
"Maafin tata, Pa. Tata bersikap seperti anak-anak. Tata hanya merasakan kesakitan dan juga kepedihan tata namun melupakan rasa sakit yang kalian rasakan."
Shinta mengatakan itu dengan senggugukan, Tommy memegang bahu menantunya. Membelai rambut Shinta dengan lembut, ia tahu apa yang saat ini dirasakan oleh menantunya.
"Semua tidak mudah bagimu, bahkan bagi kita semua. Namun, kita harus tetap melanjutkan hidup yang lebih baik lagi."
Shinta mengangguk mengerti, semuanya sudah berlalu dengan cepat.
Begitu cepat, tidak ada aba-aba. Takdir kembali mempermainkan Shinta dan keluarganya.
******
Caca memandang suaminya, kini hatinya merasa sedikit lega. Karena Arvan sudah sadar, namun akibat kecelakaan dan benturan yang begitu hebat. Membuat Arvan tidak bisa bergerak, ia mengalami kelumpuhan.
Itu bukan permanen, namun dokter juga tidak bisa memastikan kapan Arvan kembali pulih seperti semula.
Caca dan keluarga hanya bisa berharap kebaikan untuk Arvan, Caca meminta kepada dokter agar mengizinkannya membawa suaminya pulang kerumah. Dokter pun menyarankan untuk Caca membawa Arvan berobat ke Penang. Caca terdiam sejenak, tidak mungkin ia membawa Khanza dan Raisa bersamanya, apalagi Raisa sekolah. Anaknya akan ketinggalan pelajaran, dan Khanza? Masih terlalu kecil jika di bawa-bawa.
Caca menitipkan suaminya kepada Syafa dan Gunawan.
"Bu, Yah. Caca titip Arvan sebentar ya? Caca akan segera kembali."
Ia pergi entah kemana, saat ini anaknya Khanza masih dirumah Shinta.
Caca pun mendatangi keluarga Shinta, tidak sengaja ia mendengar percakapan keluarga mereka.
__ADS_1
Caca langsung mendekati Shinta, dan menitipkan anak-anak kepada Shinta.
"Dokter menyarankan untukku membawa Arvan berobat ke Penang. Di saat seperti ini, tidak mungkin membawa anak-anak. Aku titipkan anak-anak kepadamu, Ta. Apa kau merasa keberatan?"
Shinta menggeleng, namun ia bingung bagaimana dengan ASI untuk baby Khanza?
Caca memegang bahu Shinta, ia mempercayakan semua itu kepada Shinta.
"Aku tahu, ASI mu masih ada. Tolong berikan kepada Khanza, dan jadilah ibu untuk Khanza!" Caca menangis, walau ia ingin sekali merawat anaknya sendiri. Namun keadaan memaksanya kembali menyerahkan anaknya kepada orang lain.
Ia percaya, hanya Shinta yang bisa menjadi Ibu Sambung terbaik untuk anak-anak.
"Anggaplah Khanza seperti anakmu, Al!"
Shinta menangis mendengar ucapan Caca, ia berjanji akan menjaga anak-anak Caca dengan baik terutama baby Khanza. Memang, usia Khanza dan Al itu sangat dekat.
"Aku akan segera kembali, dan aku pastikan aku akan kembali dengan Arvan sampai dia benar-benar sehat. Aku juga memutuskan akan membawa Raisa bersama ku, dia akan pindah sekolah."
Semuanya terkejut, apakah Caca membutuhkan waktu yang lama pergi?
"Mengapa Raisa harus pindah sekolah? Apakah kah kau akan pergi lama?"
Dengan berat hati Caca mengangguk, ia pun berharap jika dirinya akan segera kembali dengan suaminya. Namun dokter mengatakan jika perobatan yang akan Arvan lakukan bisa sampai bertahun-tahun. Caca tidak mungkin meninggalkan Raisa, anaknya pasti akan sedih. Dan tidak bisa menerima semuanya, jika Caca kembali meninggalkan ia.
"Aku ingin sekali membawa Khanza, namun ia masih sangat kecil. Aku tahu, dia pasti akan terabaikan jika bersamaku, aku ingin fokus untuk kesembuhan suamiku."
__ADS_1
Shinta mengerti, mereka pun mengucapkan perpisahan.
*******
***Halo buat para pembaca setia author terkasih, bagaimana kabar kalian? Author harap sehat selalu ya❤️
Sangrainily mau bilang kalau sangrainily sedang mengikuti lomba yang berjudul "Lihat Aku, Jasson!"
Sangrainily sangat butuh bantuan dan dukungan kakak-kakak baik hati semuanya dengan cara berikan like, komen terbaik dan juga penilaian bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 dari kakak-kakak semua!
Dukungan kalian, sangat bermanfaat dan membangun motivasi untuk author!
Pasti bertanya, kenapa buat cerita baru lagi yang lain aja masih gantung?
√ Mohon pengertiannya ya kak, karya baru ini author ikuti dalam lomba. Dan untuk mengikuti lomba, harus membuat karya baru.
Dan karya lama yang terbengkalai, sudah author hapus. Kakak-kakak bisa cek sendiri!
Karya yang belum kontrak sudah author hapus, dan ada alasan tertentu, dan karya yang belum author kontrak masih sepenuhnya hak author!
Jadi sangrainily tetap akan lanjutin karya yang sudah di kontrak saja
Mohon dukungannya yuk untuk karya yang author ikuti lomba berjudul "Lihat Aku, Jasson!"
__ADS_1
Sehat selalu untuk orang-orang baik❤️❤️🤗***