
Caca masuk ke dalam kamar, ia melihat suami nya yang sedang termenung. Caca Manarik nafas perlahan, ia mendekat ke arah Arvan dan memegang bahu kekar suami nya. Arvan menoleh ke arah Caca dengan tatapan sendu
..."Istirahat lah, kau terlihat sangat lelah." Caca membelai lembut pipi suami nya. Arvan memegang tangan lembut Caca, membawa tubuh Caca ke dalam pangkuan nya....
"Maaf kan aku, Sayang." ucap nya tersedu sambil memeluk isteri nya.
"Sudah lah, ini sudah takdir." mengelus rambut Arvan dengan penuh kasih. Arvan merasa gagal menjadi suami yang baik. seharus nya, di kehamilan muda Caca ia bisa membahagia kan isteri nya. Bukan malah membuat Caca menjadi sengsara, apalagi Arvan sudah tidak memiliki apapun. Seluruh aset dan tabungan nya ia pertaruhkan di perusahaan yang mengalami kebakaran siang tadi. Dalam sekejap semua nya hancur, habis tak tersisa.
"Aku masih punya tabungan untuk kita."
"Tidak, Sayang. Ini sudah menjadi tanggungjawab ku."
"Tetapi aku ini adalah isteri mu. Suka dan duka harus kita lalui bersama, uang mu juga uang ku bukan? begitu juga sebalik nya." Caca mengalung kan kedua tangan nya di leher Arvan.
"Istirahat lah, aku akan menyiap kan barang-barang kita." ucap Caca
"Tidak, Sayang. Biar aku saja, kamu pergilah tidur! tidak bagus untuk kamu jika terlalu lelah."
__ADS_1
"Aku tidak lelah, bahkan aku sangat senang jika membantu mu." Caca tersenyum manja. Senyuman di wajah Arvan pun terpancar karena melihat senyum manis di wajah isteri nya. Seakan kesedihan nya memudar
"Ayo, kita melakukan pekerjaan ini dengan bersama-sama." ajak Caca. Arvan pun mengangguk, Caca melepas kan kedua tangan nya dari leher Arvan dan segera turun dari pangkuan suami nya. Mereka berdua pun berdiri untuk menyusun barang-barang yang besok pagi mereka bawa.
**********
Syifa merasa sangat gelisah dalam tidur nya, Shinta pun terbangun dan melihat putri sulungnya yang sangat gelisah dalam tidur nya.
"Sayang, ada apa?" Shinta mengecup dahi Syifa dan mencoba menenangkan Syifa. Revan pun terbangun dan bangkit untuk duduk
"Ada apa?" tanya Revan dengan suara yang tidak terlalu jelas. Perjalanan mereka membuat Revan merasa sangat lelah
"Mungkin dia terlalu lelah, sudah lah sebaik nya kita tidur." pinta Revan
"Tidak! tidak seperti biasa nya ia begini."
"Tetapi lihat lah, Syifa sedang tidur. Jangan ganggu istirahat nya, ia gelisah karena kelelahan saja. Ayo, kita kembali tidur!" pinta Revan. Shinta pun tidak membantah dan melanjut kan tidur nya. Ia memeluk Syifa dengan erat
__ADS_1
"Tidak biasa nya Syifa tidur segelisah ini." batin Shinta.
"Mama, Daddy."
Shinta pun melihat Syifa yang menggumam pelan memanggil Caca dan Arvan.
"Apakah mereka baik-baik saja?" batin Shinta
"Sayang, mengapa kau belum juga tidur?" tegur Revan.
"Ia, ini aku juga akan tidur, cerewet sekali!" kesal Shinta.
"Mungkin Syifa merindukan Mama dan Daddy nya. Besok pagi aku akan menghubungi Caca dan Arvan. " ucap Shinta kembali, ia pun memejam kan kedua mata nya
"Mama..... Daddy!"
Syifa kembali bergumam kecil.
__ADS_1
*********
Alhamdulillah kota sangrainily semakin membaik walau banyak rumah yang hancur dan ada beberapa korban jiwa. Semoga tidak ada banjir susulan lagi. Terimakasih untuk doa kalian semua❤️