Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 66


__ADS_3

"Tapi ma" Rayhan menolak permintaan ibunya, saat ini dia ingin menemani calon istrinya.


"Ray, tolong dengerin apa kata mama!" Bentak Chyntia.


"Maaf ibu Syafa, saya rasa pernikahan ini harus dibatalkan!" Ucap Chyntia tegas.


"Enggak ma! Ray enggak mau, tolong jangan begini ma! Tata butuh kita" Rayhan menangis dan memeluk ibunya.


"Ikut mama pulang sekarang atau jangan anggap saya sebagai ibu kamu lagi!" Rayhan yang mendapat kan ancaman pun ikut bersama ibunya, Rayhan begitu menyayangi ibunya. Dia hanya berharap bisa membujuk ibunya untuk tidak membatalkan pernikahan nya bersama Shinta. Didalam perjalanan Chyntia hanya diam saja, ia pun tak tahu harus bagaimana lagi.


"Ma"


"Mama sedang tidak ingin membahas apapun sekarang" Belum sempat Rayhan melanjutkan ucapannya, Chyntia sudah memberikan peringatan kepada sang putera untuk tidak berdebat pada saat itu juga. Rayhan pun hanya pasrah dan menurutin permintaan sang mama, karena dia begitu memahami sifat ibunya. Rayhan begitu dekat dengan mama nya wajar saja jika dia begitu menyayangi dan hampir tidak pernah membatah ucapan sang mama. Baginya restu ibu sangatlah penting.


Sampai dirumah Rayhan, mereka pun turun dari mobil, Chyntia masuk kedalam kamar tanpa berkata apapun, Rayhan mengikuti sang mama


"Ma, Ray mohon" kini suaranya sudah terdengar terisak didalam pelukkan sang ibu


"Mengapa hanya karena Tata tak bisa punya anak, rayhan meninggalkannya ma. Rayhan sangat mencintainya seperti Rayhan mencintai mama. Rayhan mohon ma jangan batalkan pernikahan ini" Rayhan mencium tangan mamanya.


"Kau harus melepaskan nya nak, jangan egois" Chnytia membalas pelukkan anaknya dan menangis sejadi-jadinya.


"Rayhan akan begitu jahat ma meninggalkannya hanya karena alasan dia tak bisa memberikan anak"


"Tapi, kau akan lebih jahat jika menikahinya dan meninggalkannya. Apalagi dia tidak bisa punya anak, dia akan sendirian. Apa kau tega merampas kehidupannya seumur hidup?" Tanya Chintya.


"Apa maksud mama?" Chyntia pun memberikan kertas hasil pemeriksaan Rayhan dirumah sakit tadi. Rayhan pun bagaikan di sambar petir kagetnya.


"Apa maksudnya, hidup Rayhan tidak akan lama lagi ma" Chyntia semakin terisak dan memeluk puteranya sambil menciumi pipi sang anak.


"In....ini gak mungkin kan ma, in....ini bohong kan ma, jawab Ray ma!"


"Mama juga berharap ini tidak terjadi nak, namun itulah keadaannya. Mama mohon mengertilah! Jangan hancurkan kehidupan Shinta, mama sangat menyayangi nya seperti mama menyayangi mu nak" Rayhan pun tak ada pilihan lain selain menjauhi Shinta, lagipula apa yang bisa dia harapkan dengan keadaannya yang sedang sekarat.


********

__ADS_1


Di rumah sakit, Shinta tersadar dari tidurnya.


"Bu" Panggilnya lirih, Syafa pun mendekat ke sang anak.


"Ayo Bu, pernikahan Tata sudah dimulai. Ray pasti sudah menunggu" Shinta ingin bangkit namun Syafa hanya memeluk dan menangis sejadi-jadinya.


"Ibu kenapa menangis? Ayo Bu kita kesana"


"Mereka membatalkan pernikahannya nak" Dwarrrr, bagaikan disambar petir di siang hari.


"Ma...maksud ibu ap...apa" Tanyanya kaget.


