Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Nenek terbaik


__ADS_3

Alan masih membela diri nya, ia mengatakan jika diri nya tak berniat menyakiti hati kakak tersayang. Namun, Syifa berpura-pura marah. Mengerjai adik-adik nya kembali, Alan yang ingin mengambil hati sang kakak langsung mendekati Syifa dan mencium pipinya.


"Maafin Alan ya, kak? Alan janji tidak akan membuat kakak sedih lagi, Alan sayang kakak."


Syifa membalas pelukkan sang adik "Kakak juga sangat menyayangi kalian semua, Kakak nggak ingin, ada pertengkaran-pertengkaran lagi di antara kalian." seluruh keluarga berbahagia. Mereka juga menyiapkan acara untuk nanti malam. Merayakan ulang tahun Syifa serta mengundang seluruh teman-teman dan guru nya.


Caca sudah membelikan gaun yang sangat indah berwarna biru untuk anaknya tersebut. Begitu juga dengan Shinta yang sudah mempersiap kan gaun dari jauh-jauh hari. Syifa merasa begitu dilema, ia tak mau menyakiti hati salah satu dari Ibu nya.


Syifa izin naik ke atas, untuk mencoba gaun yang sudah di belikkan Caca. Shinta hanya tersenyum, ia sadar bahwa Caca jauh memiliki hak atas Syifa. Hatinya sedikit sakit, namun ia membuang segala rasa iri di hati. Diri nya tak mau egois untuk menguasai anak sambung nya itu.


Di satu sisi, Caca juga memikirkan untuk beberapa hari membawa Syifa ikut bersama nya. Sudah cukup lama mereka berpisah, ia ingin menghabis kan waktu bersama Syifa dan juga Baby Khanza.


********


Di dalam kamar, Syifa melihat kedua gaun yang di berikan oleh ke dua mama nya.


Jika, ia memakai baju dari pemberian Caca pertama kali, Shinta akan merasa sedih. Begitu juga dengan sebalik nya. Syifa duduk di pinggir ranjang, membuang nafas nya dengan kasar.


"Ya Tuhan, dilema apa ini?"

__ADS_1


"Aku tak ingin membuat mama Caca atau mama Shinta bersedih. Ini adalah hari bahagia ku, aku ingin semuanya bahagia tanpa ada yang tersakiti. Tolong aku, Tuhan." Syifa memejamkan kedua mata nya memohon pertolongan dari Sang Maha Pencipta.


Cekrek!


Syifa menoleh ke arah pintu yang terbuka, senyuman terpancar di wajah nya. Seorang wanita paruh baya mendekati diri nya, yaitu Lili.


"Sayang? Kenapa kamu terlihat bingung?" tanya Lili yang semakin mendekat kepada nya, Lili pun duduk di samping Syifa. Melihat kedua gaun itu, Lili seakan mengerti dengan dilema yang di rasakan oleh cucu nya.


"Sudah, jangan terlalu di pikirkan. Baju yang kemarin papa mu belikkan juga masih pantas kamu pakai."


Syifa seakan terkejut dengan ucapan nenek nya.


Lili pun tersenyum, mengelus lembut pipi cucu nya.


"Sayang, nenek yang merawat mu sedari kamu masih sangat kecil. Nenek tahu apa yang kamu suka, atau pun tidak. Apa yang kamu rasain, nenek tahu sayang. Walau mereka tidak mengerti, nenek jauh lebih mengerti diri mu. Syifa anak yang sangat baik dan Penurut, anak baik seperti cucu nenek tidak akan mungkin tega menyakiti hati siapapun. Apalagi, menyakiti kedua hati malaikat yang paling berarti dalam kehidupan kamu."


"Nenek dan Kakek juga berarti bagi Syifa, Syifa sangat sayang kepada kalian semua. Syifa tidak pernah membeda-bedakan rasa sayang Syifa kepada keluarga kita." Syifa yang mewek pun langsung tidur di paha nenek nya. Lili membelai rambut sang cucu dengan lembut.


