Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Aneh


__ADS_3

Bagaimana ini? aku sangat bingung, baik lah. Tenang Tata! tenang! kau bisa, pasti bisa memberitahu segala nya pada Caca. ~ batin Shinta.


"Ca, sebenar nya."


"Ada apa?" tanya Caca yang merasa curiga dengan sikap Shinta.


"Sebenar nya."


"Iya, ada apa Tata?! jangan buat aku kebingungan deh!"


"Baik lah! sebenar nya ini semua ulah mama mu! Revan bukan mau melarang Syifa namun ia tak mau jika mama mu menyakiti Syifa."


"Apa maksud mu?"


"Kau tahu, mama mu sudah menculik kedua orang tua Queen, ia menggunakan Queen sebagai mata-mata untuk mempermudah mama mu melakukan aksi nya untuk melukai keluarga ku. Mama mu juga mengancam Queen, jika dia tak mau melakukan nya. Maka kedua orang tua Queen akan di bunuh dengan tragis. Bahkan mama mu meletakkan alat pendengar di tubuh Queen untuk mendengar segala percakapan kita. Sebab itu Queen tak berkata apa-apa dan bersikap seperti biasa aja. Karena nyawa kedua orang tua nya dalam bahaya di tangan mama mu. Revan itu stres, satu sisi dia harus melindungi kami, satu sisi lagi dia juga harus menyelamati kedua orang tua Queen."


"Kamu jangan ngaco deh, Ya! Mama ku sudah berubah! nggak mungkin dia seperti itu lagi! Mama ku sudah berjanji pada ku akan bertaubat dan melupakan ambisi nya." seakan tak terima dengan ucapan Shinta, Caca pun berkata dengan nada yang keras. Bahkan, Caca mengusir Shinta dari rumah nya.


"Lebih baik, kamu pergi aja deh! aku males sama kamu!"


"Aku ngga bohong Ca! aku berani sumpah, itu lah kenyataan nya."


Caca menangis menggeleng kan kepala nya seakan tak percaya


Apa benar yang Tata kata kan?


Apa benar mama ku melakukan hal sekeji itu lagi?


Apa benar mama masih jahat? enggak itu semua pasti bohong! itu nggak benar, mama udah berubah sekarang


Begitu banyak pertanyaan pertanyaan di pikiran Caca. Shinta memegang Caca. Namun, Caca menepis tangan nya.


"Percaya sama aku!" ucap Shinta yang mencoba meyakinkan Caca bahwa itu lah kebenaran nya

__ADS_1


"Enggak! kamu bohong! aku nggak percaya sama kamu, karena aku yakin mama ku udah berubah! Dengar ya, Shinta! walau aku menyayangi mu dan menganggap mu adik dan orang tua mu sebagai orang tua ku. Bukan berarti kamu bisa sesuka mu memfitnah mama aku! aku nggak suka! ngerti!" teriak Caca histeris, Shinta mencoba menenang kan Caca. Namun, Caca menjadi histeris tak terkontrol, tak biasa nya Caca berteriak semarah ini. Tiba-tiba darah mengalir di paha Caca, membuat Shinta pun panik.


"Sakit...ah...." teriak Caca yang memegang perut nya merasa sakit, wajah Caca pucat. Shinta ingin memegang Caca namun Caca menepis tangan Shinta


Shinta yang panik pun menghubungi ambulans untuk segera datang. Shinta merasa sangat bersalah, ia pun bingung harus melakukan apa.


Caca semakin meringis kesakitan.


"Jangan karena suami kamu salah, dan kamu ngebela suami mu. Kamu menuduh mama ku seenak nya!" Caca semakin menangis kencang.


"Tolong tenang lah dulu, Ca!" melihat keadaan Caca membuat Shinta pun ikut menangis, Shinta merasa sangat bersalah, tidak seharus nya ia menceritakan segala nya jika hanya membuat petaka bagi Caca.


Ya tuhan semoga Caca dan janin nya baik-baik saja ~ batin Shinta


Shinta terus memohon pertolongan pada Tuhan, Ambulans pun sudah datang, kini tim medis membawa Caca kerumah sakit. Shinta pun mengikuti nya. Sepanjang jalan, Shinta menangis. Apalagi Caca sudah tidak sadar kan diri.


