Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kacau


__ADS_3

Queen memeluk kedua orang tua nya sambil menangis.


"Maafin Queen, Queen tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamat kan kalian." pandangan mama Queen beralih pada Krystal yang berjalan mendekati mereka.


"Tidak apa, Sayang. Setidak nya kamu adalah anak ku, kamu menunjuk kan bahwa kamu adalah puteri ku, keturunan ku. Kau menyelamat kan aku, tidak seperti manusia yang tidak tahu terimakasih." sindir mama nya. Krsyal sadar ucapan sang mama untuk diri nya.


Jangan sedih, Krys! jangan nangis! wajar jika mama kecewa sama kamu. Sikap kamu kemarin yang membuat mama begini. Tolong, jangan menangis!


Krystal mencoba menguat kan diri nya sendiri dari dalam hati, ia tersenyum. Setidak nya mama dan papa nya tidak apa-apa.


Terimakasih kak! aku memang percaya, kamu bisa membantu keluarga ku~ batin Krystal.


Krystal sangat berterimakasih pada Revan, dan berencana untuk menemui nya. Queen melepas kan pelukkan itu. Papa Queen yang melihat kehadiran Krystal langsung mendekati Krystal dan memeluk nya.


"Papa kangen sama kamu." ujar sang papa. Mama Queen pun menepis dan menarik tubuh suami nya menjauh kan dari Krystal.


"Untuk apa papa memeluk anak tidak tahu diri ini? dia juga sudah bekerjasama dengan wanita licik kita. Karena obsesi nya, kita hampir kehilangan nyawa."


"Tidak, Ma! sampai sekarang, papa tidak percaya jika Krystal melakukan hal ini."


"Terus saja kau membela nya! sudah cukup kau memanja kan nya! lihat dia! lihat! anak yang selalu kau bangga kan, dia yang sudah tega menukar nyawa kita demi obsesi nya. Bahkan, aku sangat bersyukur jika dia menderita karena pernikahan Revan."


"Cukup ma!" Queen pun menghenti kan ucapan Mama nya.


"Mama baru saja pulang, sebaik nya mama dan papa membersih kan diri dulu, Queen akan menyiap kan makanan untuk kalian." Queen pun menghapus air mata nya dan segera membawa ke dua orang tua nya masuk ke dalam. Krystal hanya bisa terdiam memaku, air mata nya menetes dengan segera Krystal menghapus air mata nya.


Gak boleh nangis ih! aku nggak boleh cengeng. Sabar Krys, nggak semua hal harus kamu kasih tau! kuat Krys, kuat! bisa, pasti bisa. Nggak ada hal yang paling penting kecuali kebahagiaan keluarga kan Krys? ~ Krystal mencoba menghibur diri nya sendiri.


Ia pun membuang nafas dengan kasar. Krsytal masuk ke dalam mengikuti kakak dan kedua orang tua nya.


"Sayang, sini sama papa!" panggil sang papa, Krystal pun mendekati papa nya.

__ADS_1


"Papa percaya kamu bukan seperti itu."


"Terimakasih Pa." Krystal pun memeluk papa nya dengan erat, setidak nya. Masih ada sang papa yang benar benar mengerti dan mengenal diri nya.


"Apa sih kamu, Pa! kenapa dia masih saja kamu bela?!" kesal Mama nya.


"Ma, sudah lah! setidak nya kita udah kembali, jangan membuat suasana tidak nyaman."


"Aku apa dia yang membuat suasana tidak nyaman?"


"Aku tahu, sedari dulu kamu memang nggak suka sama anak aku! tapi, bukan berarti kamu bisa terus terusan menyalahi dia!." bentak papa Queen


"Papa ngomong apa sih pa? Krystal juga anak mama. Wajar kan mama kecewa dengan sikap dia? papa ingat nggak waktu kita memohon pada nya meminta keselamatan mama dan papa. Dia nggak perduli!" bantah Queen yang seakan nggak terima melihat papa nya bersikap kasar pada sang mama


"Kamu lihat, Sayang. Papa mu memang selalu seperti itu!"


