Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Tertawa


__ADS_3

"Saat ini Syifa sangat labil, kau sedang hamil begitu juga dengan Caca. Syifa akan merasa asing dan di lupakan oleh kalian, masih ada waktu nak. Kau tidak melihat raut wajah nya yang sedih tadi? Jangan buat dia sedih hanya karena masalah ini nak, Biar Ibu dan Ayah yang menjaga Alan dan Alana. Lagian Ibu dan Ayah sangat kesepian nak, biar si kembar menjadi teman kami."


"Baik lah, Bu. Tata menitip kan Alan dan Alana pada Ibu dan Ayah. Maaf jika merepot kan Ibu."


"Tidak, Sayang! mereka itu cucu Ibu dan Ayah. Kami tidak merasa di repot kan oleh cucu-cucu kami. Apalagi mereka anak yang sangat pintar."


"Terimakasih bu, Tata sayang ibu!" shinta memeluk ibu nya dengan erat. Mereka pun melepaskan pelukkan mereka satu sama lain.


"Ayo, kita kembali pada mereka!" ajak Syafa. Shinta pun mengangguk dan mengikuti sang Ibu.


"Sudah selesai?" tanya Gunawan


"Sudah, Yah. Tata memutus kan untuk tetap pergi berlibur bersama syifa dan menitip kan Alan dan Alana kepada Ayah dan Ibu."


"Bagus lah kalau begitu, kau mengambil keputusan yang benar, Nak!" Gunawan tersenyum pada anak nya. Ia merasa bangga pada putri nya yang bisa bersikap adil dan tidak mementingkan kebutuhan anak kandung nya.


Begitu juga dengan Revan, ia bersyukur memiliki isteri seperti Shinta. Walau pun mereka sudah memiliki anak kandung, namun Shinta tetap menyayangi putri sulung nya Syifa seperti anaknya sendiri. Sangat sulit menemukan Ibu Sambung yang bisa bersikap adil kepada anak sambung dan anak kandung nya.

__ADS_1


Revan juga sangat merasa bersalah, karena dulu sudah bersikap tidak baik pada Shinta. Revan selalu dingin dan kasar pada diri nya.


"Sudah, ayo kita pergi sekarang." ajak Shinta.


"Ayo!"


Revan, Shinta dan Syifa pun berpamitan pada Syafa dan Gunawan. Sebenar nya Shinta sangat tidak enak hati meninggal kan kedua anak nya pada orang tua nya. Namun, ini keputusan yang terbaik.


"Mama dan Papa pergi dulu ya sayang, nanti kalau kalian sudah besar. Kita akan pergi berlibur bersama," Shinta mencium kedua anak kembar nya secara bergantian. Yang di ikutin oleh Revan dan Syifa.


********


**********


Kaynara sudah bisa kembali kerumah, Caca dan Arvan menjemput nya dan membawa ia kerumah caca dan Arvan terlebih dahulu, karena sebelum nya Shinta memberitahu bahwa dirinya pergi berlibur.


"Apa sudah siap semua kay" tanya Caca. Namun, Kaynara seakan mencari seseorang yang tidak ada

__ADS_1


"Kay?" panggil Caca memecah kan lamunan nya.


"Eh, Iya kak. Sudah!"


"Kamu nyari siapa? kok seperti nya sedang menunggu seseorang?"


"Tidak kak, ayo kita pulang." Caca dan Arvan pun membantu Kaynara dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil, Kaynara hanya terdiam dan memandang ke arah luar jendela. Seakan ia sedang merindu kan seseorang.


"Apa kau merindukan Rangga?" goda Arvan. Kaynara pun menoleh ke depan melihat Caca dan Arvan


"Tidak kak, aku hanya senang bisa kembali pulang ke rumah."


"Benar kah?"


"Iya kak." Kaynara mencoba tersenyum

__ADS_1


"Kalau begitu, Rangga tidak perlu ke rumah ya." goda Arvan lagi.


"Biar kan saja jika ia ingin ke rumah kak, aku tidak merasa keberatan kok!" ucap Kaynara dengan cepat. Caca dan Arvan pun tertawa melihat reaksi Kaynara


__ADS_2