Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 28


__ADS_3

Syifa memeluk Shinta dengan sangat erat. Mereka melapiaskan kerinduan satu sama lain


"Terimakasih Tuhan, kau mengabulkan doa ku" Batin Shinta.


"Dokter, Syifa sangat rindu dokter" celoteh Syifa. Shinta mengambil mangkuk bubur yang ada di meja tempat tidur Syifa.


"Kamu makan dulu ya sayang"


"siap mama" ucap Syifa yang membuat Shinta terharu dan menangis, Syifa merasa bersalah karena membuat Shinta menangis dan ia ikut menangis.


"Maafkan Syifa hiksss"


"Dokter jangan menangis, Syifa minta maaf karena sudah memanggil dokter dengan sebutan mama hiksss" Shinta meletakkan mangkuk bubur itu dan ia langsung memeluk Syifa dengan air mata yang mengenang. Ia menangis karena sangat terharu akhirnya bisa merasakan di panggil menjadi seorang mama. Shinta mengecup pucuk kepala Syifa.

__ADS_1


"Kamu jangan menangis sayang, kamu boleh kok memanggil dokter dengan sebutan mama" Ucap shinta, terlihat senyuman yang sangat mengembang dari bibir Syifa. Syifa menatap mata Shinta.


"Benarkah?" tanya Syifa dan Shinta menganggukkan kepalanya, Syifa kembali memeluk tubuh Shinta.


"Baiklah sekarang kamu makan ya " mengambil mangkuk bubur itu kembali, Shinta menyuapi Syifa, Syifa memakan bubur itu dengan sangat lahap. Tak lama Revan masuk kedalam ruangan, ia mendekati Shinta dan juga Syifa.


"Wah anak papa lahap sekali makannya"


"iya dong papa, kan mama yang suapi" ucap Syifa dengan manjanya. Revan masih bingung dengan apa yang terjadi ia menatap Shinta, Shinta memahami kebingungan Revan ia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Syifa sudah selesai makan, Shinta merawat nya dengan sangat baik. Ia mengelap dan memakai pakaian Syifa dengan sangat telaten. Revan hanya memandangi keduanya dengan sangat bahagia ia sangat bersyukur bahwa masih ada wanita yang menyayangi Puteri kesayangannya.


Diluar ruangan terdapat wanita yang sedang memandangi mereka dari dalam orang itu adalah Caca. Ia menangis diluar ruangan VVIP yang saat ini ditempati oleh Puterinya.


"Andai mereka tau alasan mengapa aku meninggalkan mereka waktu itu" Batinnya. Airmata nya terus saja mengenang

__ADS_1


"Setidaknya aku bisa bernafas lega karena Syifa baik baik saja, dan sudah ada wanita berhati malaikat yang merawat dan menyayangi anakku dengan tulus"


"Aku melihat ketulusan di mata wanita itu, sepertinya dia emang orang yang baik. Anakku akan bahagia bersama nya" Caca tersenyum, menghapus air matanya dan segera pergi dari rumah sakit. Dia berjalan menuju parkiran rumah sakit. Menaikki mobil dan meminta supirnya untuk kembali kerumah.


"Jangan bilang tuan kalau kita dari rumah sakit" Ucapnya pada sang supir


"Baik lah nyonya" Ucap supir dengan sangat sopan


"Bisa habis aku kalau dia sampai tau aku menjenguk Puteri ku" gumamnya dalam hati, Caca menyenderkan kepalanya di kursi mobil yang ia naikki, melihat kearah luar jendela air matanya terus saja mengenang. Mobil nya berhenti di sebuah rumah yang sangat megah bak istana. Caca turun dari mobil mewahnya dan segera masuk kedalam rumah. Ia membuka pintu rumah berharap orang yang sangat ia tak ingin temui tak ada di rumah namun sial nya pria itu sudah menunggu di ruang tv.


"Dari mana saja kau" Ucap lelaki itu


"Dari rumah teman ada urusan" Ucapnya cuek.

__ADS_1


"Baiklah, sini duduk bersamaku" Ucap pria itu. Namanya adalah Arvan mantan rekan kerja Revan sekaligus pria yang sudah merusak rumah tangga Revan dan Caca.


__ADS_2