
Shinta terus saja mengajak bicara Syifa, walau gadis kecil itu tak merespon tapi ia yakin bahwa Syifa masih mampu mendengarkan celotehan celotehannya. Ia memainkan pipi Syifa dengan gemas. Tertawa sendiri seperti mendapatkan mainan baru, sudah cukup lama Shinta berada di rumah sakit, ia takut jika ayahnya akan marah seperti tadi lagi. Membayangkannya saja sudah seram bagi dirinya, ia berpamitan pulang kepada Syifa. mencium setiap inch wajah gadis kecil itu
"Cepatlah sadar, aku sangat merindukan mu" Memeluk syifa dengan penuh kasih sayang. Shinta keluar dari ruangan ICU. Ia melihat diluar ada Revan yang sedang memperhatikannya.
"Mengapa kau melihatku seperti itu" tanyanya heran
"Siapa juga yang melihatmu, dasar Gr" ucap Revan sedikit gugup.
"Hey, tadi kau melihatku! Dasar lelaki menyebalkan"
"Apa kau bilang?" Tanya Revan dengan kesal.
"Ia kau lelaki menyebalkan" memijak kaki Revan dengan kuat .
"Aw... Dasar wanita gila"
"Apa kau!" melototkan matanya dan berkacak pinggang seperti menantang musuhnya.
__ADS_1
"Tidak" Ucap Revan mengalah, karena ia malas berdebat dengan wanita seperti Shinta. ia tau bahwa takkan pernah bisa menang melawan wanita aneh seperti itu. Ia meninggalkan Shinta yang masih memasang wajah sok garang, padahal bukannya makin takut, orang akan semakin gemas dengan ekspresi wajahnya yang seperti itu.
"Dasar pria menyebalkan" ucap Shinta
"Astaga" menepuk keningnya, mengingat sudah hampir malam ia harus segera pulang kerumah. Ia keluar dengan sangat terburu buru keluar dari rumah sakit, Revan bingung akan sikap Shinta namun ia enggan bertanya karena gengsi. Shinta menuju parkiran dan menaikkin sepeda motornya, ia melajukkan sepeda motornya dengan sangat kencang. Ia takut ayahnya marah lagi karena ia telat pulang sampai rumah. Ia sampai dirumahnya dengan selamat.
*tok tok tok
Pintu rumah terbuka, tampak ibunya keluar dari dalam
"Kenapa telat pulangnya sayang?" Tanya sang ibu
"Apakah ia belum sadar juga?" Tanya Ayah yang keluar dari dalam.
"Belum Yah, Bu" Ucapnya sedih.
"Kasian sekali gadis manis itu, Semoga ia cepat sadar. kamu harus sering melihatnya ya sayang" Ucap sang ibu. Shinta menganggukkan kepalanya. Mereka masuk kedalam rumah, Shinta mencium harum masakkan ibunya. Ia langsung menuju meja makan dan memakan masakan ibunya dengan lahap
__ADS_1
"Pelan pelan makannya sayang, nanti kau tersedak" ucap sang ibu.
"Hehe, habisnya masakkan ibu enak sekali. Tak ada duanya" Celoteh Shinta sambil memasukkan makanannya yang banyak kedalam mulutnya.
huk,,,uhukkkk
Shinta tersedak akibat terburu buru melahap makanannya, Syafa dengan cepat mengambil minum dan memberikan kepada Puterinya.
"Sudah ibu katakan pelan pelan makannya, kau seperti anak kecil saja" ucap sang ibu
"Hehe maaf Bu, masakan ibu sangat nikmat" meminum air putih yang ibu nya berikan
******
Hallo kak, sebagian udah aku up ya. Sisanya besok lagi hehe. Sangrainily belum ada tidur sampai sekarang ini mata ngantuk banget wkwk.
Akibat aktivitas yang sangat banyak dan melelahkan, maaf jika ceritanya gak sesuai harapan kalian. Ini juga sangrainily usahakan up buat kalian sampai begadang belum ada tidur. Banyak yang tanya kapan Syifa akan sadar, nah itu author belum tau. Ikuti saja terus yakak, mohon jangan bosan membaca cerita ini
__ADS_1
Mohon terus dukung sangrainily yakak, dengan cara like, coment dan berikan vote untuk menambah semangat author dalam menulis cerita. Terimakasih💕