Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 52


__ADS_3

Hari pernikahan Shinta dan juga Revan berlangsung, sejak tadi pagi Revan dan Shinta sudah resmi menjadi pasangan suami dan isteri. Banyak para tamu undangan yang menghadiri resepsi pernikahan mereka, para kerabat dan juga sahabat memberikan selamat kepada mereka. Shinta memakai gaun pernikahan berwarna biru muda, dengan make-up yang sesuai membuat dirinya terlihat sangat anggun dengan rambut yang dibentuk dengan rapi. Semua tamu undangan memuji kecantikan shinta.


Di seberang sana, ada Syifa yang sedang asyik menikmati semua jamuan yang tersedia, dengan girangnya ia mencicipi semua makanan ditemani oleh kakek dan neneknya. Syifa memakai gaun dan makeup yang sangat tipis layaknya Cinderella.


"Enak sekali nek" Berkata dengan mulut nya yang masih penuh dengan makanan. Kakek dan neneknya hanya tertawa melihat tingkah laku cucu satu-satunya mereka.


"Hallo Nyona, Tuan" Sapa hangat Syafa kepada kedua besannya. Ibu dan ayah Revan tersenyum dan mengangguk memberikan salam hormat kembali kepada syafa ibu dari menantu mereka.


"Hallo cucu nenek" Sapanya kepada Syifa yang masih saja asyik dengan makanan dihadapannya, Syafa tersenyum gemas melihat kelakuan cucunya, ia mengambil beberapa lembar tissue yang ada didalam tasnya lalu mengelap mulut Syifa yang bercelepotan makanan di sudut bibirnya.


"Pelan-pelan makannya sayang" Ucap Syafa. Syifa hanya tertawa kecil dan mengangguk seakan mengerti permintaan dari neneknya.


"Oma, ayo kita sama mama dan papa" Ajak Syifa kepada syafa. Syafa Menggenggam jemari kecil Syifa dan membawa anak itu mendekat kepada kedua orang tuanya yang sedang berbahagia akan pernikahan ini. Shinta terlihat sangat bahagia, namun di dalam hatinya merasakan sesuatu yang sangat mengganjal dihatinya.


"Mama" Teriak Syifa dan segera memeluk Shinta. Shinta yang tengah melamun tersadar dan tersenyum


"Sayang" berjongkok dan memeluk Syifa.


"Anak mama cantik sekali" Mencium pipi Syifa dengan gemas.


"Mama juga cantik" mengalungkan tangannya di leher Shinta.


"Papa gak dipeluk ini?" protes Revan kepada anaknya, Syifa langsung memeluk ayahnya. Shinta, Revan dan juga Syifa berpelukan layaknya keluarga bahagia yang utuh. Syafa menangis bahagia melihat Puteri semata wayangnya mendapatkan cinta yang sangat hangat dari keluarga barunya.


"Hai Ta, selamat yaa" Tiba-tiba suara pria yang mendekat kearah mereka mengejutkan mereka. Orang itu adalah Rayhan. Mantan kekasih Shinta. Mereka semua bangkit.


"Ray" Ucap Shinta tak bersuara. Rayhan mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat, Shinta tersenyum dan menerima jabatan tangan dari Rayhan.


"Terimakasih Ray" Ucap Shinta, dan disambung oleh Revan. Rayhan memeluk Revan "Jaga dia bro" menepuk bahu Revan, Revan melepaskan pelukkan itu "Pasti bro!".

__ADS_1


"Papa, Mama. Om ini siapa" Syifa menatap Rayhan dengan bingung, Rayhan melihat kearah Syifa.


"Hallo adik kecil" Sapanya kepada Syifa, Syifa tak menjawab pertanyaan dari Rayhan.


"Papa, om ini siapa" Tanyanya lagi.


"Om ini teman mama sayang" Revan memberikan penjelasan kepada Puterinya.


"Sayang, kita kesana dulu yuk" Ajak Syafa, dan Syifa mengikuti neneknya pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Dimana cinta" Tanya Shinta.


"Dia sedang ada urusan diluar negeri, jadi tidak bisa datang. Tapi dia menitipkan salam padamu" Shinta mengangguk.


