Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Papi jahat


__ADS_3

Syifa dan semua orang menikmati pesta tersebut begitu juga dengan dengan si kembar Alana dan Alana. Kini mereka sudah bisa berjalan, Shinta menuntun ke dua anak nya dan menikmati semua hidangan yang ada. Syifa tersenyum kepada seseorang yang menghampiri nya. Pria remaja itu adalah teman sekelas nya.


"Kau di sini juga?" tanya pria itu.


"Ini adalah pesta Tante aku. Kamu sama siapa di sini?" melihat sekitar.


"Bersama papa dan mama ku." Syifa pun mengangguk mengerti.


"Maaf, aku harus pergi dulu ya. Mama dan yang lain nya pasti mencari ku." pamit Syifa.


"Baik lah, sampai bertemu." ucap pria itu, Syifa pun tersenyum dan berjalan meninggal kan pria itu, belum jauh Syifa berjalan. Teman nya itu pun kembali memanggil nya


"Tunggu!" Syifa segera membali kan badan nya


"Ya?"


"Kau akan melanjut kan sekolah di mana?"


"Mungkin di sekolah terkenal di kota ini."

__ADS_1


"Oh baik lah."


"Apa aku bisa pergi sekarang?"


"Tentu saja." Pria remaja itu pun tersenyum. Syifa pun membalas senyuman nya.


************


Hari semakin sore, dan semua orang begitu sangat bahagia. Begitu juga dengan Kaynara, sangat terlihat dalam senyuman nya. Tamu semakin banyak yang berdatangan yang membuat Kaynara sedikit letih akibat terlalu banyak berdiri menyambut tamu yang mengucap kan selamat.


"Sebaik nya kamu istirahat saja." pinta Rangga.


"Tidak, aku baik-baik saja. Tidak mungkin aku meninggal kan pesta ku sendiri."


"Aku baik-baik saja."


"Sayang, minum lah ini. Wajah mu sangat pucat." Syafa memberi kan segelas air putih pada Kaynara, ia melihat wajah Kaynara yang begitu pucat.


"Duduk lah dulu." pinta Syafa. Kaynara pun duduk sebentar lalu meminum segelas air yang di berikan oleh Ibu Angkat nya.

__ADS_1


"Kau sedang hamil, mungkin itu yang membuat mu mudah letih. Duduk saja lah dulu, jika tamu ingin memberikan ucapan selamat. Kamu bisa duduk untuk menyambut nya. Mereka akan mengerti."


**********


Di sisi lain, Caca sangat merepot kan suami nya. Bisa-bisa nya di saat keadaan seramai ini. Ibu hamil yang satu ini mengingin kan suami nya untuk menari ala badut yang mengisi acara ulang tahun anak-anak nya. Wajah nya cemberut karena Arvan menolak dengan halus.


"Sayang, lihat lah! begitu banyak tamu di sini. Bagaimana aku bisa melakukan itu? banyak rekan kerja ku yang hadir, Sayang." bujuk Arvan. Caca pun tak mau mendengar kan, mata nya berkaca-kaca seakan ingin menangis, seolah suami nya ini telah memarahi nya.


"Sayang, sudah ya. Bagaimana jika nanti kita akan berbelanja sepuas mu?"


"Tidak!" jawab nya. Air mata nya pun berlinang, tidak lama kemudian Shinta pun datang membawa Alana dan Alan.


"Astaga si pengacau datang." batin Arvan, ia yakin Shinta akan semakin memanasi Caca dan memaksa Arvan melakukan ini.


"Mami." ucap Alana dan berlari kecil menghampiri Caca, Alana memeluk Caca. Caca pun menggendong Alana.


"Kenapa mami cedih?" kedua tangan kecil Alana menghapus air mata Caca.


"Karena papi kamu jahat, Sayang." Alana pun menoleh ke arah Arvan dan melotot kan mata nya. Ia begitu menurun dengan sifat Ayah dan Ibu nya.

__ADS_1


"Papi! kenapa papi buat mami cedih? papi jahat! Alana ngga sukak!"


"Tidak, Sayang. Bukan begitu." Arvan ingin memberikan pengertian pada Alana.


__ADS_2