersenyum. Ia meletakkan piring itu terlebih dahulu ke meja dan mengelus pipi Puterinya.


"Sayang, sampai kapan pun kamu akan menjadi anak mama dan mama sayang banget sama kamu. Mama janji enggak bakalan membeda-bedakan antara Syifa dan juga adek bayi. Kalian anak mama sayang, kalian belahan jiwa mama, kehidupan mama" Ucap Shinta memberikan penjelasan kepada sang Puteri, ia maklum apa yang di rasakan oleh Syifa.

__ADS_1


"Mama sayang banget sama Syifa" Shinta memeluk tubuh mungil Puterinya dan melepaskan pelukkan itu


"Sekarang Syifa makan lagi ya nak, setelah itu kita akan bertemu dengan mama Caca. Ingat ya sayang, kalau nanti bertemu dengan mama Caca, Syifa jangan takut ya nak" Syifa pun mengangguk mengerti.


*******


Di bandara, Shinta dan Syifa berdiri menunggu kedatangan seseorang. Dari jauh sana terlihat Caca dan suaminya berjalan ke arah mereka berdua, Caca tersenyum dan menghampiri Shinta dan juga Syifa.


"Apa kabar" Ucap Shinta ramah.


"Baik, oh ya perkenalkan ini Arvan. Suami ku" Caca menoleh kearah Arvan.

__ADS_1


"Shinta"


"Arvan" Shinta dan Arvan pun saling berjabatan tangan dan tersenyum ramah, tak lama pandangan Caca menuju ke arah Puterinya yang selama ini ia rindukan, awalnya Syifa begitu takut dan meremas jemari Shinta. Namun Shinta tersenyum dan mencoba menenangkan Syifa.


"Gapapa sayang, gausah takut. Itu mama Caca" Ucap Shinta dengan lembut.


"Gak usah di paksa Shin, mungkin Syifa belum terbiasa sama aku" Ucap Caca mencoba tersenyum, lagi pula ini bukan pertama kali nya Syifa seperti ini. Walau dulu mereka sempat dekat, dan pada akhirnya Syifa menjauh dan sangat takut dekat oleh Caca akibat ulah dari Elsa.


"Ma-Mama ca-ca" Panggil Syifa pelan, Caca yang mendengar Syifa memanggil ia dengan sebutan mama begitu sangat terharu, Caca berlutut dan men sejajarkan dirinya dengan sang anak.


"Kamu bilang apa sayang" Tanya Caca tak percaya. Sekali lagi Syifa melihat kearah Shinta dan Shinta pun tersenyum mengangguk.

__ADS_1


"Mama Caca" Ucap nya sekali lagi, Caca langsung memeluk Puterinya dan menangis bahagia. Akhirnya Syifa mau menerima dirinya dan memanggil ia dengan sebutan mama. Caca mengelus rambut dan mengecup Syifa dengan ber ulang ulang. Shinta dan Arvan yang melihat pemandangan ibu dan anak itu pun tersenyum bahagia.


__ADS_2