"Nek, Syifa merasa anak yang paling beruntung. Memiliki kedua ibu dan ayah yang begitu sangat menyayangi Syifa. Dulu, sewaktu kecil. Syifa hanya memiliki nenek dan kakek saja. Bahkan, walau papa ada di dekat Syifa, Papa begitu sangat sibuk dan tak pernah ada waktu untuk Syifa. Syifa tahu, Papa sangat sibuk berkerja untuk kebutuhan Syifa. Namun, semenjak hadirnya mama Shinta. Syifa merasakan apa arti nya kasih sayang dari seorang ibu, Syifa merasa menjadi anak yang paling bahagia apalagi hadir nya mama Caca, wanita yang sudah melahir kan Syifa. Dahulu, Syifa tidak pernah tahu bagaimana wajah ibu kandung Syifa. Syifa sempat berpikir jika mama Syifa sendiri tak menyayangi Syifa makanya dia pergi demi pria lain. Namun, ketika Syifa mengetahui alasan nya. Syifa merasa sangat bersalah. Karena pernah berpikiran buruk tentang mama Caca."

__ADS_1


"Syifa dulu selalu merasa sangat kesepian, hanya nenek dan kakek yang perduli pada Syifa. Syifa nggak tau bagaimana rasanya di sayang dan di perduli kan oleh kedua orang tua yang utuh. Bahkan, ketika melihat orang lain yang begitu bahagia bermain dengan mama dan papa nya. Seringkali, Syifa merasa kan kecemburuan. Kenapa, mereka bahagia. Padahal kami sama-sama lahir dari rahim seorang wanita, kenapa dia bisa bermain bersama kedua orang tua nya. Kenapa mama nya sayang dia, kenapa mama ku tidak. Kenapa mama ku tega meninggalkan ku? Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan dan rasa sakit yang Syifa rasakan."


Lili yang mendengar ucapan cucu nya begitu panjang lebar, hati nya merasa sangat terharu. Hari ini, Syifa mengatakan segala rasa sakit yang ia rasakan. Walau, tanpa Syifa katakan diri nya juga mengerti dan memahami apa yang cucu nya rasakan


"Tapi, nek percaya lah! Sekarang, Syifa sudah sangat bahagia. Kedua orang tua Syifa ada, adanya kehadiran mama Shinta dan Daddy Arvan. Apalagi, Syifa memiliki adik-adik yang sangat lucu-lucu. Syifa juga sangat bersyukur memiliki nenek dan kakek yang sangat baik dan menyayangi Syifa seperti kalian." Syifa bangkit, lalu memeluk dan mencium nenek nya dengan sangat bahagia. Lily pun merasa sangat bahagia melihat cucu nya bahagia.


"Sudah, kamu jangan bingung lagi. Nenek mempunyai solusi untuk masalah cucu nenek saat ini. Agar tidak menyakiti, kedua hati Ibu mu. Kamu pakai saja pakaian mu yang lain, atau nenek akan memesan kan gaun untuk kamu pakai di acara nanti malam. Bagaimana?"


"Setuju." ucap Syifa bersemangat, ia kembali memeluk neneknya dengan erat.


"Terimakasih nenek, Nenek memang nenek yang paling terbaik. Syifa sayang nenek! Sangat, sangat dan sangat sayang nenek." Syifa kembali mengecup pipi neneknya berkali-kali.


"Sudah, Sayang. Kita akan memilih baju yang kamu suka." Syifa pun melepaskan pelukkan nya dari sang nenek.


Lili segera mengambil ponsel nya dan melihat butik dari akun online milik nya, menyuruh Syifa untuk memilih gaun mana yang ia sukai untuk ia pakai di acara nanti malam. Setelah Syifa memilih gaun berwarna baby pink yang senada dengan warna kulit nya. Ia memberitahu sang nenek. Lili segera menghubungi pihak butik tersebut, menyuruh mereka untuk mengantar ke alamat tinggal diri nya secepat mungkin.


"Masalah beres." ujar Lili


"Terimakasih nenek ku! Nenek memang nenek yang paling terbaik, Syifa sayang nenek."

__ADS_1


"Nenek juga sayang kamu."


__ADS_2