
Shinta membuka matanya perlahan, ia memegang kepalanya yang begitu terasa berat. Shinta mencoba duduk perlahan
"Awww" ia memegang perutnya yang masih rata, Shinta tersenyum. Ia belum mengetahui semuanya, Revan, Caca, Elsa, Syifa dan ketua orang tuanya masuk kedalam ruangan. Shinta melihat kearah Caca dan Elsa.
"Kenapa kau begitu ceroboh" Bentak Revan.
"Maaf kan aku"
"Kita kehilangan anak kita karena kecerobohanmu!" Deg, air mata Shinta menetes
"Ke-kehilangan bayi?" Pandangan Shinta begitu kosong, hatinya begitu hancur. Syafa langsung memeluk tubuh Puterinya dengan erat.
"Sabar ya sayang, ini cobaan untukmu" Gumam Syafa yang mencoba menenangkan Puterinya. Revan menyalangkah segala yang terjadi kepada Shinta dan memutuskan untuk menceraikan Shinta. Revan membawa Syifa pergi, Caca dan Elsa pun mengikuti langkah Revan meninggalkan ruangan tersebut.
Shinta melepaskan infus ditangannya dan mengejar suami berserta anaknya dengan langkah tertatih. Ia tak memperdulikan rasa sakitnya namun Revan tak memperdulikan dirinya dan berlalu menjauh dari pasangan Shinta.
************
__ADS_1
"Sayang" Revan memukul lembut pipi Shinta untuk membangunkan Shinta yang mengigau dari tadi, Shinta pun terbangun. Nafas nya memburu, dahinya bercucuran keringat.
"Van, bayi kita masih ada kan di dalam perut ku?"
"Masih sayang"
"Kenapa kita di kamar? bukan kah kita di taman untuk lari pagi?" Memastikan kembali
"Enggak sayang, ini baru pukul 3 pagi"
"Ternyata hanya mimpi" Gumamnya dengan nafas yang tersenggal, ia melihat kearah Revan dan memeluk suaminya.
"Sudah lah, jangan terlalu khawatir. Itu semua hanya mimpi sayang" Revan mengecup kening Shinta
"Tapi ini berasa sangat nyata" Shinta menceritakan semua mimpinya
" Tapi nyatanya itu hanya mimpi sayang" Revan mencoba menenangkan isterinya kembali, ia melepaskan pelukkan itu dan mengambil segelas air putih yang ada di meja
__ADS_1
"Minum lah dulu" Pinta Revan. Shinta pun meminum air putih tersebut dan memberikan kembali gelas itu kepada Revan.
"Sudah ya, sekarang kamu cuci muka dulu" Shinta pun mengikuti perintah suaminya dan mencuci muka di kamar mandi, ia termenung. Satu malam ini dia mimpi 2 sekaligus hal yang mengerikan bagi hidupnya, pertama ia bermimpi kehilangan Puteri sambungnya Syifa. Dan yang kedua ia bermimpi kehilangan janin yang ada didalam perutnya. Bahkan Revan pun pergi meninggalkan dirinya, namun mengapa di kedua mimpinya tersebut ada Caca dan Elsa di dalamnya. Shinta pun mengambil air di tangannya dan mengusapkan ke wajah.
"Semoga ini hanya mimpi saja dan takkan pernah terjadi" Shinta mengatur nafasnya perlahan, lalu melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur. Shinta naik ke tempat tidur dan berbaring di sebelah Revan, Revan memeluk Shinta dan mencium kening Shinta
"Jangan terlalu memikirkan hal yang gak pernah terjadi, ingat janin yang ada dikandunganmu" ucap Revan, Shinta pun mengangguk. Mereka pun kembali memejamkan mata dan tertidur.
*********
Tok! Tok!
"Mama, Papa" Teriak Syifa dari luar kamar, Shinta membuka matanya perlahan dan turun dari tempat tidur, ia membuka pintu kamar dan melihat putrinya berdiri di depan pintu kamar dirinya
"Kenapa sayang?" Tanya Shinta menggendong tubuh Puteri mungilnya itu
"Syifa mau tidur sama mama dan papa aja" Shinta pun membawa Syifa masuk kedalam kamar mereka, ia melihat jam yang sudah menunjukan pukul 5 pagi. Shinta membaringkan tubuh Syifa disebelah Revan.
__ADS_1
"Yaudah kamu tidur ya sayang" Shinta memeluk tubuh kecil Puterinya dan tertidur dengan pulas