Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Mengalah


__ADS_3

"Jika gue bisa menemukan orang yang hilang, tidak mudah untuk gue menemukan rumah seseorang." jawab nya singkat.


"Apalagi untuk menemui seseorang," ledek Caca yang menahan senyuman nya. Kaynara yang merasa tidak suka dengan kehadiran Rangga apalagi ucapan nya itu memilih untuk meninggal kan ruangan tersebut.


"Kak, semua nya. Aku pamit ke kamar dulu ya untuk istirahat,"


"Ada apa Kay? apa kau sakit?"


"Tidak! aku hanya sedikit lelah dan mengantuk saja, kalau begitu aku ke kamar dulu ya, kak." Setelah berpamitan Kaynara pun memilih untuk masuk kamar, Rangga memandangi Kaynara


"Kalau gitu, gue juga pamit ya." ucap Rangga.


"Oke bro, terimakasih ya."


"Oke!" Rangga pun pergi meninggalkan rumah Revan.


**********


Ke esokan hari nya, Kaynara membantu Shinta untuk memandi kan si kembar Alan dan Alana. Awal nya Shinta menolak, ia tak enak hati pada Kaynara. Namun, karena Kaynara memaksa Shinta pun membiar kan Kaynara untuk membantu diri nya.


Dahi Shinta bercucuran keringat, rasanya ia sangat mudah lelah.

__ADS_1


"Sudah lah kak, kakak istirahat aja. Biar aku yang mengurus si kembar."


"Tidak, Kay! ini sudah kewajiban ku," Shinta melanjut kan aktivitas nya untuk memandi kan baby Al dan Alana. Setelah selesai menyiapkan baby Al dan Alana. Shinta pun menitip kan si kembar pada Kaynara. Ia pergi ke kamar Syifa untuk mengurus putri sulung nya. Namun, ketika shinta masuk ke kamar Syifa ia sudah melihat putri nya sudah berpenampilan yang cantik dan wangi


"Mama," sapa Syifa.


"Anak mama sudah wangi, siapa yang memandi kan kamu, Sayang?"


"Syifa mandi dan pakai baju sendiri ma, bagus tidak?" Syifa memutari tubuh nya dan melihat diri nya di depan cermin


"Anak mama cantik sekali, tetapi lain kali. Kamu harus menunggu mana ya sayang."


"Mama, Syifa sekarang sudah besar! Syifa harus bisa mengurus diri Syifa sendiri, Ma. Syifa tidak mau merepot kan mama lagi,"


********


Di dalam kediaman rumah Caca dan Arvan. Sepasang kekasih itu masih tertidur pulas dalam tidur nya. Caca sangat nyenyak tidur di dalam pelukkan Arvan. Arvan membuka mata nya perlahan dan melihat wajah imut isterinya yang masih tertidur pulas. Arvan pun menggoda Caca dengan menciumi pipi Caca dengan gemas.


"Selamat pagi, Sayang.“


" Pagi." jawab Caca dengan suara khas nya baru bangun tidur

__ADS_1


"Apa kah tidur mu sangat nyenyak?"


"Sangat, aku sangat nyenyak. Sayang" Caca pun tersenyum dan membalas ciuman suami nya.


"Sayang?"


"Iya, Sayang."


"Aku ingin kita serapan di rumah Tata dan Revan."


"Sayang, kita kan bisa sarapan di rumah kita, Sayang?"


"Tidak sayang! aku ingin di rumah mereka."


"Tetapi ini terlalu pagi, Sayang."


"Tidak sopan jika kita bertamu kerumah orang pagi-pagi sekali, Sayang." Caca pun memasang wajah sedih nya, Arvan tak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan Caca


"Baik lah, ayo kita ke rumah mereka." ajak Arvan. Caca tersenyum lebar menunjuk kan gigi nya.


"Benar kah?"

__ADS_1


"Iya, Sayang." Caca langsung bangkit dan bersiap-siap ke rumah Revan untuk sarapan bersama.


"Permintaan ibu hamil ada-ada saja." batin Arvan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


__ADS_2