Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Keadaan Kaynara


__ADS_3

"Kalian diam lah! berisik sekali, apa tidak malu pada anak kita Syifa? dia begitu sangat elegan tidak seperti kalian yang sangat kanak-kanak." ucap Revan dengan galak nya.


"Mengapa kau memarahi isteri ku?" seakan tak terima Caca di bentak oleh Revan.


"Aku bukan hanya memarahi isteri mu, namun juga memarahi isteriku!"


"Sudah! mengapa kalian yang bertengkar?" kesal Shinta melihat Revan dan Arvan.


"Tidak!" jawab Revan dan Arvan serentak. Shinta dan Caca pun hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Yang lain nya pun hanya tertawa geli melihat kedua pasangan ini.


"Kalian begitu sangat kompak ya."


"Tentu saja, karena kita adalah keluarga." jawab Shinta


"Iya, benar. Kita semua adalah keluarga."


"Sudah, Sudah! jika kalian terus-terusan bicara. Kita tidak akan selesai membahas pernikahan Kay. Tata, Caca sudah ya, Sayang? biar kan kita fokus pada pernikahan Kay dan Rangga." pinta Syafa dengan lembut. Shinta dan Caca pun menuruti permintaan Syafa. Mereka semua fokus dengan Ayah Gunawan yang membuat rencana untuk nanti pernikahan Gunawan. Yang lain nya pun setuju dan tak ada yang keberatan. Pembicaraan berhenti karena Kaynara yang lari secara tiba-tiba ke toilet. Syafa, Caca dan Shinta pun bangkit mengejar Kaynara.

__ADS_1


Huek...! Huek...!


Kaynara merasa sangat lemas, perut nya seakan berputar membuat nya sangat mual, wajah nya pucat dan kepala nya terasa sangat berat. Ini kehamilan pertama yang tidak pernah ia duga.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Syafa yang segera memberikan minyak angin, sebelum mengejar Kaynara. Syafa meminta kepada Shinta untuk mengambil minyak angin. Syafa memberikan minyak angin itu di tengkuk, kening dan juga hidung Kay dengan penuh perhatian.


"Kay merasa sangat pusing, Bu." ucap nya dengan nada yang melemah.


"Sudah lah, kamu istirahat saja. Biar Caca dan Tata mengantar kamu ke kamar. Kalian tolong antar Kaynara ke kamar nya ya. Biar kan ia istirahat. Ibu akan memberitahu yang lain nya."


"Kamu istirahat lah, Kay."


"Ayo berbaring." pinta Caca. Kaynara pun membaring kan tubuh nya di atas tempat tidur. Shinta segera menyelimuti tubuh Kaynara.


"Jangan memikir kan hal yang aneh-aneh. Fokus pada janin kamu ya. Agar kita bertiga bisa melahir kan baby yang sangat imut. Pasti itu sangat menyenang kan." Shinta tersenyum membayang kan bagaimana repot nya nanti satu rumah ini mengurus 3 baby serta menghadapi kenakalan si kembar Alan dan Alana yang semakin aktif. Dan pusing nya Syifa menghadapi kenakalan adik-adik nya.


Hihi....!

__ADS_1


Kaynara dan Caca pun menoleh ke arah Shinta yang bingung melihat Shinta tiba-tiba tertawa.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?"


"Kau yang kenapa tertawa tidak jelas?" tanya Caca bingung.


"Tidak! sudah ayo kita keluar dan biar kan Kaynara istirahat." ajak Shinta, Caca pun mengangguk. Mereka pun beranjak dari tempat tidur dan mengampiri yang lainya ke ruang keluarga.


"Bagaimana keadaan Kaynara?" tanya Rangga.


"Ehem, seperti nya calon suami khawatir nih." ledek Shinta. Caca pun tertawa seperti anak kecil.


"Sudah, mengapa kalian menggoda adik ipar kalian seperti itu." tegur Gunawan.


"Tidak, Ayah! Tata dan Caca tidak menggoda."


"Kaynara sudah tertidur di kamar nya. Keadaan nya sebentar lagi akan membaik." ucap Caca

__ADS_1


__ADS_2