"Oh mereka mengundur waktunya ya Bu, gak apa-apa kok Bu. Tata maklum, jam berapa Bu?"


"Sayang, kau harus kuat. Pernikahan ini takkan terjadi"


"Tidak mungkin Bu! Em...emangnya tata lakuin kesalahan apa?" Syafa pun menjelaskan semua nya kepada sang Puteri, Shinta yang mendengarkan penjelasan dari sang ibu pun hanya bisa terdiam dan menangis.


*Flashback on


"Mengapa Ray" ucapnya dengan air mata yang mengenang.


"Aku mohon bertahan lah Ray" Shinta mencium tangan Rayhan dengan airmata yang terisak.


"Mengapa kau tak jujur Ray, apa kau tak mempercayai ku" Airmata Shinta jatuh tak tertahankan lagi


"Aku mohon bertahanlah Ray, aku mohon" Shinta mencoba menggoyangkan tubuh Rayhan dan memohon agar dia bangun.


"Maaf kan aku yang tak mengerti dirimu, bahkan aku tak mengetahui semua rasa sakitmu"


"Ray, aku tak membencimu. Aku mohon bertahan lah Ray hiksss"


"Jangan tinggalkan aku lagi Ray" jemari Rayhan bergerak perlahan, ia membuka matanya dengan perlahan, bibir pucatnya bergerak tanpa suara.


"Ray" Shinta menghapus air matanya dan melihat Rayhan yang sadar dari tidurnya.

__ADS_1


"Tata" ucapnya terbata tanpa mengeluarkan suara.


"Sudah jangan banyak bicara dulu Ray" Shinta pun tersenyum dan membelai rambut Rayhan


"Aku tidak apa apa ta"


"Iya kau pasti akan sembuh" Shinta mencoba menyembunyikan kesedihannya kepada Rayhan


"Mengapa Ray?" Rayhan pun menoleh kearah Shinta dan tersenyum.


" Aku baik-baik saja ta"


"Iya, kau harus baik-baik saja" Shinta pun memeluk Rayhan dan menangis.


"Jangan menangis girl" Rayhan memegang pipi Shinta,. menghapus air matanya dan mencium pucuk kepala Shinta


"Ray hikss" Shinta pun kembali menangis di pelukkan Rayhan.


"Kau harus bahagia ta" Rayhan mengelus rambut panjang Shinta, ia sangat merindukan wanita yang saat ini berada didalam pelukkan ya, Rayhan menghapus air matanya agar Shinta tak melihat. Kepala nya kembali merasakan sakit yang luar biasa seperti ingin meledak namun ia menyembunyikan rasa sakit itu.


"Dimana suamimu" tanya Rayhan


"Dia berada dirumah, bersama Puteri kami"


"Ray, mengapa kau tak cerita semuanya padaku" Shinta mempererat pelukannya di dada Rayhan, kini baju yang dikenakan Rayhan basah akibat airmata Shinta. Shinta dan Rayhan tak menyadari keberadaan Revan yang diluar ruangan melihat mereka dari kaca luar. Revan merasakan begitu sakit, namun ia memaklumi situasi seperti ini


"Apa mereka akan kembali lagi ya"


"Aku menjadi penghalang kebahagiaan mereka" gumam Revan dalam hati, sementara itu didalam ruangan Shinta masih saja menangis dan memeluk Rayhan.


"Sudahlah, jangan menangis" Rayhan mencoba untuk menghibur Shinta walau itu semua percuma


"Maaf kan aku Ray, aku malah pergi meninggalkan mu disaat dirimu seperti ini hiks"


"Ta, sudah lah! kau harus bahagia, jika nanti aku pergi, aku mohon hiduplah damai dengan bahagia, jangan jadikan ini alasan kesedihanmu"

__ADS_1


"Cukup Ray! kau sudah pernah pergi dari ku dulu, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi Ray" kini Shinta menangis sejadi jadinya, ia tak rela jika harus kehilangan rayhan untuk selamanya.


__ADS_2