
Raisa bertanya mengapa kakak nya senyum-senyum sendiri. Syifa mengatakan kepada Raisa jika ini tempat favorit nya dengan mama Shinta..
Caca yang sedang tidak enak hati pun seakan kehilangan selera untuk menikmati ice cream tersebut. Walau ia sudah berusaha untuk bersikap biasa saja.
Raisa meminta mama nya untuk segera menghabiskan ice cream tersebut.
"Mama, lekas lah habis kan ice cream nya. Lihat ice cream mama mulai mencair nanti tidak akan enak lagi."
Caca pun tersenyum, menuruti permintaan anak nya. Arvan melihat ke arah isteri nya, ia tahu apa yang di rasakan oleh isteri nya pasti sangat sakit.
Ia menyesal, karena telah melukai hati sang isteri. Arvan berharap, agar dia bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan nya itu.
"Mami, Alana mau tambah lagi. Sungguh lezat." ujar Alana, Syifa pun menegur adik nya perlahan. Ia mengatakan agar Alana mengingat pesan mama nya.
"Alana, sayang. Kamu harus ingat apa kata mama, nggak boleh terlalu banyak makan ice cream nanti kamu sakit."
"Tapi ini hanya sesekali saja kakak, boleh ya?" ujar Alana memasang wajah memelas nya.
__ADS_1
Syifa memandangi mama nya Caca..Caca mengatakan jika memberikan satu cup kecil lagi pada Alana.
Caca nggak mau melihat Alana bersedih, lagi pula ini juga tidak setiap hari.
Syifa pun mengalah, ia mengatakan jika Alana sakit. Dia akan mengadukan hal ini kepada mama dan papa mereka.
"Tapi, hanya satu cup kecil saja."
"Iya, Kakak. Alan, juga mau tambah. Iyakan Alan?" tanya Alana yang menoleh ke arah Alan. Alan menggeleng mengatakan jika diri nya tidak lagi menginginkan ice cream.
"Tidak."
"Alana?"
Alana menoleh ke arah kakak nya dan tersenyum, ia tidak berani meminta lagi. Karena nanti pasti kakak nya akan mengadukan hal ini kepada orang tua mereka.
Alana tidak mau membuat Mama dan Papa nya marah.
__ADS_1
Alana menghabiskan ice cream nya dengan cepat. Bahkan, yang lain nya masih menikmati cup pertama.
"Alan udah nggak mau lagi? Bial untuk Alana aja."
Syifa menggeleng melihat kelakuan adik nya, Alana tidak kehilangan cara agar di izin kan memakan ice cream lagi.
"Alana, kan Alan masih makan. Kenapa Alana menggangu nya? Alana kan sudah makan dua cup ice cream."
"Tidak kakak! Alana tidak menganggu alan, Alana hanya mengatakan jika Alan tidak mau, bial Alana saja yang menghabisi nya jadi nya tidak telbuang sia-sia."
Raisa tertawa melihat tingkah Alana yang begitu menggemaskan, ia pun sengaja meminta tambahan cup ice cream lagi. Caca pun memesan kan nya untuk Raisa.
Setelah tambahan ice cream datang, Raisa sengaja memberikan nya kepada Alana. Alana terlihat sangat senang, Syifa menatap Raisa bertanya apa yang di lakukan oleh Raisa.
"Raisa, kenapa kamu memberikan nya kepada Alana?"
"Iya, kak. Tadi nya Raisa ingin tambah, namun tiba-tiba Raisa merasa sangat kenyang kak. Lagipula, Alana yang sudah habis ice cream nya jadi Raisa memberikan nya kepada Alana."
__ADS_1
Syifa menatap Raisa, ia tahu jika Raisa hanya mencari alasan saja. Ia memang sengaja memberikan ice cream tersebut untuk Alana.
Bukan Syifa pelit, namun ia tidak mau adik nya terlalu banyak memakan ice ceam nanti nya ia akan sakit.