Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 9


__ADS_3

Shinta terus saja berlari dengan perasaan kacau menuju jalan besar, dia tak tau mengapa hatinya sangat kacau seperti ini apalagi ketika Syifa mencium nya. Dia bahkan tak mengerti mengapa bersikap seperti ini, padahal dulu Shinta orang yang sangat kuat namun sekarang mudah sekali dia menangis hanya karena masalah sepele.


"Kenapa aku selebay ini sih sekarang ah" Gumamnya dalam hati, dia menghapus air mata yang jatuh dari sudut matanya. Tiba tiba ada suaranya tidak asing memanggil namanya. Dia menoleh kebelakang dan ternyata itu Rayhan bersama calon isterinya.


"Shinta, sedang apa kau disini" tanya Rayhan penuh khawatir. Tangan Shinta menjadi gemetar tak menentu. Jantung nya berdegup kencang saat melihat Rayhan lelaki yang ia cintai yang pernah menjalin hubungan bersamanya selama 10 tahun tersebut. Shinta mengontrol dirinya dan berusaha untuk tetap tenang. Tersenyum kepada dua orang yang berdiri tepat di hadapannya, dia melihat Rayhan menggenggam tangan wanita tersebut.


"Shinta mengapa kau tak menjawab pertanyaan calon suamiku" Ucap Cinta dengan nada sombongnya , melipat kedua tangannya keatas perut.


"Aku hanya berjalan jalan saja" Berbicara dengan sangat tenang. Ketika Shinta melihat wajah Rayhan dengan penuh kasih sayang dengan tega Rayhan memegang pinggang cinta dan memeluknya dari samping,mencium pucuk kepala cinta dengan lembut tepat didepan Shinta . Ingin rasanya Shinta terjatuh lemas dan menangis sejadi jadinya. Namun ia menggenggam tangannya dengan kuat mencari kekuatan untuk tetap tenang. Seketika rasanya dunia Shinta seperti berhenti, ia kehilangan oksigen untuk bernapas.


"Sakit sekali rasanya Tuhan" Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Apa kau sakit hati? sebaiknya kau lupakan calon suami ku, lusa kami akan menikah!" Ucap Cinta dengan senyum liciknya


bless


Kata kata Cinta semakin membuat dada Shinta merasakan sesak yang sangat luar biasa. Namun dia terus berusaha mengontrol dirinya agar untuk tetap tenang, dia tak ingin Rayhan dan juga Cinta merasa menang atas kehancurannya Shinta.


"hahaha...." Gelak tawa Shinta membuat orang yang berada disana melihatnya


"Kalau ingin menikah ya menikah saja, emang nya aku perduli. Aku tak pernah mencintainya" Jawab Shinta dengan nada jutek nya. Rayhan terus saja mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Cinta seperti mencari kekuatan didalam tubuh wanita itu. Sebenarnya Shinta sangat mencintai Rayhan dan dia sangat sakit melihat Rayhan memeluk dan mencium wanita lain dihadapannya namun karena kesal dengan Cinta dia mengatakan bahwa dia tak pernah mencintai Rayhan.


"sudahlah tak ada waktu berbicara kepada kalian! aku ingin kembali ke klinikku, membuang buang waktuku saja" Ucap Shinta dengan angkuh.

__ADS_1


"Tunggu!" Rayhan melepaskan pelukannya dari cinta dan menggenggam tangan Shinta untuk mencegahnya agar tak pergi namun dengan segera Shinta menepis tangan Rayhan.


"Cinta apa boleh aku berbicara berdua saja dengan Shinta?" Tanya Rayhan


"Baiklah! kau boleh berbicara dengan wanita ini. Lagipula kita akan menikah lusa, dan kau takkan bisa bertemu atau berbicara lagi padanya " Berjalan pergi meninggalkan Rayhan dan juga Shinta.


"Aku tak punya waktu,aku harus segera pergi" Shinta ingin pergi namun lagi lagi Rayhan menahan nya.


"Berikan aku waktu 10 menit saja Shinta " Ucap Rayhan dengan lembut.


"Bahkan aku sudah memberikan waktu padamu bukan hanya 10 menit tapi 10 tahun! Namun apa balasan mu hah" tersenyum mengejek.

__ADS_1


"aku mencintai Cinta, kau harus melupakanku Shinta" ucap Rayhan dengan tegas.


__ADS_2