Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kepulangan Caca 3


__ADS_3

Caca melepaskan pelukan Syifa. Caca pun bangkit dan memegang jemari kecil Syifa, mengajak Arvan dan juga Shinta untuk makan terlebih dahulu di bandara. Shinta pun menyetujui nya. Caca menggendong tubuh mungil Puterinya, ia ingin sekali mengenalin Arvan kepada Caca namun Caca mengurungkan niatnya, ia tak ingin terburu buru dan membuat Syifa takut lagi.


"Sayang, mengapa kau tak memberitahu ku bahwa akan ke bandara" Ucap Revan yang berlari mendekat kearah mereka ber empat. Shinta menoleh dan menyengir, melambaikan tangan kepada suaminya, Shinta takut Revan tak bisa mengendalikan emosinya dan marah di tempat umum seperti ini


"Mati aku, mati lah kau tata" gumam Shinta dalam hati. Revan mendekat dan memeluk isterinya


"Kan udah dibilang, kamu kalau mau kemana mana bilang aku dulu!"


"Iya-iya, maaf ya" Shinta menarik tangan Revan dan membawa pria itu menjauh dari jangkauan Caca, Syifa dan juga Arvan. Setelah agak menjauh dari jangkauan mereka ia melepaskan tangan Revan. Revan masih menatap Shinta dengan tatapan tajamnya, ia begitu sangat kesal dengan Shinta yang tak bisa di bilangin.

__ADS_1


"Maaf" Hanya itu yang bisa Shinta ucap kan. Shinta bukanlah wanita lemah yang takut kepada lelaki, namun ia tahu kali ini ia bersalah. Mungkin jika kehamilannya tidak sebesar ini Revan mungkin tak kan semarah ini. Revan membuang nafas nya dengan kasar


"Baik lah, lain kali jangan di ulangi!"


"Kenapa diam? apa kau mengerti?!" Sentak Revan. Shinta pun mengangguk mengerti


"Ayo" Revan menggengam tangan Shinta dan membawa isterinya berjalan mendekati Caca, Arvan dan juga Syifa. Arvan dan Revan saling pandang lalu melihat ke sembarang tempat.


"Aku berjanji akan membuat mereka seperti dulu lagi, bagaimana pun ini semua karena ulahku" Gumam Caca.

__ADS_1


"Sebaiknya kita makan yuk" ajak Shinta, awalnya Revan menolak. Namun melihat wajah Shinta yang memelas seperti anak kucing membuatnya tidak tega dan menuruti keinginan isteri nya. Mereka pun mencari makanan di sekitar bandara tersebut.


********


Di sebuah restauran Shinta dan Revan memesan makanan kesukaan mereka, begitu juga dengan Caca dan Arvan. Shinta memberikan waktu untuk Caca agar lebih dekat dengan Syifa, Caca menyuapi Syifa dengan sangat telaten


"Akhirnya aku bisa menyuapi makan Puteriku" Gumam Caca dalam hati, rasanya ia begitu sangat bahagia. Hati Shinta sedikit sakit melihat pemandangan tersebut, namun ia harus belajar lebih dewasa dalam menyikapi hal ini. Shinta menoleh kepada Revan yang sedang mengelus perut buncit nya itu. Saling pandang dan tersenyum, sedangkan Arvan sedang menikmati makanan yang sedang di sajikan. Sesekali Arvan dan Revan saling pandang lalu membuang muka mereka ke sembarang tempat. Awalnya mereka cukup dekat namun peristiwa 7 Tahun yang lalu membuat mereka saling memendam kebencian satu sama lain. Setelah selesai makan, Caca berpamitan untuk pulang kerumah dan Caca meminta izin kepada Shinta dan juga Revan untuk membawa Syifa sebentar. Shinta dan Revan pun mengizinkan.


"Jangan nakal ya nak sama mama Caca, jangan buat mama Caca marah ya nak" ucap Shinta mencium pipi Puterinya

__ADS_1


"Iya mama, dedek bayi juga jangan nakal sama mama ya. Kasihan mama" Gumamnya sambil mengelus perut Shinta yang semakin hari makin membesar itu.


__ADS_2