
Shinta berjalan dengan perasaan yang sangat kesal.
"Ta, pelan lah mengapa kau sangat terburu-buru?"
"Aku sangat kesal pada Revan."
"Kenapa?" Shinta menghentikan langkah nya dan menatap kesal Caca.
"Atas apa yang terjadi tadi kau masih bertanya kenapa?"
"Sudah lah, jangan merasa kesal,"
"Aku punya ide agar kau tak merasa kesal,"
"Apa?" Tanya Shinta dengan penasaran, Caca pun membisikkan sesuatu pada Shinta. Mendengar ucapan Caca membuat Shinta tertawa kekeh.
"Kenapa kalian main bisik-bisikan dan tertawa?" tanya Revan curiga.
"Tidak, Sayang. Kita hanya membicarakan tentang masalah wanita hamil saja. Dan membayang kan gimana anak-anak kita lahir bersama pasti akan lucu sekali. Iyakan ca?"
__ADS_1
"Iya-iya." namun Revan tak mempercayai ucapan Shinta Ia sangat tau betul gimana isteri nya, Shinta bukan lah wanita yang akan diam saja jika di marahi.
"Sudah ayo kita pulang!" ajak Shinta, ia menggandeng tangan suami nya dan berjalan deluan dan bermain mata pada Caca.
"Mengapa kau bermain mata pada Caca?" tanya Arvan.
"Tidak, mata ku hanya sakit saja. Kau kenapa ingin tau sekali!" Shinta melotot kan mata nya pada Arvan membuat Arvan sedikit ngeri.
"Isteri mu sungguh galak," ucap Arvan.
"Terimakasih Tuhan, kau memberikan ku isteri yang lemah lembut seperti Caca."
"Sudah lah! ayo!“ Revan memeluk dan memegang dahi Shinta untuk berjalan bersama nya.
" Ayo!" Shinta memegang lengan Revan dan bersandar sambil berjalan.
"Sayang, jangan berbicara seperti itu pada Tata." tegur Caca pada Arvan.
"Tidak, Sayang. Walau shinta terlihat sangat bar bar aku sangat menyayangi nya seperti adik ku sendiri. Di balik sikap galak nya, ia wanita yang sangat penyayang dan penuh lembut." Arvan pun menggengam jemari tangan Caca berjalan untuk masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
*********
Rangga masuk ke dalam kamar Kaynara, ia melihat wanita itu memandang ke sembarang arah dengan tatapan kosong nya.
"Mengapa?“
" Aku tidak mengerti." jawab Rangga.
"Kenapa kau ingin menikahi ku? bahkan kita tidak saling kenal sebelum nya." Kaynara menatap Rangga.
"Aku tidak ingin membahas itu,"
"Tapi aku ingin!"
"Ya aku tahu jawaban nya, kau menikahi ku karena merasa kasihan bukan? aku hanyalah manusia yang sangat tidak beruntung hingga orang-orang selalu mengasihani ku," ucap nya dengan tawa getir. Rangga membisu, ia tak bersuara sedikit pun.
"Aku ini hanya lah manusia malang, wanita yang sangat malang. Iyakan? Bagaimana kau bisa menikahi wanita yang hamil tanpa tau siapa Ayah dari anak yang ia kandung? apa kau tidak waras? hei kasihani lah diri mu, hidup mu. Kau akan menderita, kau mengorbankan kebahagiaan mu hanya untuk menolong wanita malang seperti ku." Rangga memejam kan mata nya, dan menahan diri.
"Kau sudah berbicara apa yang ingin kau katakan nona, sekarang giliran ku. Jika kau berharap jawaban dari setiap pertanyaan mu, kau tidak akan mendapat kan nya. Masalah tentang hidup ku, kau tidak perlu memikir kan nya. Pikir kan saja diri mu dan janin yang ada di kandungan mu, aku permisi." Rangga pun meninggal kan Kaynara di ruangan nya. Bahkan ia sendiri tidak tahu mengapa ia mau mengorbankan kehidupan nya demi menolong wanita yang sebelum nya tidak pernah dia kenal. Rangga sendiri tidak tahu apa alasan nya, yang ia tau saat ini adalah ia ingin menjaga Kaynara dan Janin yang ada di dalam kandungan Kaynara.
__ADS_1