
Queen yang baru saja kembali dari rumah sakit merenung, sebelum nya ia bertemu dengan mantan suami sekaligus sudah menjadi adik ipar nya itu.
Queen tidak bisa membohongi hati nya, diri nya masih mencintai Raffa.
Ia menangis, mengingat jika adik nya bermesraan dengan Raffa.
"Perasaan apa ini? Aku harus bisa melupakan nya. Ingat Queen, adik mu sedang mengandung anak nya."
Tidak ada niatan Queen untuk merebut Raffa kembali. Namun, hati tidak bisa di bohongi. Ia masih mencintai Raffa, walau sekuat apapun Queen berusaha melupakan Raffa.
Harus pada siapa Queen mengadu? Ia hanya bisa menahan setiap rasa sakit dan penderitaan itu sendiri.
Tidak mungkin Queen bercerita kepada mama nya, Queen tau betul bagaimana mama mereka sangat menyayangi diri nya. Jika Queen bercerita kepada mama nya, bisa saja mama nya membenci Krystal kembali seperti dulu, Queen tidak mau itu terjadi lagi.
Ia ingin kembali ke India, namun Krystal melarang karena ia ingin keluarga nya mengumpul sampai diri nya bersalin.
"Sulit sekali rasanya Raffa. Dada ku terasa sesak namun aku harus bersikap biasa saja."
__ADS_1
Jika mengingat kenangan mereka dulu, mungkin tidak terlalu banyak. Karena Queen tau jika Raffa tidak mencintai nya, sangat jauh berbeda saat Raffa bersama Krystal.
Queen harus menahan rasa sakit ketika tinggal serumah dengan adik dan juga mantan sekaligus adik ipar nya itu. Bahkan, seringkali melihat mereka bermesraan.
Queen harus memasang senyuman palsu nya, ia bahagia melihat adik kesayangan nya bahagia namun hati nya juga tidak naif jika tidak merasakan rasa sakit.
Di balik pintu, mama Queen memperhatikan anak nya. Ia tau apa yang Queen rasakan, namun mama nya tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin, ini sudah takdir yang harus Queen jalanin.. Tetap bersama Raffa juga tidak membuat Queen bahagia, karena Raffa tidak mencintai nya walau Raffa selalu bersikap baik.
"Sayang, mama tau apa yang kamu rasakan. Namun, mama tidak bisa berbuat apa-apa. Mama tau, perpisahan mu dengan Raffa itu yang terbaik. Karena kalian bersama juga sia-sia jika cinta nya kepada adik mu. Mama berharap, kamu bisa ikhlas menerima ini semua nak."
Mama Queen menepis pikiran nya, ia tau jika Krystal tidak sejahat itu.
"Tidak! Krystal tidak sejahat itu, walau gimana pun dia tetap anak ku. Aku tidak bisa membenci nya! Dia begitu banyak berkorban untuk kami."
**********
Krystal memandangi suami nya dari kaca dalam, terlihat jelas wajah Raffa.
__ADS_1
"Xixixi." Krystal mengekeh sendiri, Shinta bertanya ada apa. Namun Krystal hanya menggeleng.
Tidak kakak, sudah sebaiknya kakak istirahat saja!
Krystal membantu Shinta membaringkan tubuh nya. Shinta menatap langit-langit kamar rumah sakit itu, tatapan nya menjadi sendu. Ia merindukan anak nya, Al. Biasanya jam segini, Shinta selalu memantau anak nya apakah sudah tidur atau belum.
Tak terasa, pipi nya basah karena air mata yang menetes tanpa sadar.
Kak, sudah ya?
Krystal memeluk Shinta, ia sedih melihat Shinta yang hancur. Sekuat apapun Krystal membuat Shinta tersenyum namun wanita itu tau jika itu hanya sesaat.
Ia juga merasa kehilangan baby Al. Apalagi Shinta wanita yang baik, begitu juga dengan Revan.
Sosok keibuan Krystal muncul, ia juga bisa merasakan apa yang Shinta rasakan. Berat rasanya harus kehilangan anak yang sudah di kandung dan di lahir kan.
Walau Krystal tidak tahu bagaimana rasanya di sayang oleh seorang ibu kandung. Namun, mama nya Queen selalu perduli kepada nya di saat dia sakit..Walau mama nya selalu bersikap dingin kepada nya namun Krystal juga tau jika mama nya itu menyayangi diri nya. Hanya saja, luka mama nya begitu dalam hingga menutupi rasa cinta nya untuk Krystal.
__ADS_1