
Raffa membawa Krystal keluar dari rumah sakit.
"Lepasin aku, kak! aku mau menemani papa ku! tolong, jangan bawa aku pergi." iba Krystal pada calon suami nya.
"Udah, Krys! jangan gini, mereka nggak pernah anggap kamu ada. Udah cukup perlakuan mama mu, sekarang kakak mu. Udah Krys! mau sampai kapan kamu terus-terusan di salahi? mau sampai kapan kamu selalu di nilai sebelah mata aja?"
"Aku nggak apa-apa kok kak, memang ini semua salah aku kan? aku nggak perduli kak apa yang mereka fikir kan tentang aku, yang terpenting sekarang aku mau bersama papa. Tolong, kak." Krystal pun menangis memohon, ia sangat menyayangi papa nya.
Aku nggak apa-apa di benci, tapi tolong biar kan aku bersama papa sekarang. Aku janji setelah papa sadar, aku akan pergi dalam kehidupan kalian aku mohon kak! :( ~Krystal pun memberikan sebuah pesan untuk kakak nya.
Nggak! aku nggak akan ngebiarin kamu ketemu sama papa, kamu pergi yang jauh dari kehidupan kami, aku kecewa sama kamu, Krys! ~ Queen
Melihat balasan dari sang kakak membuat Krystal semakin frustasi. Raffa berusaha menenang kan Krystal.
"Aku harus apa sekarang, kak? ak-aku." belum sempat menyelesai kan ucapan nya, Krystal tak sadar kan diri. Dengan sigap, Raffa langsung menahan dan menggendong tubuh Krystal. Raffa pun kembali masuk ke rumah sakit dan memanggil para perawat. Mereka melewati ruangan papa nya saat ini di rawat. Queen yang melihat adik nya tak sadar kan diri pun mengikuti mereka
"Apa yang terjadi pada nya?" tanya Queen khawatir. Bagaimana pun, Queen begitu sangat menyayangi dan mencintai adik nya. Hanya saja, saat ini ia begitu kecewa, apalagi sikap buruk Krystal membuat papa nya masuk ke dalam rumah sakit. Bahkan, nyawa ke dua orang tua mereka hampir melayang hanya karena obsesi semata adik nya.
"Jawab! dia kenapa?" Queen mengikuti Raffa, kini Krystal sudah di bawa dan di tangani oleh dokter di dalam. Raffa menatap Queen dengan tajam, kalau tidak karena janji nya pada Krystal ia pasti sudah akan memaki dan memberitahu segala nya pada Queen. Raffa hanya menggenggam tangan nya, menahan amarah.
"Jawab aku!" teriak Queen, Raffa pun memejam kan mata nya, membuang nafas dengan kasar. Mencoba mengendali kan diri. Membuka mata nya kembali dan menatap Queen
"Apapun kesalahan dia, aku minta tolong pada mu jangan pisah kan anak dari ayah nya."
__ADS_1
"Apa maksud mu? dia tidak perduli dengan kedua orang tua kami! bahkan ia berharap mama dan papa meninggal." Queen menangis dengan histeris.
"Cukup, Queen! terkadang, apa yang kau lihat tidak seperti kenyataan nya!"
"Kenyataan apa? ia sudah membukti kan nya! bahkan saat mama dan papa di culik, padahal dia tau di mana keberadaan orang tua kami, tapi apa? dia tidak perduli!"
"Sudah, diam kau! jika kau terus berkata yang tidak baik pada nya, lebih baik kau pergi dari sini! tidak usah berpura pura menyayangi dan meng khawatir kan dia." ucap Raffa pada Queen dengan sangat kesal. Queen pun terkejut dengan ucapan Raffa.
"Kau tahu! pada saat dia merebut mu dari ku, aku tetap menyayangi nya."
"Cukup! dia tak pernah merebut ku! bahkan ia merelakan cinta kami dahulu, hanya demi kebahagiaan mu. Jadi, jangan kau katakan jika dia merebut ku! pada kenyataan nya adik mu lah dahulu yang berkorban untuk mu! jika aku tak mencintai mu, jangan kau salah kan dia!"
"Aku nggak menyalahi dia."
Di masa lalu
Queen dan Raffa pernah menikah. Namun, Raffa tak pernah mencintai Queen. Sebelum menikah dengan Queen, Raffa sudah memiliki hubungan dengan Krystal tanpa sepengetahuan keluarga mereka. Bahkan mereka sudah berencana untuk menikah. Queen dan Raffa pada saat itu pun tak saling mengenal satu sa lain. Hingga pada akhir nya pertemuan mereka yang tidak sengaja, membuat Queen jatuh cinta pada pandangan pertama. Queen langsung mencerita kan kepada Krystal. Pada saat itu, Krystal meminta Raffa untuk menikah dengan Queen demi kebahagiaan kakak nya. Bahkan, Krystal meminta kepada Raffa untuk berpura-pura tidak mengenali nya. Krystal tak ingin melukai hati kakak nya dan mengorban kan perasaan nya sendiri. Awal nya Raffa menolak, namun Krystal mengancam akan bunuh diri. Lebih baik ia mati, daripada harus melukai perasaan kakak nya. Hal itu membuat Raffa lemah dan tidak punya pilihan lain selain menikah dengan Queen.
Namun, perasaan Raffa tak pernah berubah pada Krystal, ia sangat mencintai Krystal walau ia sudah berusaha melupakan gadis yang ia cintai. Hingga pernikahan Queen dan Raffa tak bertahan lama. Raffa akhir nya mengatakan kepada Queen bahwa orang yang ia cintai bukan Queen. Melain kan adalah Krystal. Queen pun tak membenci adik nya walau ada rasa kecewa di dalam hati nya. Queen berfikir bahwa adik nya sudah merebut suami tanpa ia tahu hal yang sebenar nya.
*******
Queen pun memilih untuk pergi, ia kembali ke mama nya.
__ADS_1
"Ada apa, Sayang?"
"Krystal tak sadar kan diri ma."
"Biar kan saja dia! memang sedari dulu, anak itu selalu membuat masalah!"
"Ma, jangan begitu!"
"Sudah lah! jangan bicara kan dia! sebaik nya kita fokus pada kesehatan papa mu." Queen pun mengangguk.
Aku sudah mengorban kan cinta ku untuk mu, Krys! tetapi kenapa kau tak pernah puas, bahkan kini kau mau mengejar Revan kembali. Aku bahkan tidak mengerti dengan mu, obsesi mu sudah banyak melukai semua orang, Krys! ~ Batin Queen.
Tanpa sadar, Queen menetes kan air mata nya, sang mama pun mendekati dan memeluk Queen
"Papa akan baik-baik saja, Sayang. Sudah ya? kamu jangan terus-terus an menangis, mama nggak mau melihat kamu nangis terus. Nanti kamu bisa ngedrop kembali. Ini semua memang kesalahan Krystal! Mama sangat membenci nya, bahkan mama sangat menyesal."
"Ma!" Queen menggeleng dan menutup mulut mama nya. Ia tak mau mama nya melanjut kan omongan buruk tentang Krystal.
"Jangan berkata hal yang membuat Queen semakin sakit, ma! bagaimana pun ia itu anak mama dan dia adik Queen. Jangan membenci nya ma, jangan berkata buruk tentang nya. Queen nggak bisa Nerima itu, ma."
"Iya, Sayang. Mama tak akan begitu lagi. Asal kamu jangan menangis. Jika kamu terus terusan bersedih. Mama akan semakin membenci diri nya." Queen pun mengangguk.
"Queen nggak bakalan sedih lagi ma. Queen berjanji."
__ADS_1