
Shinta dan Revan sejenak saling pandang satu sama lain, Revan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Shinta lalu ******* bibir mungil isterinya dengan lembut, cukup lama mereka saling berciuman. Revan memperlakukan Shinta dengan begitu lembut, ia melepaskan ciuman mereka dan mengecup setiap inch wajah Shinta, lalu turun perlahan ke leher. Shinta hanya mendongakkan kepalanya dan menikmati setiap sentuhan lembut dari suaminya.
*Setiap adegan 21+ nya author cut ya kalian bisa bayangin sendiri hehe.
Revan terlebih dahulu terbangun, ia pun tersenyum melihat isterinya masih terlelap tidur dengan tubuh polos yang hanya di tutupi oleh selimut, Revan mengecup kening Shinta dan bibirnya. Lalu ia bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu, Revan sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk di pinggangnya, ia masih menatap isterinya yang masih terlelap tidur. Revan tak mau mengganggu istirahat sang isteri ia pun berjalan kearah lemari dan mengambil pakaian yang ingin di kenakannya. Setelah memakai pakaian Revan pun tak lupa memakai farfum khas yang biasa ia gunakan. Shinta pun menggeliatkan tubuhnya dan membuka sedikit matanya, melihat sang suami yang sedang berdiri di depan cermin menyisir rambut Shinta pun tersenyum
"Udah bangun" Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur
"Belum, ini cuman arwah aku aja yang bangun" Seperti biasa, sikap menyebalkan Revan ketika ditanyai sesuatu
"Oh" Jawab Shinta dengan nada malasnya, ia pun duduk dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut lalu mengambil ikat rambut yang ada di lemari kecil tepat di samping ia berada, Shinta mengikat rambutnya dengan asal lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Revan pun tertawa karena sudah berhasil membuat isterinya kesal bangun tidur.
************
Pertemuan Caca dan Syifa begitu sangat di nanti-nantikan oleh wanita berparas cantik itu, walau Caca sudah memiliki anak dirinya masih terlihat bagaikan anak remaja, apalagi style nya yang begitu kekinian bagaikan anak-anak remaja yang baru dewasa. Caca berharap bisa dekat dengan Puterinya, Caca tersenyum melihat kedua mantan mertuanya dan juga Syifa yang berjalan mendekat kearah dirinya. Caca berdiri dan langsung menyambut mereka dengan begitu hangat.
"Hai ma, pa" Sapa Caca dan menyalami kedua mantan mertua nya.
"Hai sayang, udah lama nunggu?" Tanya lili
__ADS_1
"Enggakkok ma, baru juga. Ayo ma, pa duduk"
"Hallo sayangnya mama, cantik banget kamu" Sapa Caca kepada Syifa namun Syifa hanya tersenyum malas, di pertemuan ini hanya Caca yang begitu senang namun tidak dengan Syifa. Ya bukannya Syifa tak mau menghargai Caca, namun ia merasa tidak nyaman berada didekat Caca apalagi kedekatan dia dengan Caca membuat mama Shinta sedih. Syifa tak ingin membuat wanita yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya itu bersedih.
"Sini duduk disebelah mama"
"Enggak usah Tante, Syifa duduk di samping nenek aja" Tolak Syifa dengan halus, hati Caca begitu sakit rasanya mendengar Syifa yang memanggilnya dengan sebutan Tante. Namun Caca masih bersyukur bisa bertemu dengan anaknya dengan bebas sekarang, Caca memaklumi Syifa mungkin Puterinya membutuhkan waktu. Sebelumnya Syifa mau dekat sama Caca walau ia tak tahu bahwa Caca adalah ibu kandungnya namun semenjak kejadian kemarin dimana mamanya Elsa memarahi Syifa dan memaksa Syifa untuk menerima Caca sebagai ibu kandungnya Syifa menjadi berubah dan kembali menjauhi Caca. Caca pun tersenyum kepada Syifa
"Yaudah sayang, kamu duduk disebelah nenek" Mereka pun duduk
"Mama sama papa udah makan?"Tanya Caca dengan suara lembutnya
"Bagaimana kabar mama kamu" Tanya lili kembali
"Mama Elsa baik kok ma, sehat juga" Lili pun mengangguk.
