Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2- berharap


__ADS_3

Kaynara mendudukkan tubuh nya di atas ranjang. Ia membuang nafas dengan perlahan. Walau semua terasa indah, Shinta, Caca dan kedua orang tua Shinta memperlakukan Kaynara layak nya anak dan adik. Tetap saja Kaynara selalu merindukan kedua orang tua nya yang telah tiada. Ia memejamkan mata nya perlahan dan memegang dada nya yang terasa sesak. Kay mencari sesuatu di tas nya dengan tergesa-gesa.


"Sial aku lupa membawa nya." kesal Kay. Ia berusaha menenangkan diri


"Aaaaa." teriak Kaynara dengan tertahan


*****


Syafa yang ingin kembali ke kamar nya. Mendengar kan suara teriakan seperti menahan sakit. Syafa mendekat ke arah suara tersebut ternyata dari kamar Kaynara. Syafa mengetuk pintu kamar Kaynara namun tidak ada tanggapan.


"Kay? ini Ibu, nak." ucap Syafa memanggil kaynara dengan lembut.


Tok! Tok! Tok!


Syafa kembali mengetuk pintu kamar Kaynara.


"Sayang. Kamu baik-baik aja?"


Melihat tidak ada reaksi apapun dari Kaynara. Syafa semakin panik dan berlari memanggil suami, anak dan menantu nya. Shinta, Caca yang mendengar teriakan Syafa pun keluar


"Ada apa bu?"

__ADS_1


"Kay. Tadi ibu berjalan dan mendengar suara teriakan. Ibu mencoba mengetuk pintu kamar Kay tetapi tidak ada tanggapan." jawab Syafa yang sangat panik


Revan dan Arvan pun segera berlari dan mendobrak pintu kamar Kaynara.


Terlihat Kaynara yang sangat sangat kacau. Tubuh nya bergetar hebat dan rambut yang berantakan.


"Kay." Teriak mereka secara bersamaan dan berlari ke arah Kaynara. Shinta dan Caca langsung memeluk tubuh Kaynara dengan hebat.


"Kak. Aku butuh obat ku!" ucap Kaynara dengan nada yang gemetar.


"Obat apa Kay?" tanya Caca dengan panik dan menangis. Ia semakin mengeratkan pelukkannya.


"Kay ayo kita kerumah sakit." ajak Shinta dengan lembut


"Tidak! aku tidak ingin!" bentak Kaynara. Kaynara melepas kan dirinya dari pelukan Shinta dan Caca. Sifat nya yang angkuh kembali lagi. Shinta dan Caca kaget.


"Kay?"


"Pergi lah kalian! pergi!." Bentak Kaynara kembali. Semua orang merasa sangat heran dengan sifat Kaynara yang tiba-tiba tidak bisa di kontrol.


"Kay?" Caca kembali menyentuh bahu Kaynara dengan lembut. Namun, Kaynara mendorong tubuh Caca dengan kuat hingga Caca mengeluarkan darah. Paha nya yang putih dan mulus di basahi dengan sedikit darah yang mengalir deras

__ADS_1


"Caca." Arvan langsung menggendong Caca dan membawa isterinya kerumah sakit yang di antar kan oleh Revan


"Kamu udah gila ya!" kesal Shinta kepada Kaynara.


*****


Caca menangis, ia tidak ingin kehilangan janin nya untuk kesekian kali nya.


"Tenang lah, Sayang. Anak kita tidak akan kenapa-kenapa."


"Aku takut hiks" Caca memegang perut nya.


"Tuhan aku tidak akan sanggup jika terjadi lagi untuk kedua kali nya." batin Caca sambil memegang perutnya dan menangis.


"Anak kita tidak akan kenapa-kenapa, Sayang. Yakin lah." Arvan mencoba terus menenangkan isterinya. Ia memeluk Caca dan mengecup kening Caca. Caca menangis takut di dalam pelukkan Arvan.


"Tenang lah Ca. Anak mu tidak akan kenapa-kenapa." kali ini Revan ikut bersuara dan menenangkan ibu dari anak pertama nya.


"Aku takut."


"Semua akan baik-baik saja." darah terus mengalir dan perut Caca terasa sangat sakit. Caca terus berdoa di dalam mobil. Ia berharap janin nya akan kuat dan baik-baik saja

__ADS_1


__ADS_2