Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Tukang bandrek


__ADS_3

"Sudah selesai," Revan mendekat ke arah mereka semua dan duduk di samping Shinta. Ia memberi bandrek yang tadi di buat nya kepada Shinta.


"Minum lah," pinta Revan pada Shinta. Wanita itu pun mengambil gelas yang ada di tangan Revan dan meminum bandrek tersebut dengan pelan-pelan.


"Ini sangat enak, Sayang." Shinta memberikan pujian pada suami nya.


"Kau pintar sekali membuat nya, lebih baik kamu menjadi tukang bandrek saja, Sayang.“


" Kau meledek ku? "


"Tidak sayang, percaya lah. Ini sangat enak,"


"Hee kenapa kau hanya membawa kan bandrek untuk Tata aja, mana untuk ku?" tanya Arvan. Revan merasa sangat geram pada teman nya ini. Ingin sekali rasanya Mencekik diri nya.


"Baik lah, aku akan membuat kan nya lagi. Dan aku akan mencincang tubuh mu sedikit untuk tambahan nya.“


“Hahaha,"


"Papa, bagaimana papa bisa memotong Daddy, sedang kan tubuh Daddy lebih besar dari papa," ledek Syifa.


"Hahhaahahha," semua orang tertawa. Begitu juga dengan si kembar Alan dan Alana. Mereka ikut tertawa seolah paham apa yang di bicara kan.

__ADS_1


"Sayang, seharus nya kamu membela papa, bukan membela Daddy mu." Bukan nya membela Revan, Syifa malah ikut meledek Revan yang membuat Revan merasa sangat kesal.


Drttt.... drttttt


"Sayang, ponsel mu berbunyi."


"Iya, sebentar." Shinta pun mengambil ponsel nya dari saku dan melihat nomer yang tidak di kenal menelpon nya


"Siapa?" tanya Revan. Shinta pun menggeleng karena ia sendiri tidak tahu nomer siapa itu.


"Angkat saja, siapa tau penting." Shinta pun mengangguk dan mengangkat ponsel nya.


"Hallo?"


"Hallo?"


"Siapa, Sayang?" tanya Revan lagi yang merasa penasaran.


"Enggak tahu, Sayang. Tidak ada suara nya. Mungkin orang salah sambung." ucap nya. Revan pun mengangguk, Sedang kan Shinta menikmati kembali bandrek yang sudah di buat oleh suami nya.


Kebahagiaan mereka semakin terasa, begitu juga dengan Kaynara. Luka nya semakin lama semakin memudar karena kasih sayang yang di berikan oleh Shinta, Caca, Arvan, Revan, kedua orang tua Shinta. Mereka sangat menyayangi Kaynara. Dan mereka berharap Kaynara akan mempunyai keluarga kecil yang akan membuat kebahagiaannya tidak memudar.

__ADS_1


Tok.. tok.. tok


Pintu berbunyi, Revan menyuruh pelayan nya untuk membuka kan pintu. Ternyata yang datang adalah Rangga. Semua merasa sangat terkejut untuk apa Rangga datang ke rumah Revan. Rangga adalah Teman Arvan yang membantu mereka dalam menemukan Kaynara. Revan mempersilah kan Rangga untuk masuk.


"Ada apa?" tanya Arvan.


"Aku, aku."


"Iya, kenapa bro? apa ada hal yang perlu?" tanya Arvan kembali.


"Tidak, maksud ku ada." Ia menjawab pertanyaan Arvan namun pandangan mata nya tak berhenti memandangi Kaynara. Shinta dan Caca yang memerhatikan gerak gerik Rangga pun saling pandang satu sama lain dan tersenyum


"Bro?" Arvan memecah kan lamunan Rangga yang masih memandangi Kaynara


"Gue tadi kerumah lo,"


"Iya, lalu? ada apa? ada hal yang penting?"


"Tidak! Gue hanya mau pulangin barang lo yang ketinggalan aja di rumah gue kemarin." Rangga memberikan SIM Card Arvan yang ketinggalan di rumah nya beberapa waktu yang lalu.


"Yaelah, ini bukan lah hal yang penting. Dan lo kenapa bisa tahu rumah Revan?"

__ADS_1


"Jika gue bisa menemukan orang yang hilang, tidak mudah untuk gue menemukan rumah seseorang." jawab nya singkat.


"Apalagi untuk menemui seseorang," ledek Caca yang menahan senyuman nya.


__ADS_2