Ibu Sambung

Ibu Sambung
Berhasil Menjebak


__ADS_3

Revan merasa sangat gemas melihat wajah istri nya yang cemberut.


"Sayang, bagaimana jika kita mempunyai anak lagi?"


"No!"


Jawab nya dengan cepat, Revan terkekeh dengan geli. Ia hanya sengaja menganggu Shinta.


Bukan nya Shinta tak mau mempunyai anak lagi, namun baby Al masih sangat kecil. Ia juga masih lelah menghadapi fase Hamil dan melahirkan.


"Kan tidak apa-apa, dua belas anak lebih baik." ganggu Revan kembali, Shinta memukul bahu suami nya.


"Jangan asal bicara kamu! Dua belas anak, memang nya mau main bola?"


"Iya kan kita bisa membuat tim sepak bola. Bagaimana?"


"Tidak mau! sudah lah, aku ke sini mau menikmati ice cream bukan mau berdebat." ujar Shinta dengan tatapan sinis nya.

__ADS_1


"Siapa yang mau berdebat kan aku hanya memberikan penawaran."


Penawaran seperti apa itu? Dasar kurang waras!


"Aku mendengar apa yang kau katakan, ingat dinding itu bicara padaku memberitahu segala nya."


Shinta merasa merinding mendengar ucapan suami nya. Bagaimana bisa ia bisa mengatakan itu, namun Shinta juga percaya karena Revan bisa mengetahui isi dan pikiran nya.


Revan tak kuasa melihat keluguan istri nya padahal ia hanya bercanda. Namun, Shinta menganggap nya dengan serius. Revan hanya menerka-nerka apa yang ada di pikiran Shinta. Ia.tahu bagaimana istri nya itu, sangat senang mengatakan nya tidak waras.


Revan memanggil pelayan ice cream dan mengatakan pesanan mereka. Kini Shinta memesan dua menu sekaligus. Dua gelas Ice cream vanilla dan milkshake rasa strawberry untuk diri nya sendiri.


Shinta menggeleng, ia sadar apa yang ia pesan. Ia pun memesan dua gelas ice cream cokelat untuk suami nya.


"Sayang, kamu terlalu banyak memesan." ujar Revan. Shinta bertanya apakah suami nya tak sanggup membayar pesanan itu.


"Apakah kau tidak bisa membayar pesanan sebanyak itu?" tanya Shinta. Revan langsung kesal, bisa-bisa nya Shinta meragukan isi dompet Revan.

__ADS_1


Revan menambahkan beberapa ice cream dengan rasa yang berbeda lagi.


"Xixixi!"


Revan menatap istri nya dengan curiga, Shinta pun mengatakan jika diri nya berhasil menjebak sang suami.


"Maaf, Sayang. Bukan nya istri mu ini meragukan dompet mu, namun aku sengaja mengatakan itu di depan pelayan agar suami ku yang ganteng ini mau menambah lagi. Sungguh, aku sangat ingin memakan banyak ice cream namun aku takut kau memarahi ku. Sekarang, aku bisa menikmati ice cream sebanyak itu karena suami ku ini yang memesan nya sendir," Shinta meledek suami nya.


Ia merasa sangat menang, Revan lupa jika ia memiliki istri yang sangat licik.


"Kau ini, berhasil menjebak ku. Dasar kancil!"


"Biarin, wek! Yang penting aku puas memakan ice cream sebanyak itu."


"No!" ujar Revan, bukan nya ia pelit namun ia tidak ingin jika Shinta sakit atau batuk karena terlalu banyak makan ice cream..


"Sayang, kau tak bisa melakukan apapun. Pesanan sudah tidak bisa di cancel." ledek Shinta kembali dengan senang, memang benar pelayan itu sudah pergi untuk memberikan pesanan mereka.

__ADS_1


Revan membuang nafas nya dengan kasar, dan menggaruk kepala nya yang tak gatal.


Revan kini hanya pasrah, ia juga melihat wajah bahagia istri nya dengan sumringah. Sudah lama ia tak melihat wajah istri nya seceriah ini seperti anak-anak.


__ADS_2