Sesampai di rumah sakit, Shinta berteriak kepada dokter maupun perawat di rumah sakit untuk segera menangani Caca dan janin nya.


"Tolong, selamat kan kakak aku dan janin nya!" Shinta sangat panik, ia tak henti-hentinnya berdoa untuk keselamatan Caca dan janin nya. Dokter segera memeriksa Caca.


Shinta merasa sangat terpukul mendengar ucapan Dokter, lagi dan lagi Caca kehilangan janin yang sangat ia tunggu-tunggu. Shinta masuk ke dalam ruangan Caca, ia melihat Caca yang menangis histeris. Shinta berjalan perlahan mendekat ke arah Caca.


"Ca." ucap nya dengan nada gemetar, Caca yang menoleh ke arah Shinta pun menatap dengan penuh kebencian.


"Pergi kamu dari sini! pergi!" teriak Caca mengusir Shinta.


"Ma-maaf kan aku, Aku tak bermaksud untuk melakukan ini semua." Shinta menangis. Memohon ampun dari Caca


"Ini semua karena mu! Aku benci kau, Shinta! aku benci!"


"Tolong, jangan seperti ini Ca. Maaf kan aku."


"Pergi lah! kau sudah menyebab kan aku kehilangan anak ku. Aku sangat membenci mu! Sangat! Dan ingat ucapan aku ini! aku pasti kan, kau dan suami mu akan kehilangan hak asuh Syifa. Aku akan merenggut hak asuh anak ku! dia anak ku!" teriak Caca pada Shinta dengan penuh kebencian. Caca pun melempar barang apapun yang ada di dekat nya pada Shinta. Hingga akhir nya Perawat masuk, Caca menyuruh Perawat untuk mengusir Shinta. Perawat pun mengusir Shinta dari ruangan. Shinta yang merasa bersalah pun hanya menangis dan mengucap kan kata maaf.

__ADS_1


Shinta pun memilih pulang ke rumah, ia sangat merasa bersalah. Tidak butuh waktu lama, beberapa orang suruhan Elsa datang ke rumah Shinta untuk mengambil Syifa.


"Jangan! jangan ambil anak ku!" mohon Shinta kepada Elsa, Elsa hanya tertawa melihat tangisan Shinta


"Dia bukan anak mu! ibu kandung nya mengingin kan anak nya. Kau tidak punya hak atas itu!" ketus Elsa, Syifa pun keluar melihat keributan yang terjadi.


"Apa yang terjadi? kenapa ada keributan di sini? Oma?" tanya Syifa yang masih bingung.


"Sayang. Ayo kamu ikut Oma, mama sedang sakit."


"Sakit apa Oma?" terlihat Syifa yang khawatir.


"Mama kamu keguguran, dia kehilangan anak nya karena mama tiri mu ini!"


"Itu semua nggak benar! jangan mengada-ngada ya!" kesal Shinta pada Elsa, Shinta pun membungkuk mendekati anak nya.


"Sayang, percaya sama mama! ini bukan salah mama." Syifa yang menangis pun menepis tangan Ibu sambung nya.


"Syifa nggak nyangka mama Setega dan sejahat ini. Syifa kecewa sama mama!" ujar Syifa. Syifa pun memilih ikut dengan nenek nya. Shinta menangis dan mengejar anak nya


"Sayang, jangan tinggalin mama. Percaya lah bukan mama yang melakukan ini semua."


*********


"Tidak!" teriak Shinta, Caca pun menenang kan Shinta


"Tenang lah! kenapa kau berteriak?" Shinta tersadar, menoleh ke semua tempat.


Ini masih di rumah Caca, bukan kah aku di rumah? ~batin Shinta.


"Kamu kenapa?" tanya Caca bingung. Shinta pun menghapus keringat nya, mengatur nafas nya


Syukur lah, ini tidak nyata. Aku tak bisa melakukan ini ~ batin Shinta

__ADS_1


"Ti-dak apa, apakah kandungan mu baik-baik saja?" tanya Shinta yang memegangi perut Caca


"Iya, baik-baik saja. Kau aneh sekali, aku bingung" Caca pun hanya tertawa dan menggeleng kan kepala saja


__ADS_2