
"Kau baik sekali." ucap Kaynara pada Aini. Ia melepas kan pelukkan mereka berdua. Kaynara menceritakan perasaan nya saat ini pada Aini. Kaynara sekarang lebih terbuka dan mau berbagi perasaan nya tidak seperti dahulu yang hanya memendam apa yang selalu ia rasa kan dan ia pikir kan.
"Apa kau tahu, dulu aku merasa menjadi manusia yang paling menyedih kan. Iya, se menyedih kan itu kehidupan ku. Tetapi, sekarang aku merasa seperti manusia paling beruntung. Aku di kelilingi oleh orang-orang yang baik dan tulus. Ibu dan Ayah yang menyayangi ku seperti anak mereka sendiri. Kakak Caca dan suami nya. Kakak Shinta, suami dan anak-anak nya, ada pria yang sangat baik dan aku mempunyai teman seperti mu." Aini begitu sangat ber antusias mendengar kan Kaynara. Selain menjadi seorang teman, ia juga bekerja membantu psikolog untuk menyembuh kan luka batin Kaynara. Jadi, tugas nya mendengar kan cerita para Klien mereka dengan baik.
"Aku mempunyai keponakan yang sangat baik dan menggemas kan. Ada Syifa dan si kembar Alan dan Alana."
"Benar kah? kau memiliki keponakan yang kembar? pasti sangat menyenang kan bukan?"
"Iya, begitu sangat menyenang kan. Bermain pada mereka. Rasa nya aku begitu sangat tidak sabar untuk pulang ke rumah. Aku sangat merindu kan mereka semua."
"Itu pasti sangat menyenang kan bukan. Kau akan pulang dan berkumpul pada keluarga mu. Dan." ucapan Aini terhenti. Raut wajah nya tiba-tiba terlihat murung. Kaynara memegang pipi Aini
"Aku pasti akan merindu kan mu. Tetapi tenang saja, jika kau ada waktu kita akan bermain ya. Berkeliling kota, kau teman ku. Aku tidak akan melupakan mu percaya lah pada ku." ucap Kaynara. Aini pun mengangguk dan tersenyum.
"Ayo makan lah makanan mu, setelah itu istirahat lah Kay."
__ADS_1
"Tidak! aku belum lapar."
"Ayo lah, Kay! jangan keras kepala seperti itu. Nanti, aku bisa di marahi jika dia datang dan melihat makanan mu belum kau makan."
"Tetapi aku masih kenyang, bagaimana jika kau saja yang makan?"
"Apa kau sudah tidak waras? tidak! aku tidak bisa memakan punya mu."
"Mengapa tidak?"
"Nanti aku bisa di marahi, Kay.".
"Kay, coba lah untuk tidak keras kepala. Ayo makan! atau kau tidak bisa pulang besok."
"Sudah, kau saja yang makan. Tidak ada siapa pun, jadi mereka tidak akan tahu. Ayo lah, aku sangat tidak lapar ai." bujuk Kaynara. Aini menghela nafas dengan kasar.
__ADS_1
"Baik lah aku akan menyuapi mu. Dan kita akan makan bersama. Tidak ada penolakan, Kay! atau kau tak usah pulang saja besok dan memperpanjang di sini." ancam Aini
"Kau ini, baik lah! aku akan makan. Namun, kau harus membantu ku menghabis kan makanan ini ya?"
"Iya"
"Janji?"
"Iya, Kaynara. Janji!" senyum di wajah Kaynara merekah, mereka pun makan bersama-sama. Bahkan di saat makan pun mereka masih bercanda dan di isi dengan perdebatan-perdebatan kecil. Setelah makan, Aini memberi kan vitamin untuk Kaynara dan menyuruh sahabat nya itu untuk istirahat. Kaynara yang sudah kenyang pun merasa mengantuk lalu membaring kan tubuh nya di kasur lalu memejam kan mata nya. Tidak butuh lama Kaynara sudah terlelap. Melihat Kay yang tidur sangat lelap Aini mengambil ponsel nya dan mengambil gambar mereka berdua yang sangat terlihat jelas Kaynara sedang tidur dengan pulas.
Ini visual Aini. Maaf kalau nggak sesuai keinginan kakak-kakak ya. Jangan lupa like, komen ya kakak-kakakā¤
Aini
__ADS_1