"Syifa, Syifa mau main sama Tante gak" Tanya Caca penuh dengan kehati-hatian, Caca takut jika memaksa kan diri akan membuat Syifa makin membencinya. Syifa pun menggeleng
"Syifa enggak suka main kalau enggak sama mama Shinta" Jawabnya ketus, senyum di raut wajah cantik Caca pun seketika memudar. Hatinya begitu sakit dengan perlakuan sang Puteri, namun ini emang udah konsekuensi dari keputusannya di masa lalu bukan? Ya seharusnya Caca bahagia melihat Puterinya sekarang tumbuh menjadi gadis kecil yang imut dan cantik, lagi pula saat ini Syifa sudah mendapatkan kasih sayang yang dari seorang ibu. Shinta memberikan kasih sayang yang penuh dan tulus layaknya ibu kandung. Apalagi yang Caca harapkan, melihat mantan suami dan Puterinya bahagia itu sudah cukup bahagia untuk nya karena itulah tujuan nya di masalalu. Caca pun mencoba untuk tersenyum walau ada rasa sakit di dalam lubuk hatinya.
__ADS_1
"Setidaknya aku bisa dekat dengan Puteriku seperti sekarang" Gumamnya dalam hati mencoba menghibur diri sendiri
"Sayang, Syifa enggak boleh ngomong begitu sama mama Caca" Tegur lili dengan lembut
"Enggak apa-apa kok ma, wajar Syifa kan masih kecil" Lili pun tak bisa memaksa cucu nya lagi, Tommy yang merasa geram pun hanya bisa terdiam dan gak mau ambil bicara lagi, dirumah sebelum pergi lili sudah menasehati suaminya agar tidak terlalu ikut campur dan memaksa Syifa untuk menerima Caca sebagai ibu kandungnya, biarkan Syifa menerima dan menyayangi Caca dengan sendirinya tanpa paksaan dari siapapun.
"Mam, maksudnya Tan-tante mau beli ice cream, Syifa mau enggak?" Tanya Caca dengan nada yang gemetar namun Caca mencoba untuk tegar dan tersenyum didepan Syifa dan kedua orang tua Revan.
"Syifa, itu Tante Caca ngajak bicara kenapa kamu menjadi anak yang tidak sopan, apa mama Shinta mu mengajarkan begitu padamu" Ucap Tommy yang begitu kesal melihat kelakuan cucunya sekarang yang begitu susah diatur.
"Mama Shinta selalu mengajarkan hal baik pada Syifa, kakek jangan bicara seperti itu tentang mamanya syifa" Teriak Syifa dengan menangis.
"Sayang, sudah jangan menangis. Maafin Tante ya, kalau Syifa enggak suka sama Tante biar Tante pulang sekarang"
"Yaudah Tante pulang aja sana" Teriak Syifa, Air mata Caca pun menetes
"Baiklah, Tante pulang ya"
"Ma, Pa. Caca pamit ya" Pamit Caca yang mencoba tersenyum lalu berlari sambil menangis, hatinya begitu hancur. Perlakuan Syifa padanya begitu membuat dirinya merasa sesak, Ibu mana yang tidak sakit melihat anaknya begitu membenci dirinya dan tak menganggap dirinya, Caca tau kalau Syifa masih kecil dan belum mengerti apapun, apalagi Caca meninggalkannya disaat umurnya belum genap 1 bulan. Yang Syifa tahu hanyalah wanita yang saat ini bersama ayahnya, yaitu Shinta ibu sambung dari Puterinya
__ADS_1
"Apa aku enggak layak mendapatkan kasih sayang dari Puteri kandungku sendiri" Ucapnya terisak, Caca menjatuhkan tubuhnya diatas tanah dan menangis sejadi jadinya meluapkan segala sesak di dada yang sedari tadi ia tahan atas sikap Puterinya, Caca tidak marah kepada Syifa maupun Shinta. Namun tak bisa dipungkirin hatinya begitu terasa sakit dan sesak