"Sudah jangan bertengkar, ini memang salah aku kok. Aku memang anak yang jahat kepada orang tua nya." Krystal memilih untuk membiar kan orang menilai diri nya buruk.


"Hebat banget kamu ya!" bentak Queen pada Krystal.


"Dia itu kakak mu! apa kau memang tidak punya sopan santun!"


"Cukup, Ma! cukup!" teriak papa pada mama nya.


"Kenapa, Pa? kenapa papa marahi mama? apa yang salah pa? papa tahu kan, bagaimana sayang nya Queen sama Krystal? bahkan di saat mama marah pada nya, Queen selalu membela nya. Bahkan Queen rela di hukum dan mengganti kan hukuman untuk Krystal. Tapi, pa! kali ini, Krystal memang bersalah! dia sangat keterlaluan. Dia nggak perduli sama mama dan papa, dia nggak sayang sama kita!" ucap Queen yang menangis di depan keluarga nya. Dada Krystal terasa sangat sesak, ia menahan air mata di depan keluarga nya.


"Sudah, cukup! kalian nggak usah lebay sih! iya emang aku yang salah! Aku memang berharap kalian nggak hidup sekalian. Kalian mau apa? mau usir aku? nggak anggap aku anak? ya terserah! aku sama sekali nggak perduli!"


Plak...!


Suara tamparan sangat deras melayang di pipi Krystal, ternyata itu tamparan dari papa nya. Terlihat kekecewaan dari mata sang papa.

__ADS_1


"Papa tidak menyangka kamu bisa sejahat ini Krystal! tega kamu melakukan ini pada papa mu nak? papa begitu sangat menyayangi mu, tetapi begini balasan mu?"


Papa...!


Teriak Queen, Krystal dan juga sang mama yang melihat papa nya tidak sadar kan diri.


"Bangun, Pa! bangun!" teriak Queen, begitu juga mama nya. Krystal ingin memegang papa nya namun dengan cepat mama nya menepis tangan dan mendorong Krystal.


"Jauhi suami ku!"


"Ta-tapi, dia juga papa ku. Ma!"


"Diam kamu! jangan pernah bilang dia papa mu!" Krystal lagi-lagi di jauhi oleh mama nya jika ingin mendekati sang papa.


"Ma, tolong. Lepasin! aku mau bersama papa!"


"Nggak perlu!" lagi-lagi Krystal di dorong, bahkan di usir dari rumah.


"Pergi kau! aku sangat tidak suka melihat mu di sini! jangan dekati keluarga ku!" begitu banyak cacian keluar dari mulut mama nya membuat hati Krystal semakin sakit, Queen menghubungi ambulance.


Ambulance pun datang, Krystal ingin ikut naik ambulance namun mama nya melarang.


"Jangan ikuti kami!"


"Aku mohon ma!" dengan kasar Krystal di dorong oleh mama nya. Hingga mobil ambulance itu pun menjauh. Krystal tak menyerah, ia mengikuti ambulance menggunakan mobil nya. Pikiran Krystal saat ini sangat kacau, ia begitu sangat menyesal telah melakukan kekacauan.


"Maafin aku, Pa. Tolong, bertahan lah." ujar nya. Krystal sangat khawatir dengan keadaan papa nya. Bukan maksud diri nya menyakiti hati papa nya. Ia hanya tak ingin melihat kedua orang tua nya selalu bertengkar hanya karena dia.


"Papa." tangisan Krystal memecah, bahkan ia membawa mobil dengan tidak fokus, tangan Krystal pun gemetar, saat ini yang ada di fikiran nya hanyalah kesembuhan sang papa.


*******

__ADS_1


Di sisi lain, Queen memeluk mama nya sambil menangis.


"Ma, Papa nggak akan kenapa-kenapa kan? Queen nggak mau kehilangan Papa." Isak Queen


__ADS_2