"Apa dia sudah melahirkan? Apa anak kalian ikut bersamanya?" Tanya Shinta lagi. Rayhan seperti kebingungan akan pertanyaan Shinta "I...iya, anak kami ikut bersama nya" Revan melihat kegugupan di wajah Rayhan seperti ada yang disembunyikan. Namun Revan tak mau ikut campur akan urusan orang lain.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang ya. Sekali lagi selamat akan pernikahan kalian" Rayhan tersenyum dan segera meninggalkan pesta itu.


"Entahlah, aku juga merasakan hal yang aneh dari Rayhan. Tapi, aku sendiri bingung dan gak paham" Shinta menatap laki-laki yang saat ini sudah menjadi suaminya.


"Apa kau masih mencintainya" Tiba tiba pertanyaan itu muncul lagi dari mulut Revan, entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal di hati Revan.


"Apa kau ingin aku menjawab jujur?"


"Kau ini bodoh sekali, tidak ada yang suka dibohongin!" Kesal Revan, dan Shinta hanya tertawa geli melihat raut wajah suaminya.


"10 tahun bukanlah hal yang sebentar, namun aku berusaha untuk mengikhlaskannya.Dia hanya masalalu, dan masa depanku sekarang adalah kau dan juga Syifa" Revan hanya mengangguk kan kepalanya, walau ia tahu isterinya masih memiliki perasaan kepada mantan kekasihnya, namun ia sedikit lega akan jawaban yang diberikan oleh Shinta.


*********

__ADS_1


Pesta pernikahan sudah selesai, Shinta dan Revan masuk kedalam kamar pengantin yang sengaja sudah disiapkan oleh kedua orang tua mereka.


"Capek sekali" keluh Shinta, ia membaringkan tubuhnya sebentar, sedangkan Revan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. 30 menit berlalu Revan keluar dari kamar mandi, ia mengeringkan rambutnya dan melihat kearah Shinta yang tertidur diatas tempat tidur, ia tersenyum lalu membangunkan Shinta untuk membersihkan tubuhnya.


"Hey bangunlah" Revan menggoyangkan bahu Shinta.


"Emmmmm" Bukannya terbangun, Shinta malah menggeliatkan badannya, ia begitu sangat lelah dengan acara resepsi pernikahannya, satu harian ia harus berdiri dengan memakai sepatu heels membuat kakinya sakit.


"Hey, bangunlah! Kau ini jorok sekali" Revan menggoyangkan tubuh Shinta dengan kencang hingga membuat wanita itu terbangun.


"Kau ini berisik sekali!" Kesal nya, memukul bahu Revan dengan kencang.


"Aw, mengapa kau memukulku"


"Karena kau telah mengganggu tidurku!" Teriak Shinta.


"Aku tak berniat menganggu tidurmu, namun kau bersihkan dulu wajah dan badanmu. Apa kau ingin tidur seperti ini" Shinta menyadari keadaan dirinya lalu menyengir kearah Revan. Ia bangkit dari tempat tidur dan menuju lemari pakaian, mengambil baju yang ingin dipakainya.


"Baju apa ini" Gumamnya dalam hati, ia begitu bingung dengan isi lemari yang hanya ada lingerie.


"Mana mungkin aku memakai ini, namun tidak mungkin aku memakai gaun juga saat tidur arghhh" Umpatnya dalam hati


"Hey, mengapa kau lama sekali mengambil baju saja" Teriak Revan.


"Diam kau! Mengapa bajunya seperti ini, aku tidak suka" Ucap Shinta dengan pelan.


"Jangan ribet! Pakai saja yang ada" Tanpa melihat kearah lemari pakaian, Revan menyuruh Shinta untuk tidak banyak komentar. Shinta hanya melengos, dan mengambil lingeri berwarna navy, ia masuk kedalam kamar mandi. Setelah cukup lama Shinta keluar dengan memakai baju yang sangat tidak nyaman ia pakai. Ia menurunkan pakaian itu namun sama saja, pakaian itu sangat pendek dan juga menampakan tubuhnya.


"Apa kau sengaja menggoda ku" Ucap Revan yang melihat isterinya memakai pakaian yang sangat minim.

__ADS_1


"Menggoda Palamu! Aku tadi tak mau memakai ini, tapi kau suruh jangan banyak protes dan pakai saja yang ada" Sewot Shinta. Ia naik keatas tempat tidur, dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


__ADS_2