
Kaynara sudah bisa kembali kerumah, Caca dan Arvan menjemput nya dan membawa ia kerumah caca dan Arvan terlebih dahulu, karena sebelum nya Shinta memberitahu bahwa dirinya pergi berlibur.
"Apa sudah siap semua kay" tanya Caca. Namun, Kaynara seakan mencari seseorang yang tidak ada
"Kay?" panggil Caca memecah kan lamunan nya.
"Eh, Iya kak. Sudah!"
"Kamu nyari siapa? kok seperti nya sedang menunggu seseorang?"
"Tidak kak, ayo kita pulang." Caca dan Arvan pun membantu Kaynara dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil, Kaynara hanya terdiam dan memandang ke arah luar jendela. Seakan ia sedang merindu kan seseorang.
"Apa kau merindukan Rangga?" goda Arvan. Kaynara pun menoleh ke depan melihat Caca dan Arvan
"Tidak kak, aku hanya senang bisa kembali pulang ke rumah."
"Benar kah?"
"Iya kak." Kaynara mencoba tersenyum
__ADS_1
"Kalau begitu, Rangga tidak perlu ke rumah ya." goda Arvan lagi.
"Biar kan saja jika ia ingin ke rumah kak, aku tidak merasa keberatan kok!" ucap Kaynara dengan cepat. Caca dan Arvan pun tertawa melihat reaksi Kaynara. Pipi Kaynara memerah tersipu malu.
"Hai." Kaynara tersontak ketika mendengar suara yang tak asing bagi nya, seseorang yang sedari tadi ia tunggu.
"Rangga!"
"Iya? apa ada yang salah?"
"Ti-tidak!"
"Kakak!!" tegur Kaynara yang salah tingkah, perhatian Rangga membuat diri nya merasa nyaman bila dekat dengan Rangga.
"Bagaimana kabar mu? apakah sudah lebih baik?" tanya Rangga penuh perhatian.
"Lebih baik duduk terlebih dahulu, ayo!" ajak Caca, mereka pun duduk.
"Kalian berdua berbincang lah terlebih dahulu, aku dan Arvan akan pergi sebentar."
"Pergi ke mana kak?" tanya Kaynara pada Caca
__ADS_1
"Ke rumah Ibu dan Ayah Shinta. Tadi ia memberitahu bahwa Si kembar Alan dan Alana tidak ikut berlibur dan tinggal di rumah orang tua nya. Jadi, aku ingin ke sana untuk melihat si kembar. Aku titip Kaynara pada mu ya!" ucap Caca pada Rangga. Rangga pun mengangguk, lalu Caca dan Arvan pun meninggal kan mereka.
"Sayang, bukan kah Si kembar bersama kakek dan nenek nya. Mengapa kau merasa khawatir?"
"Tidak, Sayang! aku tidak khawatir dan aku sangat tenang jika si kembar bersama Ayah dan Ibu. Tetapi, aku sengaja mengajak mu pergi. Biar kan Kaynara dan Rangga bisa mengobrol berdua dan kita akan menghabis kan waktu berdua dengan jalan-jalan. Apa kau tidak suka?" tanya Caca kepada suami nya dengan tatapan yang penuh selidik
"Tentu saja aku suka, sudah! cukup Tata saja yang galak, kamu jangan!"
"Bisa gawat jika Caca menjadi wanita galak seperti Tata." batin Arvan.
"Aku tidak galak, Sayang. Aku hanya memastikan jika kamu tidak keberatan kita aku mengajak mu untuk jalan-jalan."
"Tidak sayang, ayo kita pergi!" Arvan menggenggam jemari Caca dan mereka pun masuk ke dalam mobil. Arvan sengaja membawa supir agar dia dan isteri nya bisa bermesraan di belakang.
"Tumben sekali kamu meminta supir membawa mobil?"
"Karena aku ingin bermanja pada mu di sepanjang jalan, jika aku mengemudikan mobil nya. Kita tak akan bisa bermanja-manja menikmati pemandangan di luar dari dalam mobil. Caca pun menyender kan kepala nya di bahu Arvan
*******
Hai kak, sangra hadir lagi nih yuk jangan lupa like, komen dan vote poin. Jangan lupa share juga ya kak cerita author di grup kalian agar banyak yang baca hehe.
__ADS_1