Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Tidak ada pilihan


__ADS_3

Shinta yang masih gemetar pun mengontrol diri nya, ia memaksa kan senyuman mengembang di hadapan Caca.


"Ohiya, kau tahu! aku sudah memesan kan pakaian yang sama untuk anak-anak kita. Aku juga membeli kan untuk anak nya Kaynara. Pasti akan sangat lucu, jika mereka memakai pakaian yang kembar. Orang akan mengira mereka tiga anak kembar. Kemungkinan, sebentar lagi akan sampai." Caca mengelus perut nya juga perut Shinta.


"Aku tak sabar untuk kehadiran mereka. Syifa juga pasti sangat bahagia saat adik-adik nya lahir." ujar Caca lagi, Shinta hanya bisa melamun saja. Diri nya merasa sangat bimbang


Aku tak sanggup jika harus memberi tahu mu. Bagaimana jika khayalan ku menjadi kenyataan? aku tak akan sanggup kehilangan diri mu. Apalagi, jika kau dan Syifa sampai membenci ku, aku tak akan sanggup~ batin Shinta


Tak sadar, air mata Shinta terjatuh membasahi pipi nya, Caca yang melihat nya langsung menghapus air mata Shinta. Ia bertanya pada sahabat nya itu mengapa menangis.


"Mengapa kau menangis?"

__ADS_1


"Ti-tidak, ini hanya air mata bahagia saja. Aku bahagia mengenal mu. Aku tak sanggup bila harus jauh dari mu." mendengar ucapan Shinta, Caca langsung memeluk sahabat nya itu


"Aku tak akan kemana-mana, kita akan selalu bersama hingga anak-anak dewasa. Bahkan, hingga kita menua dan menutup usia. Kita akan tetap bersahabat, bukan sahabat namun menjadi adik dan kakak. Aku menyayangi mu." Air mata Caca pun menetes, kedua nya saling berpelukan dengan erat. Shinta semakin terisak di dalam peluk kan Caca.


"Sudah! kau ini seperti anak kecil saja." ledek Caca pada Shinta


Andai aku bisa menceritakan segala nya ~ batin Shinta. Ia pun meluap kan segala kesedihan nya, setidak nya itu membuat nya sedikit lega.


"Jawab aku krys! jawab!" Queen yang begitu kesal menggoyang kan tubuh adik nya, Krys bukan nya menjawab malah menipis tangan Queen.


"Sudahi omong kosong mu, Bodoh! sampai kapan pun aku akan membalas rasa sakit ku! Haha! jika perlu, aku akan menghancur kan rumah tangga nya."

__ADS_1


"Apa yang kau dapat dari ini semua Krys? apa? apa?"


"Sudah henti kan, Queen! aku muak dengan segala pertanyaan mu dari kemarin yang tiada henti! Apa kau tidak capek? aku saja yang mendengar ocehan mu sangat letih, tidur ku juga tidak nyaman! berhenti dengan omong kosong mu itu! aku lelah, Queen! aku ingin tidur yang nyenyak!" bentak Krystal dengan kuat


"Mengapa kau bisa tertidur nyenyak sedangkan orang tua kita sedang tidak baik-baik saja? mengapa kau se tega itu, Krys?"


Bagaimana aku bisa memberitahu mu segala nya, sedang kan di tubuh mu ada alat pendengar yang langsung di dengar oleh wanita licik itu~ batin Krystal


"Mama dan Papa selalu mencintai mu dengan penuh kasih, kenapa hanya karena obsesi mu kau korban kan nyawa mama dan Papa kita?" Queen tiada henti nya bertanya dan menginginkan jawaban dari Krystal. Queen sangat kaget ketika Krystal menodong kan senjata pada nya.


"Jika kau tidak pergi dan masih saja mengeluar kan pertanyaan-pertanyaan bodoh, aku tak akan segan segan membunuh mu, Queen! keluar kau bajingan! jangan ganggu tidur ku!" Queen pun akhir nya memilih untuk keluar kamar. Setelah kepergian Queen, Krystal menangis menahan suara.

__ADS_1


"Maafin aku, kak! maaf! aku tidak ada pilihan."


__ADS_2